Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Fahri Hamzah
Ngopi Bareng Fahri Hamzah untuk Nikmati Nafas Zaman Baru
2018-03-25 20:19:31
 

Wakil Ketua DPR RI/Korkesra, Fahri Hamzah (F-PKS), didampingi Wakil Ketua DPR RI/Korpolkam, Fadli Zon (F-Gerindra) dalam acara 'Ngopi Bareng Fahri Jilid ke-8' di Yellow Truck Coffee, Kota Bogor.(Foto: Naefurodji/Iw)
 
BOGOR. Berita HUKUM- Ratusan netizen yang berasal dari berbagai usia memenuhi acara 'Ngopi Bareng Fahri Jilid ke-8' di Yellow Truck Coffee, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/3/) malam lalu. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah selaku tuan rumah acara mengatakan, ide untuk ngopi sambil diskusi ini tercetus secara spontan dan tanpa adanya desain.

"Ini salah satu cara untuk menikmati nafas zaman yang baru, dimana saling tukar pikiran untuk kemajuan bangsa dengan melibatkan media sosial," ujar Fahri, diawal pembicaraannya. Turut hadir juga Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, sebagai bintang tamu di acara yang dikemas dengan diskusi santai.

Ia melanjutkan, sosoknya dengan Fadli Zon termasuk orang yang aktif dalam bersosial media dan termasuk generasi yang gemar berdiskusi untuk bertukar pikiran serta tidak takut dalam perbedaan pendapat. "Tapi kalau berbeda pendapatan, ya itu rezekinya dari Allah," seloroh Fahri yang sontak disambut gelak tawa netizen yang hadir.

Pimpinan DPR RI Bidang Kesejahteraan Rakyat ini juga mengungkapkan, kalau ia mengundang juga haters yang hanya berinteraksi dengannya di media sosial untuk hadir dan diskusi bersama. "Saya mengundang haters yang mungkin hanya melihat saya di media sosial, gemas dengan tulisan saya, saya ingin mereka hadir dan menghujamkan pertanyaan yang keras kepada saya dan saya terbuka untuk (menjawab) itu," pintanya.

Fahri juga mengungkapkan kalau ada yang tidak suka dengannya, ia mempersilakan hal itu. Karena baginya seorang pemimpin harus diuji dengan sekuat-kuatnya cobaan, agar menjadi tangguh, bukan malah bersembunyi di balik pencitraan.

"Pemimpin itu harus otentik, ia harus punya pikiran. Jangan anda memimpin bangsa yang begitu besar, tapi pada setiap pagi bangsa anda bangun dan tidak melihat pikiran apa yang anda keluarkan pada hari itu," ucap politisi dapil NTB itu.

Ia juga mengatakan bahwa Indonesia lahir dari narasi, lahir dari pidato-pidato ber-nash (lafadz yang petunjuknya tegas untuk makna yang dimaksudkan) para pemimpinnya yang menyebabkan kata-katanya menjadi magnet yang dapat mempersatukan ribuan pulau dan beratus-ratus suku, sehingga menjadi satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa, yakni Indonesia.

"Karena itu, kita tidak bisa menerima pemimpin yang tidak punya tradisi orasi, dan bahkan mengecam orasi sebagai tindakan yang hanya omong doang. Ya seperti sekarang ini, katanya revolusi mental, tapi yang dibangun beton. Jalan pikiran tidak ia bangun, sehingga kita satu sama lain saling meragukan ideologi, politiknya terpecah belah, ekonominya kacau balau. Dan yang lebih mirisnya lagi, kita diminta untuk memuja-muja utang, seolah olah utang itu bagus, dimana-mana ya utang itu jelek," tegas Fahri yang saat ini mulai merintis usaha setelah pensiun, yakni Kopi Revolusi.

Pada acara ini juga terdapat games yang melibatkan 2F (Fahri-Fadli) untuk melihat kekompakan satu sama lain dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan netizen, tanya jawab dengan netizen yang hadir dan juga penampilan stand up comedy.(mhr/sf/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Fahri Hamzah
 
  Kivlan Zen Batal Dicekal, Fahri Hamzah: Bukti Hukum Kita Diatur Segelintir Orang
  Jika Prabowo Menang, Fahri Usul SBY dan Amien Rais Jadi Menteri Senior
  Terlalu Cepat Definisikan Pahlawan dengan Pengertian Baru
  Fahri Hamzah: Kebohongan Penguasa Dianggap Kebenaran, Bohong Adalah 'Jujur' Gaya Baru
  Fahri Hamzah Usul Lapangan Tembak Dipindah
 
ads

  Berita Utama
Said Didu: Butuh Semangat Kepahlawanan Menjadi Saksi Sidang PHPU di MK

Komisi IV Pertanyakan Informasi Impor Minyak Kayu Putih

Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya

Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T

 

  Berita Terkini
 
Muhammad Mursi Meninggal, Presiden Erdogan: Pemerintah Mesir Harus Diadili di Mahkamah Internasional

Tiga Calon Sekjen KPK Akan Jalani Wawancara

Bareskrim Polri Musnahkan Barang Bukti 137 Kg Sabu-Sabu

Mulai Menyadap WhatsApp

Rahmawati Husein, Wakili Asia Tenggara dalam Sidang Dewan Pengarah PBB

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2