Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Nazaruddin
Nazaruddin Protes Tidak Ditanya Soal Bertemu SBY
Wednesday 30 Nov 2011 18:42:55
 

Nazaruddin berusaha menyeret SBY dalam kasusnya (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Terdakwa Muhammad Nazaruddin berusaha menyeret Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam upaya pelariannya, sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games XXVI/2011.

Penyebutan SBY berawal dari keberatan Nazaruddin ketika hakim ketua Dharmawatiningsih meminta tanggapannya, setelah JPU I Kadek Wiradana menyampaikan dakwaan. Dalam kesempatan itu, Nazaruddin mengaku tidak mengerti dengan dakwaan yang disangkakan kepadanya.

"Tidak pernah ditanyakan pertemuan-pertemuan. Saya hanya ditanya seputar tanggal 23 (Mei)," kata terdakwa Nazaruddin dalam persidangan perdana perkara tersebut yang berlangsung di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (30/11).

Menurutnya, tanggal 23 Mei dimaksud adalah saat dirinya akan terbang ke Singapura dan satu hari kemudian, KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus suap pembangunan wisma atlet. "Saya dipanggil ke Cikeas, ketemu Pak SBY. Kemudian sorenya saya pergi ke Singapura. Tapi kemudian penyidik menyetop pertanyaan itu. Dia mau yang mulai dari Singapura saja. Ini kenapa? Jelas ada yang ingin ditutup-tutupi," ujar Nazar.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai peristiwa itu, Nazaruddin memilih bungkam. Ia terdiam lama dan anggota tim kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea mengambil dengan menjelaskan sikap keberatannya itu. Pihaknya merasa dirugikan akibat tidak menerima berita acara pemeriksaan (BAP) dari penuntut umum.

Bahkan, Hotman menyatakan bahwa BAP kliennya itu catat hukum. Sebab, BAP dari penyidik KPK yang diserahkan ke JPU itu tidak menyebutkan kasus yang menjeratnya. Pasalnya sejak ditahan hingga penyidikan, dia belum pernah ditanyakan mengenai apa yang sebenarnya telah diperbuat berikut saksi-saksi dan bukti-buktinya.

Menanggapi sikap kubu terdakwa itu, JPU Wiradana membantah tudingan tersebut. Dalam proses penyusunan BAP, pihaknya sudah memenuhi aturan hukum yang ada. Dalam hal ini BAP telah disusun berdasarkan alat bukti dan saksi-saksi yang ada, tidak hanya dari keterangan terdakwa.

Nazaruddin tetap bersikukuh dengan tetap menyatakan tidak mengerti.ia tanpa diminta menyindir penyidik KPK dalam proses penyidikan terhadapnya. "Saya tidak mengerti. Soal pertemuan, soal menerima uang, tidak pernah ditanyakan penyidik. Kapan dan di mana saya menerima dari El Idris. Nilainya berapa, saya tidak pernah ditanyakan. Siapa tahu ada pertanyaan secara telepati yang dilakukan penyidik. Mungkin ada cara lebih canggih dari penyidik," selorohnya.

Seperti diketahui, tim penyidik KPK beberapa kali memeriksa Nazaruddin, saat statusnya masih sebagai tersangka. Saat itu, ia baru ditangkap setelah buron beberapa lama. Namun, saat menjalani pemeriksaan tersebut, Nazaruddin bersikap bungkam. Baru menjelang berkasnya dinyatakan lengkap, ia meminta untuk diperiksa lagi.(inc/spr)



 

 
   Berita Terkait > Nazaruddin
 
  Menunggu Patukan Sang Burung Nazar
  Nazaruddin Siap Bongkar Lima Politisi Penerima Suap
  Rosa: Anas Bersama Nazaruddin Pemilik Permai Group
  Nazaruddin Protes Tidak Ditanya Soal Bertemu SBY
  Berkas Penuntutan Dilimpahkan, Nazaruddin Segera Diadili
 
ads

  Berita Utama
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?

Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan

Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan

Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka

 

  Berita Terkini
 
Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya

Korban Aksi 21/22 Mei, Anies Baswedan: Enam Orang Meninggal Dunia

FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba

Bawaslu Diimbau Beri Laporan Evaluasi

Fadli Zon Luncurkan Buku 'Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy'

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2