Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Bangladesh
Pemilu Berdarah Bangladesh: PM Sheikh Hasina Menang Lagi, Oposisi Minta Pemilu Ulang
2019-01-02 06:07:51
 

PM Sheikh Hasina, telah berkuasa di Bangladesh sejak 2009.(Foto: Istimewa)
 
BANGLADESH, Berita HUKUM - Komisi Pemilihan Umum Bangladesh menyatakan bahwa partai berkuasa Liga Awami pimpinan Perdana Menteri Sheikh Hasina telah memenangi pemilu sehingga Hasina dapat menjabat untuk ketiga kalinya.

Pemilu ditandai dengan sejumlah bentrokan berdarah antar aktivis partai saat pencoblosan, mengakibatkan setidaknya 17 orang meninggal dunia.

Sementara itu, koalisi oposisi utama Bangladesh menuntut dilangsungkannya pemilu ulang karena adanya berbagai laporan kecurangan.

"Kami mendesak komisi pemilihan umum untuk membatalkan hasil lelucon ini sesegera mungkin," kata pemimpin oposisi, Kamal Hossain.

"Kami menuntut pemilu baru digelar di bawah pemerintah yang netral secepat mungkin," tambahnya.

Komisi Pemilihan Umum Bangladesh, sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters, telah mengkaji berbagai tuduhan kecurangan pada kertas suara dari 'seantero negeri' dan akan mengusutnya.

Liga Awami disebut telah merebut 281 dari 350 kursi parlemen. Adapun kubu oposisi hanya menduduki tujuh kursi.

Apa tuduhan oposisi?

Liga Awami pimpinan Hasina telah menjadi partai berkuasa di Bangladesh sejak 2009. Namun, salah satu partai oposisi mengklaim Liga Awami mengerahkan sejumlah orang yang memilih berulang kali di berbagai tempat pemungutan suara (TPS).

Juru bicara Partai Bangladesh Nasional (BNP) menuding ada 'ketidakwajaran' pada 221 dari 300 kursi yang diperebutkan.

Koresponden BBC menyaksikan bahwa kotak-kotak suara di sebuah TPS di Kota Chitaggong terisi kertas suara yang sudah digunakan, beberapa jam sebelum pemilu berlangsung. Petugas di TPS tersebut menolak berkomentar.

Kejanggalan lainnya, hanya saksi-saksi partai berkuasa yang ada di TPS tersebut dan beberapa TPS lainnya di kota kedua terbesar Bangladesh itu.

Sedikitnya 47 kandidat dari aliansi oposisi mengundurkan diri sebelum pemilu berakhir, menuding adanya kecurangan dan intimidasi.

Berbagai aktivis, pengamat, dan partai oposisi telah memperingatkan bahwa pemilu kali ini tidak akan berlangsung secara jujur dan adil, namun partai berkuasa menuduh kubu oposisi melayangkan tudingan tak berdasar.

"Pada satu sisi mereka melayangkan tuduhan-tuduhan. Di sisi lain, mereka menyerang kader dan pemimpin partai kami. Itulah tragedi di negara ini," ujar Perdana Menteri Sheikh Hasina.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Bangladesh
 
  Kebakaran Dahsyat Lalap Kota Tua Ibu Kota Bangladesh, 78 Korban Tewas Terus Bertambah
  Pemilu Berdarah Bangladesh: PM Sheikh Hasina Menang Lagi, Oposisi Minta Pemilu Ulang
  Kekerasan di Hari Pemilu Bangladesh
  Tiga Tewas dalam Unjuk Rasa Bangladesh
  Politikus Bangladesh Divonis 90 Tahun
 
ads

  Berita Utama
Nanoteknologi untuk Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI

Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!

Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0

 

  Berita Terkini
 
Harus Ada Langkah Preventif Atasi Karhutla

Presiden Jokowi Diharapkan Angkat Jaksa Agung dari Jaksa Karier

Nanoteknologi untuk Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Agustus - September MPR Menggelar Acara Kebangsaan

Parpol Belum Maksimal Melakukan Pendidikan Politik

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2