Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Penembakan
Perampok Modus Ban Gembos, Tembak Korban dan Gasak Rp 300 Juta di SPBU Daan Mogot
2017-06-10 15:29:35
 

Tampak KTP Koran tewas dan TKP di SPBU 34-11712, Jalan Daan Mogot, KM 12, Cengkareng Timur, Jakarta Barat.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Perampok modus ban gembos beraksi dengan menembak Davison Tantono (31) hingga tewas dan menggasak tas berisi uang Rp 300 juta di SPBU 34-11712, Jalan Daan Mogot, KM 12, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Jumat (9/6) kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Polisi masih menyelidiki kasus perampokan terhadap Dadvison Tantono tersebut dan diduga pelaku sudah menyiapkan aksi kejahatannya.

"Belum (diketahui identitas pelaku, Red). Masih dalam penyidikan. Masih olah TKP kembali, mengecek, mencari saksi-saksi, memeriksa CCTV. Masih kami dalami," ujar Argo Yuwono di Jakarta, Sabtu (10/6).

Pelaku diduga kuat sudah menyiapkan aksinya memantau korban saat di Bank BCA Green Garden, menggembosi ban mobil korban B 1136 GHY dan mengikuti korban ke SPBU.

"Iya, korban sudah dibuntuti. Semuanya bisa terencana begitu dan pelaku melakukan aksi saat di SPBU," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Argo juga menyatakan menjelang hari besar, seperti Idul Fitri, biasanya tingkat kejahatan meningkat. Kejahatan yang kerap terjadi adalah perampokan nasabah bank, pencurian kendaraan bermotor, jambret, hingga pencurian rumah kosong.

Untuk mengantisipasi kejahatan itu, Polisi telah meningkatkan kegiatan rutin dengan melakukan cipta kondisi dan patroli skala besar di jalan. Partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan juga diperlukan karena Polisi tidak bisa mengawasi setiap saat.

Masyarakat juga diimbau tetap waspada dan berhati-hati, ketika membawa uang dalam jumlah besar. "Minimal kalau bawa mobil, ya ada lebih dari satu orang, jangan sendiri. Yang kedua, minta bantuan pengawalan Kepolisian. Kan ada tugas pengamanan. Nanti kan bisa diarahkan. Polisi kan bisa juga menghubungi Polisi yang lain untuk melakukan pengawalan," katanya.

Ia menegaskan pengawalan Polisi tidak dipungut biaya. "Bukan hanya boleh (minta pengamanan, Red), malah dianjurkan. Kan ada pengawalan Polisi dan tidak dipungut biaya," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Andi Adnan menyampaikan korban penembakan merupakan bos sebuah koperasi. "Korban ambil duit buat para nasabah. Dia kan bos koperasi," jelasnya.

Menyoal apakah uang itu buat tunjangan hari raya (THR), Andi mengaku tidak mengetahuinya. "Tidak tahu. Cuma informasi dari karyawannya buat kasih ke nasabah," ungkapnya.

Ia menyampaikan, sebelum dirampok korban baru saja mengambil uang dari Bank BCA.

Sebelumnya diketahui, kejadian bermula ketika korban yang mengendarai Kijang Innova B 1136 GHY baru saja menarik uang dari sebuah bank yang tak jauh dari lokasi. Kemudian, korban masuk ke dalam SPBU untuk mengganti ban mobilnya yang gembos.

Tiba-tiba pelaku datang menggunakan sepeda motor dan langsung mengambil tas korban berisi uang Rp 300 juta di dalam mobil. Aksi pelaku diketahui korban yang kemudian melakukan perlawanan. Kemudian, terjadi tarik-menarik tas antara korban dengan pelaku. Selanjutnya, pelaku menembak korban hingga meninggal dunia di lokasi.

Setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, jenazah korban akhirnya diambil pihak keluarga dan disemayamkan di Rumah Duka Heaven, Pluit, Jakarta Utara.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait > Penembakan
 
  Perampok Modus Ban Gembos, Tembak Korban dan Gasak Rp 300 Juta di SPBU Daan Mogot
  Penembakan di Bandara Fort Lauderdale Florida AS, 5 Orang Tewas
  Polisi Tembak Mati Pelaku Penembak Advokat Ardian Rizaldi
  Oknum Brimob Den D Tembak Istrinya di Bekasi
  Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Michigan yang Menewaskan 7 Orang
 
ads

  Berita Utama
MUI Menghimbau Masyarakat Indonesia Boikot Produk AS dan Israel

Ada 668 Rumah Rusak dan 2 Orang Meninggal Akibat Gempa Tasikmalaya

Operasi Premanisme, Jatanras Polda Metro Tangkap 2 Pelaku Jambret Tas ATM

4 Tersangka Narkoba Ditangkap dan 1 Pelaku Tewas Melawan Polisi

 

  Berita Terkini
 
Google Membantu NASA Temukan 2 Planet Baru

MUI Menghimbau Masyarakat Indonesia Boikot Produk AS dan Israel

Ada 668 Rumah Rusak dan 2 Orang Meninggal Akibat Gempa Tasikmalaya

#KamiIndonesia, Ketua MPR: Jangan Ada Lagi Yang Merasa Paling Pancasila!

DPR Yakin Aksi Bela Palestina Berlangsung Damai

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2