Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Lion Air
Pengguna BlackBerry Kecam Foto 'Ultraman-Lion Air'
Sunday 14 Apr 2013 00:20:50
 

Foto Musibah Lion Air di rekayasa dan jadikan lelucon, dikecam user BlackBerry.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sejumlah pengguna Blackberry mengecam pengguna BB lainnya yang memasang foto kecelakaan pesawat Lion Air di Bali yang direkayasa dengan memasukkan karakter pahlawan super Jepang, Ultraman.

"Guys, itu kecelakaan! Bukan bahan lelucon! Gak punya hati banget, ckckck!" tulis pesan pribadi salah satu pengguna Blackberry, Titis Rossnanda, pegawai swasta di Purwokerto, Sabtu (13/4) sore.

Pengguna Blackberry lainnya, Budi Nurcahyo, juga menuliskan pesan pribadi serupa. "Jangan pernah membuat joke berdasarkan musibah," tulis Budi di pesan pribadi BB-nya.

Saat dihubungi, Budi menyayangkan pembuat foto editan tersebut dan orang-orang yang memasang foto tersebut sebagai gambar tampilan Blackberry-nya.

"Seharusnya sebuah musibah tidak dijadikan lelucon. Coba kalau yang terkena musibah keluarga kita. Kita harus bisa menjaga perasaan dan suasana para keluarga korban, bukan malah memperkeruh suasana," kata wiraswasta asal Semarang itu.

Sementara Lion Air Indonesia dengan akun twitter ‏@LionAirIndo juga menulis: Pihak Lion Air memohon utk tidak membuat jokes2 tentang kecelakaan pesawat di bali hari ini utk menghormati keluarga korban. Terima Kasih. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, kami masih menunggu pihak yg berwenang untuk menjelaskan penyebab over shoot nya pesawat.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air jenis Boeing 737-800 NG buatan tahun 2012 dengan penerbangan JT 904 rute BDO-DPS itu jatuh ke laut sekitar pukul 15.35 Wita, Sabtu (13/4). Kondisi pesawat terbelah. Diketahui, petugas segera melakukan evakuasi kepada para penumpang.

Pintu darurat di pesawat sudah terbuka. Petugas yang memakai sekoci segera melakukan penyelamatan. Belum diketahui apa penyebab pesawat itu jatuh ke laut.

Kondisi di Ngurah Rai saat ini tengah gelap. Seluruh penumpang dipindahkan dari pesawat yang rusak itu ke kapal. Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu, Mantan pilot Jeffry Adrian mengomentari tergelincirnya Lion Air 737-800 NG di Bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (13/4). Menurut dia, pesawat tersebut diduga tergelincir dari landasan pacu karena terkena pengaruh perubahan kecepatan angin atau disebut juga Wind Shear.

"Kemungkinan ada Wind Shear. Itu yang paling ditakuti pilot," ucap Jeffry saat dihubungi via telepon.

"Wind Shear sering menjadi penyebab utama kecelakaan pesawat yang tadinya baik-baik saja, tiba-tiba kehilangan kendali, mendarat di samping landasan, dan lain-lain," tambah dia.

Jeffry menuturkan semua pilot mendapat pelatihan menangani Wind Shear. Saat seorang pilot merasakan ada perubahan kecepatan dan arah angin, ia harus memutuskan apakah akan melakukan manuver recovery dan melanjutkan pendaratan atau membatalkannya.

"Lebih baik pilot menghindari Wind Shear. Andai kata sudah kena Wind Shear, harus bisa recovery. Wind Shear bisa terjadi dimana saja, di berbagai ketinggian," jelas Jeffry.

Sedangkan, akibat insiden jatuhnya pesawat Lion Air di ujung landasan pacu Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (13/4), membuat tiga penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, menuju Bali tertunda.

"Hari ini masih ada tiga penerbangan dari Bandung ke Bali, yakni Lion Air, Air Asia, dan Citylink. Semua penerbangan ke Denpasar terganggu. Belum bisa dipastikan ditunda berapa lama," kata General Manager PT Angkasa Pura II Eko Diantoro saat dihubungi melalui telepon.

Ia menuturkan, untuk memberi informasi kepada masyarakat yang keluarganya berada dalam pesawat Lion Air yang jatuh, PT Angkasa Pura II akan mendirikan posko di bandara. "Saat ini kami sedang menyiapkan posko," ujarnya.

Dari data sementara yg kami terima, ada 53 penumpang yg dilarikan ke rumah sakit dan sebagian sudah diperbolehkan pulang, para penumpang korba luka dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Sanglah dan RS Kasih Ibu di Denpasar. Mereka dilarikan ke RS Sanglah dengan menggunakan ambulan. Pasien yang dirujuk ke RS Sanglah itu merupakan pasien dengan luka lebih serius jika dibandingkan dengan korban lainnya.

Sementara itu, pihak maskapai penerbangan Lion Air memastikan semua penumpang terpenuhi hak-haknya. "Kami akan memastikan semua penumpang akan terpenuhi hak-haknya," kata Direktur Umum Lion Air Edward Sirait di Jakarta, Sabtu (13/4).

Penumpang pesawat nahas tersebut berjumlah ada 101 orang. Mereka terdiri dari 95 orang dewasa, 5 anak-anak, dan1 balita. Selain itu, terdapat pula sebanyak 7 kru termasuk Kapten Pilot M Ghozali.

Perawatan para penumpang, ujarnya, akan ditanggung oleh pihak maskapai Lion Air. "Kami akan menangani ini sampai tuntas," katanya.

Atas kejadian ini beberapa media asing turut memberitakan, hingga Presiden SBY ikut memberikan responnya pada akun twitter barunya @SBYudhoyono: Terhadap kecelakaan Lion Air di Bali, saya telah instruksikan Menhub untuk merawat yang luka dan melakukan investigasi. *SBY*

Sedang Official Twitter Lion Air @LionAirID mengetwit: Untuk Informasi Keluarga Penumpang JT904 (13-4-13): RS Sanglah : 0361-227911-15, 225482 BIMC Hospital 0361-761 263 RS Kasih Ibu 0361-223036. Untuk barang bawaan penumpang, saat ini telah diamankan & dijaga oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini petugas dari POLRI dan TNI. Utk pengembalian barang bawaan penumpang JT 904 13-4-13 secara detail dpt menghubungi petugas kami di kantor perwakilan kami di BDO & DPS.(dbs/bhc/rby)



 

 
   Berita Terkait > Lion Air
 
  Labirin Maskapai Penerbangan Indonesia
  Pengacara Jason Webster Menggugat Perusahaan Boeing Paska Kecelakaan Tragis Lion Air JT-610
  Jasa Raharja Serahkan Santunan Kepada 100 Ahli Waris Penumpang Pesawat Lion Air JT-610
  40 Penyelam Dislambair TNI AL Masih Mencari Korban dan CVR Lion Air JT 610
  Doa dan Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 Diwarnai Isak Tangis
 
ads

  Berita Utama
Polri Gelar Police Movie Festival 2019: 'Together We are Strong'

Wakil Ketua DPR Minta Kerusuhan Manokwari Ditangani Cepat dan Tepat

Polda Metro Jaya Musnahkan Sabu 71,8 Kg dan 15.326 Butir Ekstasi, Kasus Juni-Agustus 2019

AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Polisi terhadap Jurnalis Meliput Demo di DPR

 

  Berita Terkini
 
Perang Saudara di Suriah: Turki Kutuk Serangan Udara oleh Suriah terhadap Konvoinya

Legislator Dorong BPK Bersifat Independen

Tidak Boleh Gegabah Tangani Kerusuhan Manokwari

Pemerintah Dinilai Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 2018

Usut Tuntas Pemicu Kerusuhan di Papua

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2