Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Samarinda
Para Agen Kapal Demo Sabandar Samarinda, KSOP Akui Pelayanan Kurang Prima
2019-02-28 20:32:33
 

Suasana aksi demo di KSOP Samarinda, Kamis (28/2).(Foto: BH /gaj)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Akibat pelayanan yang kurang prima dan membuat ratusan agen kapal kecewa, akhirnya para agen kapal menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas II Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaktim) pada, Kamis (28/2).

Dalam aksi massa dengan membawa spanduk yang menuntut agar menganti KSOP, massa dalam orasi mereka menilai pelayanan yang diberikan oleh petugas Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) mengalami penurunan yang mengakibatkan keterlambatan keberangkatan Kapal.

Selain menggelar orasi, massa juga memasang spanduk tepat di pintu masuk kantor pelayanan publik KSOP yang bertuliskan "Kami dari Agen Tuntut Pelayanan Prima, Ganti KSOP".

Kordinator lapangan Muchtar mengatakan, Ia merasa kecewa atas pelayanan yang dilakukan oleh KSOP yang baru sejak menduduki jabatan sebagai KSOP Samarinda.

"Ini bentuk keresahan dan kekecewaan kami, karena pelayanan yang tidak maksimal, kita ngurus berkas perizinan pagi, keluarnya bisa sampai malam," ujar Muchtar, Kamis (28/2).

Kendati mengalami keterlambatan, namun dirinya mengungkapkan tidak ada kerugian material yang diderita oleh pihaknya maupun agent kapal lainnya.

"Kerugian material memang tidak ada, tapi kita kehabisan waktu hanya untuk mengurus berkas perizinan. Kita menuntut pelayanannya saja," tegasnya.

Sementara, menanggapi aksi deno dari para Agen Kapal, Kepala KSOP Klas II Samarinda, Capt Dwi Yanto, mengakui aksi yang dilakukan oleh para agent kapal terkait dengan penurunan pelayanan.

"Masalah pelayanan, memang agak tersendat karena ada beberapa instansi yang dikumpulkan oleh KPK, jadi kita harus berbenah, sekarang antara instansi dengan yang lain harus saling terhubung," terang Dwi Yanto.

"Dulu memang tidak ada masalah, karena tidak dibenahi, tapi tidak apa-apa akan kita benahi ini, tidak masalah jika KPK datang ke KSOP, pasalnya pihaknya telah melakukan pembenahan sistem pelayanan tinggal pertukaran data saja," pungkas KSOP Dwi Yanto.(bh/gaj)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Kritik Fachrul Razi, Din Syamsuddin: Ganti Saja Kemenag Jadi Kementerian Antiradikalisme

Sepiring Berdua, Ngapain Ada Pilpres?

Prabowo Jadi Menhan, Relawan Jokowi pada Kecewa

Miliki Tugas Yang Rentan, Kemenkumham Dorong Perbaikan BHP

 

  Berita Terkini
 
Kritik Fachrul Razi, Din Syamsuddin: Ganti Saja Kemenag Jadi Kementerian Antiradikalisme

HNW: Pimpinan Tidak Bisa Muncul Tiba-Tiba Tetapi Harus Melalui Kaderisasi

Dibutuhkan Keseriusan Pemerintah Penuhi Kebutuhan Pangan Dalam Negeri

PKS Khawatirkan Nasib Pendidikan Indonesia di Bawah Mendiknas Nadiem Makarim

Puji Setyowati Soroti Maraknya Kasus Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2