Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Partai Gerindra
Mengenal Kang Ajat Cagub Jabar yang Resmi Diusung Gerindra
2017-12-12 12:54:20
 

Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh Ulama saat acara deklarasi Cagub Jabar yang resmi diusung Partai Gerindra.(Foto: Istimewa)
 
BOGOR, Berita HUKUM - Partai Gerindra resmi mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat (Kang Ajat) sebagai calon Gubernur (caGub) dalam Pilkada Jabar pada 2018 mendatang, pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Serentak 2018 sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 mendatang.

Keputusan itu disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga merangkap sebagai Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam jumpa pers di kediamannya di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12) sore lalu.

Prabowo mengatakan dia telah kenal lama dengan Sudrajat. Sudrajat disebutnya sebagai salah satu perwira terbaik TNI dan merupakan alumni Akademi Militer (Akmil) Magelang tahun 1971.

"Sepak terjang beliau juga dikenal di TNI sebagai salah satu perwira paling cerdas. Beliau lulusan Harvard. Tak banyak TNI yang lulusan Harvard. Saya juga pingin ke Harvard. Saya pernah ke Harvard tapi hanya jalan-jalan saja dan enggak dapat ijazah," jelas Prabowo.

Prabowo menilai Sudrajat memiliki andil dalam membawa TNI keluar dari politik praktis dan sama-sama mendukung reformasi pada 1998. "Dan saya dapat dengan bangga dan gembira mengusung, mengajukan dan mempersembahkan kepada rakyat Jawa Barat dan rakyat Indonesia salah satu yang saya anggap terbaik dan mampu memimpin Jawa Barat di saat-saat yang akan datang," jelasnya.

Tugas parpol, kata Prabowo, ialah menjaring calon-calon untuk dipersembahkan kepada rakyat sehingga rakyat dapat memilih pemimpin yang terbaik. Memilih calon untuk pemimpin Jabar menurutnya tak boleh sembarangan karena Jabar merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar atau seperlima dari seluruh jumlah penduduk Indonesia.

Sebelum memutuskan mengusung Sudrajat, Prabowo mengatakan telah dilakukan proses panjang dan konsultasi selama berminggu-minggu. Termasuk juga melakukan seleksi dan menyaring calon-calon potensial. Prabowo juga telah memanggil unsur pimpinan Partai Gerindra se-Jabar.

"Saya tak ingin ambil keputusan sendiri dan mengikuti selera saya sendiri. Kita ingin beri pilihan terbaik untuk rakyat Jawa Barat dan kita akan terus cari pilihan-pilihan terbaik," jelasnya.

Selain mengumpulkan pimpinan partai, pihaknya juga berkonsultasi dan meminta masukan dari berbagai tokoh seperti ulama, tokoh masyarakat, pengusaha, purnawirawan TNI dan lainnya. "Akhirnya kita dengan mantap kita putuskan akan mengajukan saudara Mayjen (Purn) H Sudrajat sebagai cagub Jabar yang akan datang. Beliau adalah putra Jabar asli. Ortu Sumedang, ibu Cianjur, urang Sunda asli," jelasnya.

Berbagai tugas pernah diemban Kang Ajat, dari Komandan KI hub Brigif 17 Kostrad, Staf Intelijen G1 Departemen Pertahanan dan Keamanan, hingga Sekretaris Panglima ABRI.

Kang Ajat adalah lulusan Kennedy School of Goverment, Harvard University di Amerika Serikat pada 1993.

Di ranah diplomatik Kang Ajat pernah dipercaya menjadi Atase Pertahanan KBRI London di Inggris (1994-1997) dan Atase Pertahanan KBRI Washington di Amerika Serikat (1997-1998).

Puncak karier diplomatik dicapainya saat Kang Ajat menjabat sebagai Duta Besar RI untuk China pada 2005 hingga 2009.

Penghargaan-penghargaan yang pernah diterima oleh Kang Ajat: Satyalancana Kesetiaan VIII TH, Satyalancana Kesetiaan XVI TH, Santi Dharma Garuda VIII, Satyalancana PBB, Satyalancana Yudha Dharma Nararya, Satyalancana Ligion Merit Amerika.

Sementara, Sudrajat sudah menyiapkan program sesaat setelah ditunjuk Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Pilgub Jabar 2018. Sudrajat punya program 'bebersih'.

"Program saya adalah bebersih," ujar Sudrajat saat jumpa pers di kediaman Prabowo, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Apa itu program 'Bebersih' versi Sudrajat?

"Ya bebersih sampah, air, bersih korupsi," terang Sudrajat.

Sebelumnya, Prabowo masih akan melobi parpol lain untuk menentukan cawagub. Sejumlah parpol yang akan dilobi seperti PAN, PKS, dan Partai Demokrat.

"Tentunya kita sekarang harus keliling. Kita harus melobi kawan-kawan kita dari PKS-PAN mungkin juga partai-partai lain, kita juga terbuka. Mungkin kalau ada partai lain yang sudah tobat bisa kita terima," kata Prabowo.(dbs/rzk/merdeka/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Partai Gerindra
 
  Gerindra Tetap Berkomitmen Jaga Keterbukaan Informasi Publik
  Hadapi Pemilu 2019, Gerindra Gelar Temu Koordinasi Bakom
  Gerindra: Yusril Bagus Dampingi Prabowo di Pilpres 2019
  Gerindra Kecewa Paspampres Cegah Anies ke Podium Piala Presiden
  Capreskan Prabowo, Gerindra Klaim Sudah Bicara dengan PAN dan PKS
 
ads

  Berita Utama
Fadli Zon: Pemerintah Indonesia Istimewakan Tenaga Kerja Asing

Dewan Pers Digugat ke Pengadilan atas Perbuatan Melawan Hukum

Banyak Proyek Infrastruktur Runtuh, Jokowi Pura-Pura Tidak Tahu

Fahri Hamzah: Pemerintah Harus Segera Mencabut Perpres TKA

 

  Berita Terkini
 
Polda Metro Jaya Gelar Hasil Razia Miras Oplosan di 147 TKP

PSI Urutan Teratas Partai yang tak Akan Dipilih

Fadli Zon: Pemerintah Indonesia Istimewakan Tenaga Kerja Asing

DPR Gelar 'Lomba Kritik DPR 2018'

Memaknai Isra Mi'raj dalam Perjalanan Hidup

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2