Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Pembobolan Kartu Kredit
Penipuan Kartu Debit Marak, Apakah Lebih Aman Menggunakan Chip?
Sunday 10 Jan 2016 11:00:44
 

Ilustrasi. Alat Skimming.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Setiap transaksi perbankan memang menuntut kewaspadaan tinggi. Kalau lengah sedikit saja, nggak mustahil kita jadi korban penipuan.

Walaupun transaksi perbankan saat ini menggunakan passcode, token ataupun PIN (Personal Identification Number), tetap saja penipuan selalu marak. Modus penipuan juga beragam mulai dari mengganjal mesin ATM agar kartu tertelan hingga skimming.

Ngomong-ngomong soal skimming, modus penipuan kartu debit satu ini masih marak terjadi di masyarakat. Kayak yang terjadi pada Agustus lalu saat 20 orang jadi korban modus ini. Kerugiannya pun nggak tanggung-tanggung, mencapai miliaran rupiah!

Apa Itu Skimming?

Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik. Modus yang dilakukan adalah memasang sebuah alat pada mesin EDC (Electronic Data Capture) atau ATM.

Skimming memang bukan modus baru, tapi setiap tahun selalu ada korban baru

Pada saat korban menggunakan kartu untuk transaksi, otomatis alat tersebut akan merekam semua data kartu. Setelah semua rincian data kartu berhasil tersimpan, pelaku dapat dengan leluasa menguras rekening korban.

Korban pun nggak sadar telah menjadi korban penipuan hingga melihat rekeningnya yang sudah kosong. Parahnya, alat skimming ini banyak dijual melalui internet.

Migrasi Kartu Debit dari Strip Magnetik ke Chip

Strip magnetik memang menjadi kelemahan. Makanya, Bank Indonesia lewat Peraturan (PBI) No 16/1/2014 memberikan tenggat waktu per Januari 2016 agar bank mengganti strip magnetik dengan chip pada kartu debit.

Bank Indonesia sudah mengimbau agar bank menerapkan teknologi ini secara bertahap. Mulai dari penerapan teknologi chip pada mesin ATM, EDC, baru kemudian pada kartu debit.

Bank Indonesia nampaknya serius pengin meningkatkan keamanan perbankan. Nggak tanggung-tanggung bagi bank yang melanggar akan terkena sanksi teguran, denda, hingga pencabutan izin penyelenggaraan sistem pembayaran.

Menghindari Skimming Kartu Debit

Alat skimming ini bentuknya bervariasi, makanya wajib waspada setiap bertransaksi di mesin ATM atau EDC

Skimming bisa dihindari kok, asalkan kita tetap waspada saat bertransaksi dengan kartu debit maupun kredit. Bank Indonesia sudah mensosialisasikan langkah-langkah yang bisa diambil antara lain:

Selalu meneliti dan memerhatikan kondisi saat menggunakan mesin ATM maupun EDC dan memastikan bahwa pada mesin tersebut nggak terdapat tambahan alat lain.

Hati-hati saat bertransaksi dengan merchant/toko yang kurang kredibel
Ganti PIN secara teratur
Bagi nasabah yang mengalami masalah dapat segera menghubungi bank bersangkutan.

Tapi meski chip digadang-gadang lebih aman dibanding strip magnetik, jangan lantas kita lalai dan nggak waspada. Bukan nggak mungkin penipuan modus baru muncul untuk mengakali teknologi chip ini.(DuitPintar/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Mediasi Gagal, SPRI dan PPWI Meja-hijaukan Dewan Pers

SMPN 35 Kaur Boarding School Jadi Rebutan Murid Baru

Tiba di Tanah Air, Juara Lari Muhammad Zohri Disambut Haru

Gerakan HMS Berikan Data BCA Milik Rakyat, Imbas BLBI, Namun Ditolak KPK

 

  Berita Terkini
 
Pemda Kaur Lakukan Kerjasama Masalah Sanitasi Lingkungan Perumahan

Dewan Pers Mangkir Sidang Ke-7 PMH, Wilson: Dewan Pers Tidak Beradab

Dampak Perang Dagang AS-China, Rupiah Makin Terdepresiasi

Fahri Hamzah Pertanyakan Data BPS Mengenai Angka Garis Kemiskinan

Mediasi Gagal, SPRI dan PPWI Meja-hijaukan Dewan Pers

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2