Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Islam
Nurhasan Nilai Pernyataan Menag Mengenai Radikalisme Tidak Tepat
2020-09-08 08:08:55
 

Anggota Komisi VIII DPR RI Nurhasan Zaidi.(Foto: Istimewa/Man)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi VIII DPR RI Nurhasan Zaidi menyayangkan pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi yang menyebutkan bahwa paham radikalisme terbentuk dari anak-anak yang mengerti agama, berpenampilan menarik dan berdakwah di masjid-masjid lembaga pemerintahan. Nurhasan menilai asumsi Menteri Agama tersebut tanpa bukti dan pemahaman yang komprehensif.

"Apakah salah, jika ada anak 'good-looking' yang hafizh Qur'an, paham bahasa Arab, faqih dalam agama berdakwah di lingkungan Pemerintah? Haruskah kita labeli pemuda itu dengan teroris dan radikal? Menteri Agama gagal paham, ini gegabah!", tegas Nurhasan dalam siaran pers kepada Parlementaria, Sabtu (5/9).

Nurhasan menyampaikan seharusnya Menteri Agama memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian generasi muda bangsa yang memiliki penampilan menarik serta turut serta mengabdikan diri untuk berdakwah memberikan pendalaman mengenai ajaran Islam kepada masyarakat.

"Berkali kali Menteri Agama melakukan blunder yang menyakiti umat Islam. Harusnya kita bangga bahwa generasi muda bangsa yang 'good looking' mulai banyak yang mau mengabdikan dirinya berdakwah. Ini cukup menginspirasi, jangan malah di-generalisir sebagai modus penyebaran radikalisme tanpa dasar," kritik Nurhasan.

Politisi Fraksi PKS ini sangat menyesalkan kejadian tersebut dan meminta Menteri Agama segera meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya. "Lebih baik Menteri Agama Instropeksi diri dan berbenah ke dalam. Fokus pada tupoksinya memperbaiki kualitas Madrasah dan Penyuluh Agama karena inilah ujung tombak untuk memerangi radikalisme," ungkapnya.

Ia mengatakan, Menteri Agama tampaknya belum paham bahwa masih ada persoalan yang mendasar pada siswa lulusan madrasah, seperti membaca qur'an saja masih rendah, belum lagi tingkat kefahaman tentang Islam. "Kita khawatir kualitas lulusan dan peran KUA yang rendah menjadi penyebab permasalahan ini," tegasnya.

Tak lupa, Nurhasan meminta Menteri Agama untuk menahan diri dan berhati-hati agar tidak membangkitkan isu radikalisme yang memecah belah umat. Fokus bersama masyarakat mencari solusi yang positif atas permasalahan degradasi moral yang sedang menimpa bangsa.

"Kita sama-sama sepakat bahwa Terorisme dan radikalisme menjadi musuh bersama. Tapi ada cara yang lebih elegan dan lebih pantas dalam mengantisipasi penyebaran itu, Menag harus elok mengkomunikasikannya ke masyarakat umum," pungkas legislator dapil Jawa Barat IX itu.(tn/sf/DPR/bh/sya)





 
   Berita Terkait > Islam
 
  DPR Sayangkan Penghancuran Ribuan Masjid di China
  Arab Saudi Umumkan Umroh Bisa Dimulai Lagi 4 Oktober 2020
  Selebgram Nathalie Holscher Menjadi Mualaf Didampingi Sule
  MUI Tolak Program Sertifikasi Penceramah Kemenag
  Marah ke Menag, Jenderal Gatot Nurmantyo: Tangkap Saya, Sayalah yang Makar
 
ads1

  Berita Utama
Anton Tabah Digdoyo: Kibarkan Bendera Setengah Tiang, PKI Nyata Dan Selalu Bikin Kacau NKRI!

Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

Banggar DPR Bersama Pemerintah Setujui RUU APBN TA 2021

KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sudah 123 Dokter Meninggal Gara-gara Covid-19, Ini Rinciannya

Din Syamsuddin: Polri Berpihak pada Penentang KAMI, Padahal Melanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Pledoi Rudi Manro: Requisitor Jaksa 'Mengkriminalisasi' Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

DPR Sayangkan Penghancuran Ribuan Masjid di China

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2