Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Kebakaran
Pasca Kebakaran, Sekitar 100 Koleksi Museum Bahari Hangus Terbakar
2018-01-18 08:17:48
 

Api yang membakar Museum Bahari.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Api yang membakar Museum Bahari, Selasa (16/1) kemarin, selain menghanguskan bagian gedung C dan A juga menyebabkan kerusakan sekitar 100 koleksi museum.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Museum Bahari, Huznizon Nizar mengatakan, pihaknya sudah merampungkan indentifikasi koleksi museum yang terbakar maupun rusak akibat kejadian itu.

"Ada sekitar 100 koleksi kita yang terbakar. Kerugiannya tidak ternilai," ujarnya, Rabu (17/1).

Secara rinci, dijelaskan Soni bagian gedung yang terbakar meliputi lantai 2 Gedung A5 (Ruang Legenda Laut Internasional), lantai 2 Gedung A4 (Ruang Legenda Bahari Nusantara), lantai 1 Gedung C3 (Ruang Miniatur Perahu Tradisional dan Gudang), lantai 2 Gedung C3 (Ruang Alat Navigasi dan Miniatur Perahu Tradisional) dan lantai 2 Gedung C2 (Ruang Perang Laut Jawa).

Sedangkan koleksi yang terbakar di antaranya, perahu asli cadik Bali, perahu asli Pangandaran, perahu asli Sumatera Utara, kemudi kapal, rumah kompas, lukisan pantai dan pelabuhan, maket Pulau Onrust, maket Batavia, perahu Layar Lambo Perahu Mayang, Golekan Lete, serta buku perjalanan perang Laut Jawa.

"Kerusakan gedung berupa atap yang runtuh serta jendela dan pintu yang hangus terbakar," tandasnya.

Sementara, Pasca terjadinya kebakaran, Museum Bahari di Jl Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, akan direstorasi. Restorasi ini akan melibatkan sejumlah tenaga ahli, khususnya di bidang sejarah dan cagar budaya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan dibantu tim yang mengasistensikan status World Heritage dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

"Bersama-sama kami ingin memastikan Museum Bahari akan direstorasi," kata Sandi, Rabu (17/1).

Menurutnya, upaya mencegah kejadian serupa terulang di museum-museum yang ada di Jakarta diperlukan pengawasan atau monitoring yang lebih baik lagi. Terutama, terkait instalasi listrik atau jaringan kabelnya.

"Dugaan sementara, kebakaran kemarin dipicu korsleting. Untuk itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan harus mengintensifkan pengawasan," tandasnya.

Sekadar diketahui, Museum Bahari terbakar pukul 09.00 WIB, Selasa (16/1) kemarin. Selain menghanguskan bangunan museum, si jago merah turut membakar sejumlah koleksi yang ada. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB.(beritajakarta/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Kebakaran
 
  Gerbang Tol Pejompongan Arah Semanggi Terbakar
  Apartemen Laguna Terbakar, Ratusan Penghuni Panik Lewat Pintu Darurat
  Kebakaran 3 Rumah di Kelurahan Kalibaru Diduga Akibat Percikan Listrik
  Gedung Terbakar di JIExpo Adalah Gedung Masih Proses Pembangunan
  Kebakaran Hebat Kembali Musnahkan Ratusan Lapak di Pasar Segiri Samarinda
 
ads

  Berita Utama
Kombes Hengki: Polisi Menangkap 23 Preman pada 2 Lokasi di Kalideres

Tingginya Tingkat Pengangguran Lulusan SMK Dipertanyakan

Elemen Warga Solo Raya Polisikan Bupati Boyolali Yang Menghina Capres Prabowo 'Asu'

Sudirman Said: Waspadai Genderuwo Ekonomi yang Grogoti Kekayaan Indonesia

 

  Berita Terkini
 
Pemkab Kaur Memperingati Hari Pahlawan Bersama Muspida

Hentikan Kenaikan Harga Beras Medium

Kombes Hengki: Polisi Menangkap 23 Preman pada 2 Lokasi di Kalideres

Tingginya Tingkat Pengangguran Lulusan SMK Dipertanyakan

Sukses Membludaknya Hijrah Fest: Milenial Tak Peduli Islam?

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2