Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Mensos
Penilaian Pengamat Soal Gaya Kerja Mensos Risma: Jangan Terlalu 'Over Acting'
2021-01-13 00:21:33
 

Tampak Mensos Tri Rismaharini saat menyapa seorang wanita yang diduga tunawisma.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengamat publik ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah menilai, gaya kerja Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang turun ke lapangan dan bertemu langsung dengan masyarakat atau dikenal sebagai aksi blusukan, adalah sebuah pencitraan dan berlebihan.

"Buat saya ya jangan terlalu "Over Acting" lah, ini Jakarta kok, dan beliau (Mensos) harus tahu kapasitasnya sebagai menteri, urusan-urusan yang bukan domain beliau, tak perlu juga beliau aksi (blusukan,red)," kata Iskandarsyah, di Jakarta, Senin (11/1).

Menurut Iskandarsyah, aksi blusukan Tri Rismaharini yang belakangan dilakukannya tidak hanya menjadi perbincangan dan sorotan publik namun menimbulkan spekulasi berbagai kepentingan.

Bahkan, pimpinan ETOS Indonesia Institute yang akrab disapa Bang Is menyebut aksi blusukan Mensos yang dilantik pada Rabu, (23/12/2020) lalu diduga ingin mendahului kerja pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Mestinya, tambah Bang Is, Bu Risma sebagai Mensos melakukan kerja kementerian yang tidak hanya fokus DKI Jakarta. Melainkan daerah-daerah lain di Indonesia yang membutuhkan uluran tangan Negara melalui Mensos.

"Pemerintah Ibukota DKI Jakarta dalam hal ini dipimpin oleh seorang Gubernur dan wakilnya sudah pasti paham kondisinya kota ini dan juga warganya," ujar Bang Is.

"Jadi di Jakarta ini tak perlu terlalu dalam berbuat kalau bukan kapasitasnya, terkecuali beliau mau jadi walikota Jakarta Pusat," cetusnya.

Lebih lanjut, mantan aktivis era reformasi ini juga mengingatkan Mensos Risma untuk melakukan tugasnya sesuai dengan domain kementerian tanpa harus terlalu jauh mengambil alih tugas dan kerja pemprov DKI Jakarta.

"Para menteri sudah cukup urus kerja kementeriannya saja, tak usah masuk-masuk ke ranah yang bukan kapasitasnya," imbuhnya.

Sebelumnya sejumlah kalangan masyarakat menyebut dan juga menilai, bahwa Mensos Risma diduga tengah mencari simpati publik dengan melakukan pencitraan untuk maju di Pilkada DKI Jakarta pada 2022 mendatang. Bahkan gaya blusukan Risma dituding sengaja dilakukan untuk mengikuti jejak Joko Widodo saat mengincar kursi DKI 1.

"Ya itu yang beliau (Risma) ingin tempuh (DKI 1) kelihatannya. Tapi kalau begitu jangan jadi menteri," kata anggota Komisi VIII DPR Fraksi PKS Bukhori dikutip suaracom, Rabu (6/1).(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Mensos
 
  Beri Pekerjaan untuk 15 Pengemis, Risma Itu Ketua BEM atau Mensos?
  Penilaian Pengamat Soal Gaya Kerja Mensos Risma: Jangan Terlalu 'Over Acting'
  Risma dan Tuna Wisma
 
ads1

  Berita Utama
Jokowi Bagi Suvenir Picu Kerumunan di NTT, Munarman: Bisa Kena Pasal Penghasutan

Masyarakat Yang Tolak Vaksin Harus Jadi Perhatian Pemerintah

Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015

Wahh, Rektor IPB Sebut Indeks Pangan Indonesia Lebih Buruk dari Zimbabwe dan Ethiopia

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kerumunan Menyambut Jokowi di Maumere, PKS: Pemerintah Tidak Konsisten, Apa Pun Alasannya

Jokowi Bagi Suvenir Picu Kerumunan di NTT, Munarman: Bisa Kena Pasal Penghasutan

Satresnarkoba Polrestro Jaksel Sambut Baik Aplikasi Dumas Presisi yang Diluncurkan Kapolri

Korban Mafia Tanah Senilai Ratusan Miliar Tak Hanya Kehilangan Suaminya, Kerugian Harta Benda Juga

Dilantik Jadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Putu Kholis: Bismillah

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2