Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilkada
Peringatan Ketua Timses Pasangan Anies dan Sandi pada Relawan, Dilarang Minta Jatah Proyek
2017-08-14 07:48:51
 

Ketua Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat Pilgub DKI, Mardani Ali Sera .(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat Pilgub DKI, Mardani Ali Sera tak ribut memperebutkan jatah saat Anies-Sandi memimpin DKI. Dia meminta relawan dan tim pemenangan tetap meluruskan niat dalam mendukung Anies-Sandi.

"Sesudah menang Anies-Sandi, kita harus lebih lurus niatnya. Tidak boleh ada yang sibuk, ini kavling saya, ini jatah saya. Kalau itu dilakukan niat kita akan hilang. Siap tetap jaga niat?" kata Mardani.

Mardani Ali Sera, mengingatkan kepada para relawan untuk tidak meminta jatah sebagai upah lantaran telah berhasil memenangkan Anies dan Sandi pada Pilgub DKI Jakarta 2017.

"Biasanya kalau sesudah pilkada, pendukung minta proyek, minta jatah. Kami ingin membangun budaya tidak boleh seperti itu," sebut Mardani kepada Media di acara Silaturahim Akbar Anies-Sandi dengan para Relawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (13/8).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan bahwa, relawan telah sepakat untuk mendukung pasangan ?Anies-Sandi tanpa kontrak politik apapun demi perubahan Ibu Kota yang lebih baik.

Sebagai ujung tombak tim pemenangan yang menaungi para relawan di lapangan, kata dia dirinya hendak menanamkan etika berpolitik sehat.

Mardani menekankan pentingnya peran para relawan untuk tetap meneruskan nilai yang diusung Anies dan Sandi saat masa kampanye, Anies-Sandi itu gubernur seluruh warga Jakarta.

"Tidak ada yang boleh mengganggu Anies-Sandi, mereka itu sekarang milik seluruh warga Jakarta, bukan cuma pendukungnya. Makanya paling utama membangun etika itu, berkali-kali saya sampaikan dan Insya Allah saya tanggung jawab," imbuh Mardani.

Hal ini kata Mardani mesti disampaikan secara terbuka karena sejak Anies-Sandi ditetapkan sebagai Gubernur dan wakil Gubernur terpilih, Mardani mengaku telah menerima laporan adanya sekelompok orang mengatasnamakan relawan yang minta jatah.

Jika memang ada kelompok relawan yang jelas terindikasi meminta-minta jatah seperti itu, kata dia relawan itu akan langsung dicoret dari jaringan relawan Anies-Sandi.

"?Kalau terindikasi belum ada. Tapi laporan (memang) ada. Kita ingin umumkan tidak boleh begitu. Kalau yang begitu bukan relawan kita," pungkasnya.(sym/DedyKusnaedi/aktual/okz/dtk//bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Pilkada
 
  LSPI Prediksi Pilkada Sumsel Maksimal Ada 3 Poros Pasangan Calon Gubernur
  Stratakindo: Survei Terbaru Peta Jelang Pra-Kwalifikasi Pilkada Sumsel 2018
  LSPI Merilis Survei Kekuatan Politik Bakal Calon Pilkada Kota Palembang
  Pilkada Serentak Terancam Persoalan E-KTP
  Peringatan Ketua Timses Pasangan Anies dan Sandi pada Relawan, Dilarang Minta Jatah Proyek
 
ads

  Berita Utama
Melecehkan Profesi Wartawan 'Pelacur', MW Resmi Dilaporkan Ke Polres Samarinda

Buruh dan Mahasiswa Bersatu; KSPI Desak Mahasiswa yang Ditangkap Segera Dibebaskan

3 Tahun Pemerintahan Jokowi, Ini Penilaian Faisal Basri

Ahmad Dhani Resmi Jadi Kader Partai Gerindra dan Siap Antar Prabowo Jadi RI 1

 

  Berita Terkini
 
Melecehkan Profesi Wartawan 'Pelacur', MW Resmi Dilaporkan Ke Polres Samarinda

Enam Fraksi DPR Setuju Perppu Ormas

Refleksi 3 Tahun Jokowi-JK, Utang Negara Hambat Pembangunan

Imam B. Prasodjo: Yang Benar Saja Program RAPS Diserahkan Ke Asing

DitJen Imigrasi: Syarat Pergantian Paspor Hanya E-KTP dan Paspor Lama

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2