Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
Menangkap Aspirasi Petani Sawit, Peternak Ayam, Petelur dan Daging untuk Prabowo-Sandi
2018-10-19 04:19:39
 

Ilustrasi. Flyer Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ada berapa Platform yang diusulkan Petani Plasma Sawit, perusahaan perkebunan sawit dan Peternak ayam petelur dan daging kepada tim Prabowo - Sandiaga saat road show ke Kalimantan, Sumatera, Jawa Timur dan Jawa Tengah oleh Waketum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono.

Arief Poyuono Waketum DPP Gerindra menyampaikan bahwa, "usulan Platform ini akan masuk program prioritas Prabowo - Sandiaga pada seratus hari kerja sebagai Kepala Pemerintahan begitu terpilih," ungkapnya pada, Kamis (18/10).

Terkait pungutan ekspor CPO yang selama ini dihimpun oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS) yang jumlahnya puluhan triliun rupiah, dimana 98% lebih banyak disalurkan sebagai subsidi ke Industri biodiesel yang banyak dimiliki konglomerat Sawit.

"Padahal dalam UU Perkebunan No 39 tahun 2014 tidak satupun ayat atau pasal yang memperbolehkan dana hasil usaha perkebunan (CPO Fund Eksport) disalurkan sebagai subsidi Industri biodiesel, tapi PP dan Keppres CPO fund sebagai turunan UU Perkebunan yang ditanda tangani Joko Widodo mengutamakan penyaluran dana ke Industri Biodiesel," ungkap Arief Poyuono.

"Malah bukan ke program replanting kebun petani, pembangunan Infrastruktur daerah perkebunan, rumah sakit, puskesmas, penelitian dan kampanye lingkungan hidup. Padahal, akibat pemberlakuan pungutan Ekspor CPO, berpengaruh besar pada harga jual tandan buah segar milik petani-petani plasma," jelasnya.

Kemudian, selain itu Arief Poyuono mengusulkan agar para petani plasma sawit terkait dana pungutan ekspor CPO maka, "nantinya Prabowo - Sandiaga akan merevisi PP dan Keppres pungutan hasil perkebunan sawit, yang nantinya sebagian besar akan digunakan untuk program program Replanting kebun petani, pembangunan sarana dan prasarana kesehatan, pendidikan di sekitar daerah perkebunan sawit, serta Kampanye perkebunan sawit yang ramah lingkungan," paparnya.

Sementara, dari para peternak ayam dan ayam petelur mereka mengeluhkan akan mahalnya harga pakan ternak ayam saat adanya volalitas kurs rupiah terhadap US dollar. Sehingga sangat mempengaruhi harga jual daging ayam dan telur sehingga pendapatan mereka tergerus hingga 30 sd 40%.

"Maka ini juga akan jadi program utama Prabowo - Sandi dalam satu tahun pemerintahannya, yaitu Prabowo-Sandi akan memerintahkan Kementerian BUMN, Pertanian dan Industri untuk membangun pabrik-pabrik pangan ternak ayam di setiap provinsi yang memiliki usaha peternakan ayam sangat besar, jelasnya.

Prabowo - Sandi akan menghitung kecukupan anggaran negara untuk bisa mencanangkan subsidi pakan ternak ayam agar harga-harga telur dan daging ayam bisa stabil nantinya.

'Hal ini mengingat, saat ini sudah ada kesamaan kepentingan antara petani padi dengan peternak ayam, dimana produk-produk mereka merupakan produk pangan primer yang setiap hari di konsumsi oleh masyarakat," paparnya.

Sehingga produk telur dan daging ayam juga perlu adanya subsidi dari Pemerintah seperti subsidi pupuk untuk Petani, subsidi pakan ternak ayam untuk pelaku usaha ternak ayam, pungkas Arief Poyuono.(bh/mnd)



 

 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Sandi Effect, Pembeda Pilpres 2019
  Ratusan Orang Ikut Sandiaga Uno Berlari di Surabaya, Winarsih Curhat
  Ketum Relawan Militan 08: Kami Terus Gerilya Memenangkan Paslon 02 Prabowo-Sandi
  Kaku dan Kurang Menarik, Format Debat Pilpres Berikutnya Harus Dievaluasi
  Jelang Debat Perdana Pilpres 2019 Digelar KPU, PMJ Menyiapkan 4 Lapis Penjagaan
 
ads

  Berita Utama
Kapolri Memimpin Upacara Sertijab Sejumlah Pati Polri dan 5 Kapolda

Said Didu: Sejak Awal Esemka Cuma Mobil Bohongan!

Abu Bakar Ba'asyir Tidak Bebas, BPN Prabowo-Sandi: Siapa Yang Sebar Hoax Jokowi Atau Yusril?

Update Banjir Sulawesi Selatan, BNPB Mencatat 8 Orang Meninggal, 4 Orang Hilang

 

  Berita Terkini
 
Pengusaha Asing Kabur dan Ribuan Pekerja Tidak Dibayar Upahnya, Dimana Tanggung Jawab Pemerintah?

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok Sudah Keluar Bebas dari Rutan Mako Brimob

Kapolri Memimpin Upacara Sertijab Sejumlah Pati Polri dan 5 Kapolda

Perlu Terobosan Penanganan Dampak Bencana

Pengusaha di Begal dan Dibacok Setelah Keluar dari Bank, Uang Rp 600 Juta Dibawa Kabur

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2