Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Narkoba
PMJ Bersama Bea Cukai Berhasil Ungkap Ekstasi 50.000 Butir, Jaringan Jerman - Indonesia
2018-05-30 16:29:21
 

Tampak Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dan AKBP Dony Alexander bersama tim Bea Cukai saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (30/5).(Foto: BH /as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit II Diresnarkoba Polda Metro Jaya (PMJ) dibawah pimpinan AKBP Dony Alexander bersama Bea Cukai berhasil mengungkap ekstasi 50.000 butir, jaringan internasional Jerman-Indonesia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan ekstasi jaringan internasional dari Jerman yang dikirim ke Surabaya sebanyak 25.000 butir dan Jakarta 25.000 butir.

"Tersangka yang ditangkap di Surabaya berjumlah lima orang dan tersangka yang ditangkap di Jakarta juga lima orang," kata Argo di Polda Metro Jaya, Rabu (30/5).

Tersangka yang ditangkap di Surabaya berinisial FS alias IC, SNL alias FRM, M. ABD alias AD, M. SBC alias BKN, LKT STD alias LKT.

"Awalnya yang ditangkap FS alias IC dan SNL alias FRM penerima paket deliveri di kantor pos SPP Surabaya. Setelah paket dibuka berisi narkotika jenis ekstasi sebanyak lima bungkus dengan total 25.000 butir ekstasi," jelasnya.

Selanjutnya dilakukan pengembangan ditangkap tiga tersangka lainnya.

Sedangkan untuk pengungkapan ekstasi berjumlah 25.000 butir di Jakarta, berawal berdasarkan informasi dari masyarakat. Bahwa ada peredaran narkotika jenis ekstasi yang dilakukan seorang perempuan.

"Tim menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap seorang perempuan dengan nama panggilan FB," ucap Argo.

Hasil pengembangan dari FB ditangkap FNTG. Selanjutnya dikembangkan dengan teknik control delivery, berhasil ditangkap IRW, AG dan RL DW SPT.

Jaringan Surabaya dan Jakarta ini dikendalikan dari dalam lapas.

Akibat perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 113 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 321 (1) lebih subsider Pasal 112 (2) Juncto Pasal 321 (1) UUD RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan UUD kesehatan no. 36 tahun 2009 Pasal 197 (kasus Keytamine) dengan ancaman maksimalkan hukuman mati atau kurungan 20 tahun penjara.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Mengedepankan WBK dan WBBM, Ditjen AHU Kemenkumham Siap Laksanakan OSS

Perang Dagang: AS Terapkan Bea Masuk Produk Cina Bernilai Hampir Rp3.000 Triliun

Terkait Laporan NasDem, Otto Hasibuan Bersama 720 Pengacara Bergabung Mendukung Rizal Ramli

Ada 17 Poin Pakta Integritas Ijtima Ulama II Ditandatangani Prabowo Subianto

 

  Berita Terkini
 
Mengedepankan WBK dan WBBM, Ditjen AHU Kemenkumham Siap Laksanakan OSS

Direktorat Hukum Bakamla RI Tingkatkan Kapasitas Personel di Bidang Perundang-Undangan

Museum Basoeki Abdullah akan Gelar Pameran Lukisan dari 19 Perupa

Polisi Menangkap 2 Tersangka Penjual Obat Keras Berbagai Merk 15.367 Butir

Perang Dagang: AS Terapkan Bea Masuk Produk Cina Bernilai Hampir Rp3.000 Triliun

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2