Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Gempa
Pantau Pasca Gempa, Fahri Hamzah Belum Temukan Bantuan untuk Sumbawa
2018-09-06 13:16:53
 

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat di lokasi Gempa.(Foto: Iwan/od)
 
LOMBOK, Berita HUKUM - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kembali memantau penanganan pasca gempa di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari hasil pemantauan, secara umum pemerintah belum menurunkan dana apapun yang terkait dengan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca gempa NTB. Infrastruktur pendidikan, kesehatan, rumah ibadah dan lainnya belum tersentuh bantuan dan terjadi silang kepentingan dalam penanganan.

"Pemerintah daerah telah siap dengan verifikasi dan implementasi, namun uang untuk bantuan itu cuma dibicarakan pemerintah pusat. Belum ada wujudnya," kata Fahri saat berdialog dengan warga di lapangan Desa Meraran, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, Rabu (5/9/).

Fahri dan Anggota DPRD Provinsi NTB Nurdin Ranggabarani juga menyambangi Pulau Bungin yang lokasinya sangat dekat dengan episentrum gempa 19 Agustus. Di Pulau Bungin dan Kecamatan Taliwang, Fahri menyerahkan simbolis bantuan kepada Wakil Bupati Sumbawa Barat dan Kwarcab Pramuka Sumbawa Barat.

Di Sumbawa perhatian publik dan pemerintah pusat tidak maksimal karena fokus bantuan ada di Pulau Lombok, yang memang lebih awal diguncang gempa. Padahal di Sumbawa kerusakan tak kalah parah hanya dalam satu guncangan 6,9 Skala Richter (SR) pada 19 Agustus lalu.

Tidak hanya itu, politisi Dapil NTB itu juga melakukan inspeksi dan memberikan pengarahan di Posko Bencana di Kecamatan Alas dan Kecamatan Taliwang. Kemudian, pada sekolah darurat di Alas, Fahri menyemangati siswa SD Negeri, dialog dengan warga di Desa Lamunga, serta menyertai warga sholat Maghrib hingga Isya di Meraran, Seteluk.

Di Pulau Bungin 24 rumah terbakar dan sebagian lainnya ambruk akibat gempa. Selain itu di wilayah Alas beberapa sekolah ambruk. Di Kabupaten Sumbawa Besar, di Desa Lamunga dan Desa Meraran, Kecamatan Seteluk puluhan rumah roboh dan hingga hari ini warga masih tinggal di lapangan dengan tenda-tenda seadanya.

Sebelumnya, dalam dialog sinkronisasi penanganan pasca gempa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2018) lalu, Fahri meminta pemerintah untuk membangun posko nasional di Lombok untuk memudahkan koordinasi penanganan usai gempa. Sebab menurut dia, kehadiran pemerintah pusat dalam membentuk posko nasional menjadi keharusan karena banyak para pejabat daerah juga terkena gempa.

"Setelah Lombok Utara diguncang gempa, banyak para pejabat yang terkena dampak," kata Fahri sambil menambahkan bahwa kehadiran posko nasional juga akan membangkitkan solidaritas sosial masyarakat untuk dapat menghadapi bencana. Selain itu, Fahri meminta tiap lembaga pemerintah yang terlibat dalam penanganan gempa melakukan sinkronisasi data agar tidak berbeda satu sama lain.(iw/sf/DPR/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Gempa
 
  Konsisten Dampingi Lombok, Wujud Ta'awun MDMC dan LazisMu untuk Negeri
  Tangani Bencana Lion Air, Pemerintah Jangan Lupakan Korban Gempa dan Tsunami
  Fahri Hamzah Kritik Birokrasi Penanganan Gempa NTB
  Korban Gampa Lombok Harus Tertangani dengan Baik
  Dansatgas Kogasgabpad Tinjau Tempat Pengungsian Warga Lombok Timur
 
ads

  Berita Utama
Said Didu: Sejak Awal Esemka Cuma Mobil Bohongan!

Abu Bakar Ba'asyir Tidak Bebas, BPN Prabowo-Sandi: Siapa Yang Sebar Hoax Jokowi Atau Yusril?

Update Banjir Sulawesi Selatan, BNPB Mencatat 8 Orang Meninggal, 4 Orang Hilang

Sandi Effect, Pembeda Pilpres 2019

 

  Berita Terkini
 
Menanggapi SE Sekda Lampung, Ketum SPRI: Pemda Seharusnya Tidak Melakukan Diskriminasi Anggaran

Said Didu: Sejak Awal Esemka Cuma Mobil Bohongan!

Abu Bakar Ba'asyir Tidak Bebas, BPN Prabowo-Sandi: Siapa Yang Sebar Hoax Jokowi Atau Yusril?

Update Banjir Sulawesi Selatan, BNPB Mencatat 8 Orang Meninggal, 4 Orang Hilang

Koordinator TPDI, Petrus Salestinus: SKB 3 Menteri Langgar Hukum dan HAM Para Aparatur Sipil Negara

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2