Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
BPJS
Meskipun Defisit, BPJS Kesehatan Harus Tetap Ada
2018-02-06 21:04:29
 

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Selisih antara masuknya iuran dengan besarnya klaim kesehatan dalam program BPJS Kesehatan masih lebar. Sampai pertengahan tahun 2017, BPJS Kesehatan mengantongi pendapatan iuran sebesar Rp 35,6 triliun. Di saat yang bersamaan, beban klaim yang harus dikeluarkan mencapai Rp 41,4 triliun. Artinya masih ada missmatch sekira Rp 5,8 triliun selama enam bulan pertama di 2017 ini.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Syamsul Bachri menegaskan meskipun saat ini BPJS Kesehatan mengalami defisit, program jaminan kesehatan dasar kepada warga negara harus tetap ada, dan diselenggarakan.

"Kita komitmen, karena ini amanat Undang-Undang Dasar bahwa pelayanan kesehatan itu hak warga negara dan pemerintah wajib menyediakannya," tandas Syamsul saat seminar bersama mitra kerja di salah satu hotel di Slipi, Jakarta, Senin (5/2) malam.

Menurut politisi F-PG itu, masalah ketidaksesuaian antara pemasukan dan pengeluaran ini, di antaranya masih tak bisa lepas dari kedisiplinan peserta BPJS Kesehatan dalam memenuhi iuran. Pertama, masalah yang menyebabkan defisit adalah iuran.

"Iuran itu lebih kecil daripada biaya yang harus dikeluarkan. Yang kedua, biaya pengobatan, terutama penyakit berat semakin meningkat, dan ini membutuhkan biaya yang cukup besar. Dari situ saja sudah memberi beban yang besar bagi BPJS Kesehatan," ungkap Syamsul.

Syamsul juga mengungkapkan saat ini masih ada 'fraud' dalam penyelenggaraan fasilitas kesehatan masyarakat. Indikasi praktik kecurangan atau 'fraud' pada program fasilitas kesehatan ini sedang dicarikan solusinya oleh Komisi IX dan para mitra kerjanya.

"Yang berikutnya juga masih adanya fraud yang terjadi di dalam penyelenggaraan terutama di fasilitas kesehatan masyarakat. Nah itu masalah-masalah yang dihadapi," ujar Syamsul.

Ia menjelaskan, diskusi yang berjalan memang mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang. Ada beberapa hal yang sedang dikaji, yang pertama adalah single pelayanan. Standar pelayanan yang tunggal tidak ada kelas-kelasan, sehingga yang ditanggung BPJS Kesehatan itu relatif seragam, setandar pelayanan juga seragam untuk penyakit-penyakit yang sama.

Selain itu juga diusulkan bagaimana melibatkan Pemerintah Daerah, misalnya kapitasi itu ditanggung Pemda, tapi begitu dirujuk ke rumah sakit fasilitas lanjutan itu baru ditanggung BPJS Kesehatan.

"Jadi selama ini kan Bupati atau Walikota mengkampanyekan kesehatan gratis, diwujudkan dengan dia membayar besaran kapitasi yang harus ditanggung oleh puskesmas di wilayahnya masing-masing," usul Syamsul.(eko/sf/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > BPJS
 
  Defisit BPJS Kesehatan Harus Diselesaikan Secara Komprehensif
  Rizal Ramli Minta Undang-Undang BPJS Segera Direvisi
  BPJS Kesehatan Defisit Anggaran Sudah Kewajiban Presiden Mengkoordisanikan Para Pembantunya, Jangan Cuci Tangan
  Fahri Hamzah Desak Pemerintah Segera Gelontorkan Dana untuk BPJS Kesehatan
  Atasi Defisit, BPK dan BPKP Harus Awasi BPJS Kesehatan
 
ads

  Berita Utama
Bawaslu Putuskan Deklarasi Gubernur Ganjar Pranowo dan 31 Kepala Daerah Langgar Aturan

Panitia Munajat 212: Pernyataan Pers Klarifikasi Soal Kekerasan terhadap Jurnalis

Wakil Ketua DPR: Dana Desa Perintah UU Bukan Jokowi

Bareskrim Polri Ungkap Penyelundupan Shabu 30 Kg dalam Lampu Downlight Asal Malaysia

 

  Berita Terkini
 
Bawaslu Putuskan Deklarasi Gubernur Ganjar Pranowo dan 31 Kepala Daerah Langgar Aturan

Wacana Pembentukan Pansus Freeport Mulai Mengemuka

Pesan Istri Sandiaga Uno untuk Milenial: Jangan Golput

Insinyur dan Sarjana Teknik ATN/STTN/ISTN Dukung Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin

Panitia Munajat 212: Pernyataan Pers Klarifikasi Soal Kekerasan terhadap Jurnalis

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2