Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Pembacokan
Pembacok Kapolsek Didor
Monday 06 Jan 2014 11:03:10
 

Ilustrasi, pembacokan.(Foto: Istimewa)
 
BANDUNG, Berita HUKUM - Salah seorang pelaku pembacokan Kapolsek Astana Anyar Kota Bandung, Kompol Sutorih, berhasil dilumpuhkan dengan timah panas.

Kompol Sutorih sendiri harus mendapat lima jahitan di kepala bagian belakang dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Immanuel Bandung karena mengalami luka usai melerai perkelahian di depan karaoke Anggun di Jalan Sudirman, Minggu (5/1).

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko menuturkan, kronologis kejadian berdarah tersebut bermula saat penangkapan anggota kepolisian kepada Evi Rudianto (28) dan Ali Apriansyah (34) yang melakukan percobaan penjambretan di jalan Cibadak sekitar pukul 03.30 WIB.

“Mendapat laporan tersebut kapolsek (Kompol Sutorih) beserta anggota Polsekta Astana Anyar melakukan pengecekan ke jalan Cibadak. Baru tiba di lokasi kapolsek mendapat informasi ada keributan di karaoke Anggun di jalan Sudirman,” katanya saat ditemui di Mapolsek Astana Anyar, seperti dilansir jpnn.com.

Kemudian kapolsek dan anggota melakukan pengecekan ke lokasi karaoke dengan menggunakan kendaraan roda dua. Baru saja tiba di lokasi kapolsek sempat dihadang oleh rombongan Iklar alias Ikar ((22), Angga (22), Irfan (20) dan Ade Ogi yang merupakan komplotan Evi dan Ali yang baru saja ditangkap.

"Sampai di karaoke Anggun, ada rombongan yang membentak mana teman saya yang ditangkap sambil mendorong kapolsek. Saat itu Iklar mengayunkan golok ke arah kepala bagian kanan atas telinga dan melarikan diri," ucapnya.

Trunoyudo menjelaskan, kurang dari dua jam setelah kejadian pihaknya berhasil menangkap keempat tersangka lainnya di beberapa tempat yang berbeda. Namun Iklar harus dihadiahi timah panas di kaki kanannya setelah mencoba menyerang anggota saat akan ditangkap.

"Kita terpaksa lumpuhkan tersangka (Iklar) dengan timah panas karena berusaha melawan saat akan ditangkap. Dia (Iklar) yang melakukan pembacokan. Dia (Iklar) ditangkap tidak jauh dari lokasi kejadian kejadian (pembacokan)," ujarnya.

Disinggung apakah saat kejadian tersangka mengkonsumsi minuman beralkohol atau dalam keadaan mabuk saat insiden tersebut, Truno menegaskan, beberapa orang diketahui dalam perngaruh minuman beralkohol. "Ada beberapa yang dalam keadaan mabuk," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Trunoyudo membeberkan dugaan sementara aksi pembacokan ini dikarenakan rombongan tidak terima dengan penangkapan terhadap dua tersangka, disamping pengaruh minuman keras.

Selain itu, pihaknya pun berhasil menyita barang bukti berupa parang sepanjang 60 sentimeter yang digunakan pelaku untuk membacok Kompol Sutorih serta tiga kendaraan roda dua yang digunakan dalam beraksi.

“Kini keenamnya masih kita tahan di Mapolrestabes Bandung dan masih melakukan pendalaman kasus. Untuk jeratan kasusnya para tersangka terancam akan dijerat pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan dengan ancaman kurungan penjara lebih dari 5 tahun,” tandasnya.(bal/jpnn/bhc/rby)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
4 Tersangka Narkoba Ditangkap dan 1 Pelaku Tewas Melawan Polisi

Polda Metro Jaya dan Perum Bulog Melakukan Operasi Pasar di Jabodetabek

Majelis Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pungli Abun dan Elly

Mengenal Kang Ajat Cagub Jabar yang Resmi Diusung Gerindra

 

  Berita Terkini
 
MK Tolak Uji Aturan Iklan Rokok

MK Tolak Uji Aturan Pemakaian Toga di Pengadilan

Sable Yu, Aktris Indonesia-China 'Dilecehkan' Sutradara Inggris di Hong Kong

Sekitar 6.700 Muslim Rohingya Tewas dalam Sebulan, kata MSF

Indonesia Harus Miliki Sikap dan Kekuatan Lebih Pada Sidang OKI

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2