Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Opini Hukum    
Hoax
Mereka Merasa Memetik Buah yang Sudah Ranum?
2018-10-06 05:51:12
 

Ilustrasi. Muslim Arbi.(Foto: Istimewa)
 
Oleh: Muslim Arbi

DANGKAL; DANGKAL; Dan dangkal sekali main nye

Setidaknya itulah aroma yang terendus dari kasus "kebohongan" dan Sandiwara kata: Ahmad Dhani yang menyebut nya: Kak Ratna. Sebagian menyebut nya RS. Saya pikir RS adalah Bang Ridwan Saidi. Bukan. RS ini Ratna Sarumpaet. Wanita Pelawan yang tidak muda lagi. Sudah 70 tahun usianya. Wanita yang cukup saya segani. Dia yang beberapa hari ini; bikin gempa nasional karena dua pengakuan kontradiktif. Dia mengaku di aniaya dan mengaku berbohong karena tidak dianiaya dan mengaku memproduksi hoax.

Aroma settingan kasus RS kental bernuasa penggiringan untuk kepentingan Petahana tak terbantahkan. Kalau melihat kerja polisi yang mengusut nya dalam semalam; pelaporan ke polisi karena lawan Petahana ini; dengan tuduhan Prabowo Subianto dan timnnya sebarkan hoax; juga relawan nya buru-buru ke Bawaslu dengan desakan mencoret nya sebagai Capres.

Melihat trik dan penunggangan atas kasus RS oleh sejumlah relawan terhadap Capres Prabowo-Sandi adalah dangkal dan dangkal sekali.

Betapa tidak, yang mengaku berbohong Ratna Sarumpaet. Yang ber empati atas kasus penganiayaan adalah Prabowo dan Tim nya. Kenapa Prabowo, Sandi dll di laporkan ke polisi dan minta bawaslu coret Paslon Prabowo oleh tim relawan Petahana?

Kalau benar Ratna Sarumpaet berbohong dan yang korban kebohongan adalah Prabowo dan tim nya. Kenapa bukan Prabowo dan tim nya yang mendapat simpati malah di jadikan target?
Di sini dangkal nya tim petahana. Malahan cara-cara dangkal dan hampir konyol itu dipakai; Capres Prabowo makin mendapat dukungan karena di zalimi oleh tim petahana. Alih alih mau buru-buru memetik buah yang di anggap sudah ranum malah buah busuk dan sangat asem yang di rasakan.

Tidak dapat di bantah; aroma kepanikan akan kalah oleh Petahana dan timnya; sehingga berbagai cara dan modus-modus busuk di ramu. Padahal sudah ada kesepakatan Pemilu damai. Justru keributan yang sengaja di desain melahirkan onar?

Seperti nya kubu petahana ingin kan calon tunggal Pilpres dengan mendiskualufikasi lawan nya. Tapi dengan cara-cara yang dangkal dan konyol. Maka nya opini di bangun; aparat di manfaatkan; bawaslu di desak-desak. Justru ini akan jadi bumerang. Karena mainan nya terlalu dangkal.

Maka nya; jangan buru-buru memetik buah yang di anggap sudah ranum. Padahal itu ternyata buah karbitan dan plastik lagi. Tidak baik untuk di makan bahkan di anggap kurang waras karena makan buah plastik. Sudah jadi penyakit malah jadi bahan tertawaan.

Penulis adalah Pengamat politik dan kebijakan publik dan Koordinator Gerakan Aliansi Anti Korupsi (GALAK).(bh/mnd)



 

 
   Berita Terkait > Hoax
 
  Kasus Jurnalis Yusro Hasibuan, Lemkapi: Wartawan Harus Bisa Memilah Tugas Jurnalistik dengan Penyebaran Berita Bohong
  Polda Metro Jaya Melimpahkan Berkas Perkara Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan Tinggi DKI
  Simpatisan Prabowo Laporkan Akun Twitter @HusinShihab Diduga Provokatif Penebar Fitnah
  Pihak IndonesianLeaks Sesalkan Bawa Karya Jurnalistik ke Proses Hukum
  Laporan Indonesianleaks Buku Merah: Antara Berita dan Bukti Hukum
 
ads

  Berita Utama
Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembobol Kartu Kredit di Bandung dan Medan

Ditjen AHU Kemenkumham Raih Penghargaan Zona Integritas WBK/WBBM 2018 dari KemenPAN RB

Kasus Jurnalis Yusro Hasibuan, Lemkapi: Wartawan Harus Bisa Memilah Tugas Jurnalistik dengan Penyebaran Berita Bohong

E-KTP Diperjual Belikan, Mardani: Ini Kejadian Luar Biasa

 

  Berita Terkini
 
Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembobol Kartu Kredit di Bandung dan Medan

Ditjen AHU Kemenkumham Raih Penghargaan Zona Integritas WBK/WBBM 2018 dari KemenPAN RB

Kasus Jurnalis Yusro Hasibuan, Lemkapi: Wartawan Harus Bisa Memilah Tugas Jurnalistik dengan Penyebaran Berita Bohong

NSEAS Bakal Gelar Diskusi Publik Menyoal Kejahatan Korporasi Terhadap Reklamasi Teluk Jakarta

Konsisten Dampingi Lombok, Wujud Ta'awun MDMC dan LazisMu untuk Negeri

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2