Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
PAN Sebut Demokrat Sudah Tak Sejalan dengan Koalisi Prabowo-Sandi
2019-06-09 04:26:51
 

Dradjad Wibowo, Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP (PAN).(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Partai Amanat Nasional (PAN) mengakui Partai Demokrat sudah tidak sejalan dengan koalisi Adil Makmur yang mengusung capres-cawapres 02, Prabowo-Sandi. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP (PAN), Dradjad Wibowo.

Drajad menilai hal tersebut dari sikap dan pernyataan elite Demokrat yang tidak sejalan dengan koalisi Prabowo-Sandi. Meski demikian, manuver politik yang dilakukan partai Demokrat tidak berpengaruh pada internal koalisi.

Dia juga menilai, sikap dan langkah politik berlambang mercy itu merupakan hak Demokrat sepenuhnya. PAN, kata dia, tidal bisa ikut campur.

Dradjad menegaskan, sampai saat ini, PAN masih tetap berada dalam koalisi Adil Makmur. Dia juga menegaskan, jika ada pernyataan ataupun manuver politik yang dilakukan kader PAN maka itu adalah sikap pribadi, tidak ada hubungannya dengan partai.

"Sebagai organisasi, PAN tetap di koalisi Prabowo-Sandi sesuai keputusan Rakernas 2018," kata Drajad di Jakarta, Sabtu (8/6).

Keputusan Rakernas PAN 2018 masih berlaku sampai saat ini. Dradjad mengatakan, belum ada Rakernas lagi yang memutuskan kebijakan politik lain.

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais bersama para ulama dan habaib, masih tetap konsisten berjuang bersama Prabowo-Sandi serta para pendukungnya. Begitu juga dengan PKS, menurut Drajad, tetap berada dalam koalisi Prabowo-Sandi.

"Demikian juga dengan Partai Berkarya, saya rasa seperti itu posisinya," katanya.(EPJ/mjr/indonesiainside/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Langkah Kuda Hitam Mega
  Harus Diakui Kehebatan Mereka dalam Fabrikasi Pengalihan Isu
  Demi Keutuhan NKRI, Jokowi-Titiek Soeharto Jadi Rekonsiliasi Politik Damai
  PKS: Lebih Baik Prabowo Nyatakan sebagai Oposisi ke Jokowi
  Rekonsiliasi dan Konstalasi Politik Pasca MRT
 
ads

  Berita Utama
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi

BEM SI Kembali Gelar Aksi Siang Ini Mendesak Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?

Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun

 

  Berita Terkini
 
BNNK Balikpapan Amankan Suami Istri Kurir Sabu dengan Barbuk Sabu 2 Kg

Presiden Prancis Emmanuel Macron: 'Jangan Memberi Cap Buruk kepada Muslim dan Pemakai Hijab'

KPK Tetapkan 3 Tersangka dari OTT Kasus Proyek Jalan Rp 155,5 Milyar di Kaltim

Vonis 12 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Milyar untuk Trisona Putra Pemilik 499,4 Gram Sabu

BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2