Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Barack Obama
Obama Menyarankan Donald Trump, Kepresidenan AS Bukan Bisnis Keluarga
2017-01-09 09:27:56
 

Presiden Barack Obama juga mengatakan Trump harus 'menghormati' lembaga-lembaga Amerika Serikat.(Foto: Istimewa)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menyarankan agar penerusnya, Donald Trump, tidak berupaya untuk menjalankan Gedung Putih 'dengan cara Anda mengelola bisnis keluarga'.

Dalam wawancara dengan ABC News, Obama mengatakan Trump harus 'menghormati' lembaga-lembaga Amerika Serikat.

"Setelah Anda disumpah, Anda memimpin organisasi terbesar di Bumi," kata Obama.

Donald Trump, pengusaha besar yang menjadi presiden lewat Partai Republik, akan dilantik sebagai presiden AS pada 20 Januari mendatang.

Dia juga memperingatkan ada perbedaan antara memerintah dan berkampanye.

Obama, AS, TrumpImage copyrightAP
Image captionDonald Trump akan diambil sumpahnya pada 20 Januari untuk menggantikan Presiden Barack Obama.

"Ada pasar uang dan modal dunia serta orang-orang di seluruh dunia yang menanggapi serius yang dikatakannya (Trump).

Hari Rabu (11/1), Trump diperkirakan akan menggelar konferensi pers tentang bagaimana kerajaan bisnisnya akan dikelola untuk menghindari konflik kepentingan dengan posisinya sebagai presiden.

Selama ini dia sudah menjawab pertanyaan tentang masalah itu, namun konferensi pers Rabu (11/1) nanti akan menjelaskan secara rinci.

Serangan 'internet' Rusia

Obama juga mengangkat laporan-laporan badan intelijen Amerika Serikat tentang dugaan serangan dunia maya oleh Rusia dan upaya untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS 2016, yang dimenangkan Trump. Dia mengakui sempat menganggap remeh hal tersebut.

Obama, ASImage copyrightAFP/MANDEL NGAN
Image captionPresiden Obama mengakui sempat meremehkan dugaan serangan internet Rusia.

"Saya kira saya menganggap remeh pada tingkat bahwa, dalam era informasi baru saat ini, adalah mungkin untuk melakukan disinformasi... dan oleh karena itu berdampak atas masyarakat kita yang terbuka," jelasnya.

Ditambahkan bahwa sudah berlangsung pembicaraan antara dia dengan Trump, yang antara lain membahas tentang pentingnya untuk memiliki keyakinan atas intelijen.

"Akan ada masa-masa ketika satu-satunya cara untuk mengambil keputusan yang baik adalah jika Anda yakin bahwa proses itu berjalan."

Pekan lalu, Trump menegaskan bahwa dia adalah pendukung badan-badan intelijen setelah selama beberapa bilang meragukan hubungan Rusia dengan pelanggaran keamanan internet di Amerika Serikat.

Namun belakangan, lewat pesan Twitter dia mempertanyakan tanggapan Partai Demokrat atas serangan internet.

"Bagaimana dan kenapa mereka amat yakin dengan peretasan jika mereka tidak pernah meminta pengkajian atas server komputer? Apa yang terjadi?"(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Majelis Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pungli Abun dan Elly

Mengenal Kang Ajat Cagub Jabar yang Resmi Diusung Gerindra

Uni Eropa dan Rusia Tolak Dukung Trump Mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Hina Islam dan Alquran, Pendeta Abraham Ditangkap Bareskrim

 

  Berita Terkini
 
Usai Vonis Bebas, Abun dan Elly Langsung Dibebaskan dari Lapas

Fahri Hamzah Untuk 2019

3 Perempuan AS Menuduh Trump 'Menggerayangi' Mereka

Selama Tahun 2017 DPR Selesaikan 17 RUU

Fadli Zon Menjabat Plt Ketua DPR RI

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2