Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Virus Corona
Obama Kecam Keras Presiden Trump dalam Menangani Pandemi Virus Covid-19 di AS
2020-05-13 02:09:15
 

Dalam percakapan video terbatas, Obama menyebut penanganan pandemi oleh pemerintah AS sebagai 'bencana yang sangat kacau'.(Foto: GETTY IMAGES)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama mengecam keras penggantinya, Donald Trump, dalam menangani krisis virus corona di AS.

Dalam percakapan video untuk kalangan terbatas, Obama menyebut penanganan pandemi oleh pemerintah AS sebagai "bencana yang sangat amburadul".

Obama mengatakan hal itu ketika mendorong eks-stafnya agar membantu tim sukses calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, dalam pilpres mendatang, seperti dilaporkan CNN.

Gedung Putih menanggapi pernyataan Obama dengan mengatakan bahwa respons Presiden Trump terhadap pandemi merupakan aksi "yang belum pernah terjadi sebelumnya" sehingga dapat "menyelamatkan nyawa rakyat AS".

Selama percakapan video, Obama mengatakan pendekatan Trump terhadap pemerintah dalam menanggapi virus corona patut disalahkan.

"Hal itu akan menjadi buruk bahkan dengan langkah terbaik pemerintah," katanya seperti dikutip dalam percakapan video itu.

"Itu benar-benar bencana yang sangat kacau ketika pola pikir 'apa untungnya buat saya' dan 'persetan dengan orang lain', diterapkan dalam pemerintahan kita."

Obama juga mengkritik keputusan pembatalan tuntutan pidana terhadap mantan Penasihat Keamanan Nasional, Michael Flynn.

coronaHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionPara penerima bantuan dari sebuah lembaga amal mengantre di Kota New York, pada 9 Mei lalu.

Bagaimana situasi virus corona di AS?

Hampir 80.000 orang meninggal dunia dan pemerintah AS memastikan lebih dari 1,3 juta kasus - keduanya merupakan yang tertinggi di dunia.

Banyak negara bagian mulai menerapkan karantina wilayah alias lockdown pada Maret lau, namun saat ini sudah mencabutnya, sehingga memungkinkan warga untuk kembali bekerja.

Tetapi para pejabat kesehatan memperingatkan pelonggaran itu dapat menyebabkan virus menyebar lebih jauh.<

Pendekatan Trump terhadap pandemi ini tidak jelas. Pada Februari lalu dia menolak ancaman pandemi, dengan mengatakan persoalan itu akan hilang dengan sendirinya, tetapi pada pertengahan Maret dia mengakui tingkat keparahannya.

Pada April, dia mengatakan bahwa mengonsumsi cairan disinfektan bisa menjadi pengobatan - ucapan yang ditolak para ahli.

Pekan lalu dia mengumumkan akan mengakhiri kerja gugus tugas virus corona, tetapi kemudian dia mengatakan masa kerjanya akan berlanjut - namun fokus pada pembukaan kembali aktivitas ekonomi.

Anggota gugus tugas penanganan virus corona Gedung Putih mungkin terpapar virus.

Dalam perkembangan terbaru, tiga anggota gugus tugas penanganan virus corona Gedung Putih melakukan isolasi mandiri selama dua pekan karena kemungkinan terpapar Covid-19.<

Dr Anthony Fauci, yang dikenal sebagai simbol melawan virus di AS, adalah salah seorang yang akan masuk ke karantina.

anthony FauciHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionDr Anthony Fauci (kanan), yang dikenal sebagai simbol melawan virus di AS, adalah salah seorang yang akan dikarantina.

Lembaga yang dipimpinnya, Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, mengatakan dia "berisiko relatif rendah" terpapar virus tersebut.

Anthony Fauci kemudian dinyatakan negatif.

Pria berusia 79 tahun itu akan bekerja dari rumah untuk sementara waktu dan akan diuji secara teratur, kata lembaga itu.

Sekretaris pers Wakil Presiden Mike Pence, Katie Miller, mengatakan istri asisten Trump, Stephen Miller, dinyatakan positif terkena virus itu pada Jumat lalu.

Siapa saja yang mengisolasi diri?

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyajit (CDC), Dr Robert Redfield, dan komisioner Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Stephen Hahn, juga melakukan isolasi mandiri.

Robert Redfield dan Stephen HahnHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionDr Robert Redfield dan Stephen Hahn akan melakukan isolasi diri selama dua pekan.

Dalam sebuah pernyataan, CDC mengatakan Dr Redfield, 68 tahun, tidak memiliki gejala dan merasa tidak enak badan, namun akan melakukan kerja jarak jauh selama dua pekan setelah "berisiko relatif rendah" terpapar dari seseorang di Gedung Putih. Tidak jelas siapa sosok tersebut.

Dan seorang juru bicara FDA mengatakan kepada kantor berita Reuters pada Jumat bahwa Stephen Hahn, yang berusia 60 tahun, juga melakukan isolasi diri. Dia juga dinyatakan negatif, demikian menurut juru bicara itu.

Ketiga orang itu direncanakan diundang komite Senat pada Selasa.

Sebelum ada pemberitaaan tentang Dr Fauci, ketua komite Senator Lamar Alexander mengatakan bahwa Dr Redfield dan Dr Hahn akan diizinkan untuk bersaksi melalui jaringan video.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Virus Corona
 
  Intensif Cegah Covid-19 Muhammadiyah Distribusikan Ribuan Hand Sanitizer dan 1 Juta Masker
  Langgar Prokes, Para Night Biker Ditindak Satuan Patwal Ditlantas Polda Metro
  Satpol PP Jakut Tindak 5.358 Pelanggar Tertib Masker
  Sindikat Pemalsu Hasil Swab PCR dan Antigen Diringkus Jatanras Ditreskrimum Polda Metro
  Ketua Satgas Doni Monardo Terpapar Covid-19, Masyarakat Diminta Hindari Makan Bersama
 
ads1

  Berita Utama
Sudjiwo Tedjo Heran Polri Hidupkan Pam Swakarsa Tapi FPI Dibubarkan

Ketua Satgas Doni Monardo Terpapar Covid-19, Masyarakat Diminta Hindari Makan Bersama

Sah!!, DPR RI Tetapkan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri ke-25

SPM Belum Memenuhi Syarat, PKS: Batalkan Kenaikan Tarif Jalan Tol!

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sukamta Minta Pemerintah Serius Tangani KKB di Papua

Anggota DPR Minta Anggaran Sektor Pertanian Tidak Dipangkas

Intensif Cegah Covid-19 Muhammadiyah Distribusikan Ribuan Hand Sanitizer dan 1 Juta Masker

Langgar Prokes, Para Night Biker Ditindak Satuan Patwal Ditlantas Polda Metro

Siber Bareskrim Polri Jemput Paksa Ambroncius Nababan, Tersangka Rasisme

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2