Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Jokowi
Pengamat: Klaim sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Langgar Konstitusi!
2017-10-08 03:35:29
 

Ilustrasi. Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri (Foto: trendindonesia)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Dengan menyebut diri sebagai Panglima Tertinggi, Presiden Joko Widodo secara tidak langsung menegur Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang mengungkap adanya impor senjata api ilegal. Selain itu, sebagai Kepala Pemerintahan, Jokowi bisa dikatakan telah menjalankan rezim militer.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen pada, Kamis (5/10). Dari sisi politik pernyataan itu bisa diartikan sebagai teguran terhadap Panglima TNI terkait ribut senjata impor.

"Koran Tempo menyebutkan, dalam pertemuan Menkopolhukam, Presiden Jokowi dan Panglima TNI, Gatot tidak mau dibantah dan bersikeras soal adanya senjata impor ilegal," papar Muslim.

Menurut Muslim, Jokowi bisa dikatakan sudah melanggar konstitusi dengan menyatakan dirinya sebagai Panglima Tertinggi. "Dalam UUD 45 maupun amandemen, tidak disebutkan Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI. Yang benar itu Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi TNI. Dari segi bahasa, pemegang kekuasaan tertinggi bukan Panglima Tertinggi TNI," jelas Muslim.

Terkait hal itu, Muslim meminta Komisi I DPR bisa mengoreksi Presiden Jokowi yang mengklaim sebagai Panglima Tertinggi. "Komisi I yang mengurusi bidang pertahanan bisa melayangkan surat teguran kepada Presiden Jokowi," pungkas Muslim.

Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa posisinya saat ini sebagai Panglima Tertinggi di Republik ini. Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan kata sambutan dalam Sidang Paripurna Kabinet, yang juga dihadiri Panglima TNI.

"Sebagai Kepala Pemerintahan, sebagai Kepala Negara, sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Darat, Laut, dan Udara, saya ingin perintahkan kepada Bapak/Ibu/Saudara sekalian, fokus pada tugas masing-masing," ujar Jokowi di Kompleks Istana Negara (2/10) lalu.(intelijen/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Jokowi
 
  'Inpres Anti-Gaduh' Dituding sebagai Persiapan Jokowi Jelang Tahun Politik 2019
  Presiden Jokowi Bersyukur Ijab Kabul Pernikahan Kahiyang-Bobby Berjalan Lancar
  Tak Mampu Atasi Pengangguran, Aktivis: Demi Bangsa Jokowi Jangan Ambisi 2019
  Acara Pernikahan Kahiyang, Jokowi Terlihat Hedonis dan Inkonsisten
  Fadli Zon: Demokrasi Indonesia Mundur Selama Dipimpin Jokowi
 
ads

  Berita Utama
4 Tersangka Narkoba Ditangkap dan 1 Pelaku Tewas Melawan Polisi

Polda Metro Jaya dan Perum Bulog Melakukan Operasi Pasar di Jabodetabek

Majelis Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pungli Abun dan Elly

Mengenal Kang Ajat Cagub Jabar yang Resmi Diusung Gerindra

 

  Berita Terkini
 
MK Tolak Uji Aturan Iklan Rokok

MK Tolak Uji Aturan Pemakaian Toga di Pengadilan

Sable Yu, Aktris Indonesia-China 'Dilecehkan' Sutradara Inggris di Hong Kong

Sekitar 6.700 Muslim Rohingya Tewas dalam Sebulan, kata MSF

Indonesia Harus Miliki Sikap dan Kekuatan Lebih Pada Sidang OKI

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2