Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    

Pertemuan SBY-Nazaruddin Dianggap Wajar
Wednesday 30 Nov 2011 18:45:38
 

Nazaruddin berusaha menyeret SBY dalam kasusnya (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Pihak Istana Negara langsung bersikap responsif atas pengakuan M Nazaruddin yang sempat bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebelum melarikan diri dan buron sebagai tersangka kasus dugana korupsi. Namun, pertemuan itu dianggap hal yang wajar.

“Dalam kapasitas (Nazaruddin saat itu) sebagai kader Partai Demokrat, bisa saja. Itu hal yang biasa, jika (seorang kader Demokrat) bertemu dengan Ketua Dewan Pembina atau Ketua Umum Partai. Ini berlaku sama di partai lainnya,” kata juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/11).

Namun, Julian belum dapat memberikan pernyataan mengenai isi pertemuan Nazaruddin dengan Presiden SBY di Cikeas itu. Tapi Julian mengaskan bahwa presiden belum tentu tahu rencana kepergian Nazaruddin ke Singapura maupun Kolombia. "Yang jelas kepergian Nazaruddin sepanjang saya ketahui, tidak diketahui Presiden. Baik itu ke Singapura sampai di Kolombia,” jelas dia.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua Dewan Pembinan Partai Demokrat Marzuki Alie membantah adanya koordinasi SBY dengan Nazaruddin yang esok harinya kabur ke Singapura dengan alasan berobat.

"Bukan koordinasi, tapi waktu itu (Nazaruddin) mau dipecat. Dia dipanggil ke Cikeas oleh (Ketua) Dewan Kehormatan (Partai Demokrat). Dia itu bukan pamit. Sebelum dia dipecat itu, dipanggil dulu. Dia dipanggil, dikasih tahu melanggar begini, begini, begini, lalu dipecat dari pengurus," ungkapnya.

Setelah pemanggilan tersebut, imbuh Marzuki, Nazaruddin dinyatakan telah dipecat. Saat itu, Nazaruddin dipanggil Ketua Dewan Kehormatan bersama seluruh jajaran pengurus partai, serta Sekretaris Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin yang kini menjabat Menkumham. "Iya. Ada juga Sekretaris Dewan Kehormatan. Ada semuanya dan resmi kok. Kemudian dia dipecat, lalu melarikan diri," tandas Marzuki.(mic/wmr/rob)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Polisi Menangkap 9 Tersangka Sindikat Pemalsu Materai yang Dijual Online

KPK Tetapkan 3 Tersangka Dalam Kasus Suap Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama

Tunjukkan Solidaritas, Lampu JPO GBK Visualkan Warna Bendera Selandia Baru

KPK Akhinya Tetapkan Ketum PPP Romahurmuziy Tersangka

 

  Berita Terkini
 
GARBI Tidak Akan Akuisisi PKS

BPN: Sistim Pelayanan Publik Lebih Akurat dengan e-KTP Terintegrasi

Warganet Sepakat Lawan Hoax dan Posting Do'a untuk Suksesnya Pemilu 2019, Aman dan Damai

Hebat..!! Kerajinan Tangan Berbahan Baku Sampah Hasil Karya Para Lansia Dijual Online

Rapat Persiapan Pemilu, Komisi II Hasilkan 8 Poin Kesepakatan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2