Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Jaringan Teroris
PN Tangerang Segera Adili Jaringan Teroris Sukoharjo
Wednesday 02 Nov 2011 22:02:00
 

Foto terduga teroris Sukoharjo, Sigit Qurdowi (kanan) & Hendro Yunianto (Foto: Gstatic.com)
 
TANGERANG (BeritaHUKUM.com) – Delapan terdakwa terorisme jaringan Sukoharjo, Jawa Tengah, segera menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Banten. Hal ini menyusul pelimpahan berkas tersebut dari Kejaksaan Agung, menyusul surat keputusan Ketua Mahkamah Agung (MA) bernomor 137/KMA/SK/IX/2011 yang menunjuk pengadilan ini untuk memeriksa perkara ini.

Para terdakwa yang akan diadili tersebut, yakni Ari Budi Santoso alias Abbaz alias Erwan alias Mustofa; Hari Budiarto alias Hari alias Nobita; Arifin Nur Haryono alias Arifin; Jakim alias Zaim alias Saiful Mubaraq; Edi Tri Wijayanto alias Edi alias Jablay alias Edi Jablay; Ishak Andriana alias Abu Syifa; Echo Ibrahim alias Eko Ibrahim alias Baim; dan terakhir Dzulkifli Lubis alias Abu Irhab alias Jaisyul Haq.

“Kami telah menerima pelimpahan berkas perkara itu pada Senin (1/11) kemarin. Persidangan delapan terdakwa ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Alasan sidang di PN Tangerang, karena karena faktor keamanan. Jika dilaksanakan di PN Sukoharjo dikhawatirkan tak dapat dilaksanakan secara maksimal,” kata panitera muda pidana PN Tangerang Doddy Hermayadi kepada wartawan, Rabu (2/11).

Menurut Doddy, pelimpahan perkara terorisme menjadi tantangan bagi PN Tangerang. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Metro Tangerang dalam pengamanan sidang tersebut. Demi menjaga para hakim yang menangani perkara ini, aparat keamanan akan melakukan penjagaan terhadap mereka.

Pengamanan terhadap majelis hakim, jelas dia, untuk mengantisipasi serangan teror dari pihak yang tak bertanggung jawab yang dapat membahayakan jiwa sang Hakim. Dengan pengamanan ini, para hakim akan tenang mengadili para terdakwa perkara terorisme itu.

Selain majelis hakim, ungkap Doddy, pengamanan juga diberikan terhadap panitera pengganti dan jaksa penuntut umum (JPU) yang berasal dari Satgas Antiteror Kejagung. Namun Doddy tak mengetahui pasti apakah pengamanan, khususnya majelis hakim berlaku sampai di rumahnya. “Kemungkinan bisa jadi jadi mereka mendapat pengawalan penuh,” tandasnya.

Sementara itu, Asludin Hatjani membenarkan bahwa dirinya bersama para pengacara yang tergabung dalam Tim Pembela Muslim (TPM) Palu akan berindak selaku kuasa hukum para terdakwa. Hal ini telah didapatkannya sejak kasus ini dalam penyidikan Polri. “Para terdakwa ini dituding masih memiliki keterkaitan jaringan teroris Cirebon, sama sekali bukan jaringan Abu Bakar Baasyir," jelas dia yang dikonfirmasi melalui ponselnya.(tnc/mry/bie)



 

 
   Berita Terkait > Jaringan Teroris
 
  Iriawan: Karena Melawan, Terpaksa Ditembak Mati
  Polisi Tangkap Dua Terduga Pembantu Teroris
  Oknum Polisi yang Membantu Teroris Divonis Tiga Tahun Penjara
  Rencana Terorisme Terbesar di Perancis Dibongkar
  Mantan Asisten Noordin Bermain Lagi
 
ads

  Berita Utama
KPK OTT Direktur BUMN Krakatau Steel, Jokowi Gagal Kelola BUMN yang Bersih dari Korupsi dan Suap

Polisi Menangkap 9 Tersangka Sindikat Pemalsu Materai yang Dijual Online

KPK Tetapkan 3 Tersangka Dalam Kasus Suap Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama

Tunjukkan Solidaritas, Lampu JPO GBK Visualkan Warna Bendera Selandia Baru

 

  Berita Terkini
 
Kampanye Akbar Capres 02 Prabowo di Karebosi Makassar Ada Bendera Golkar

Jelang Ujian Nasional IPPNU Kaur Gelar Istiqhotsah Akbar dan Do'a Bersama

Jokowi Dihukum, Survey Diragukan

FKUB Banten Imbau Masyarakat Sukseskan Pemilu Damai

ISIS Dinyatakan Kalah Setelah Pasukan Koalisi Rebut Pertahanan Terakhir

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2