Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Samsung
Pewaris Samsung Ditangkap terkait Skandal Suap
2017-02-18 11:23:55
 

Pewaris perusahaan elektronik Samsung Lee Jae-yong menghadapi tuduhan korupsi dan berbagai dakwaan lainnya.(Foto: Istimewa)
 
KOREA SELATAN, Berita HUKUM - Lee Jae-yong, pewaris perusahaan elektronik Samsung ditangkap di Korea Selatan, atas tuduhan suap dan berbagai dakwaan lainnya.

Kasus ini terkait dengan skandal yang berujung pada pemakzulan President Park Geung-hye.

Perusahaan Samsung dituding memberikan sumbangan kepada yayasan nirlaba yang dijalankan oleh Choi Soon-sil, salah seorang teman Presiden Park, dengan imbalan mendapat bantuan pemerintah.

Baik Lee maupun Grup Samsung menyangkal telah melakukan perbuatan yang salah.

Jaksa menanyai pimpinan sementara Samsung itu pertama kali pada bulan Januari, namun mereka kemudian memutuskan untuk tidak menangkapnya.

Tapi ia kembali diperiksa untuk yang kedua kalinya awal pekan ini.

Pada hari Jumat (17/2), pengadilan mengatakan mereka 'menganggap bahwa mereka perlu menangkap (Lee Jae-Yong) terkait dengan tuduhan pidana baru dan bukti baru.'

Kini, penuntut yang menyelidiki kasus ini lebih lanjut mempunyai waktu 20 hari untuk mengajukan dakwaan resmi.

Apa saja tuduhan yang diarahkan terhadapnya?
Para jaksa menuduh Lee memberikan donasi senilai 41 miliar won (atau sekitar Rp480 miliar) kepada organisasi-organisasi yang terkait dengan teman dekat Presiden Park yaitu Choi Soon-sil.

Diduga, hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan dukungan pemerintah bagi restrukturisasi besar Samsung yang akan membantu transisi kepemimpinan yang mulus dalam mendukung Lee, menggantikan ayahnya yang sakit Lee Kun-hee.

Rencana kontroversial itu membutuhkan dukungan dari dana pensiun nasional - dukungan ini yang merupakan imbalan untuk sumbangan Samsung.

Dalam sidang parlemen di bulan Desember, Samsung mengaku memberikan sumbangan senilai 20.4 miliar won (atau sekitar Rp232 miliar) kepada dua yayasan, tetapi membantah melakukannya untuk memperoleh imbalan.

Lee juga menegaskan bahwa perusahaannya telah memberikan seekor kuda dan uang untuk membantu karir berkuda putri Choi, Chung Yoo-ra, sesuatu yang sekarang ia sesalkan.

Apa skandal politiknya?
Permasalahan ini berkutat seputar hubungan President Park dengan Choi yang dimensinya meliputi antara lain kegiatan mistik, penyalah gunaan pengaruh dan membocorkan informasi rahasia.

ProtesHak atas fotoEPA
Image captionAksi protes menentang Presiden Park Geung-hye, yang berujung pada pemakzulan dirinya.

Choi merupakan teman lama keluarga Park: ayah Choi memiliki hubungan dekat dengan ayah Presiden Park yang merupakan presiden pada tahun 1970-an.

Selain meminta sumbangan, Choi juga dituduh memanfaatkan persahabatan mereka untuk ikut campur dalam kancah perpolitikan.

ChoiHak atas fotoAP
Image captionChoi membantah semua tudingan yang diarahkan padanya, tapi ia meminta maaf karena telah 'menyebabkan masalah.'

Saat ini ia diadili atas tuduhan berbagai pelanggaran, termasuk penyalahgunaan wewenang, pemaksaan dan upaya penipuan, namun ia membantah semua tudingan tersebut.

Pada bulan Desember parlemen melakukan pemungutan suara untuk memakzulkan Presiden Park. Kini kasusnya tengah disidangkan mahkamah konstitusi dan Park kehilangan kekuasaannya.

Apa artinya bagi Samsung?
Lee saat ini menjabat sebagai wakil pimpinan Samsung Electronics. Tapi karena ayahnya, Lee Kun-hee, menderita serangan jantung pada 2014, ia diangkat menjadi bos perusahaan konglomerat Samsung Group.

Apapun hasilnya, sidang ini merupakan pukulan besar bagi perusahaan itu. Penahanannya mungkin tidak mempengaruhi produksi jangka pendek atau jalannya perusahaan, namun mungkin ada implikasi jangka panjang.

Samsung adalah salah satu perusahaan elektronik terbesar di dunia dan sangat memalukan bila pemimpin perusahaan yang terkenal dengan merek-merek premium terlibat dalam skandal korupsi.<

Perusahaan itu mengatakan akan melakukan yang terbaik 'untuk memastikan bahwa kebenaran terungkap di pengadilan di masa yang akan datang,' meskipun mereka membantah telah melakukan kesalahan.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
PDIP Usung Jokowi, Peta Kekuatan Sementara Jokowi Vs Prabowo untuk Pilpres 2019

Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP

Yusril Ihza Mahendra: PBB Siap Hadapi Sidang Bawaslu, Jumat 23 Feb 2018

Fahri Hamzah: Masyarakat Tak Perlu Takut Kritik DPR

 

  Berita Terkini
 
Bhayangkara FC Melaunching Jersey Baru dan Nama 26 Pemain

Tim Advokasi MJ Dihadang Warga, Negara Punya Mandat Hentikan Premanisme

Muktamar XV Tapak Suci Putera Muhammadiyah: Pelopor Persatuan dalam Menjaga NKRI

Tak Lolos Peserta Pemilu, Dengan Serba Hitam Partai Republik Datangi Bawaslu

Din Syamsuddin Minta Kepolisian Transparan Mengusut Penyerangan Tokoh-Tokoh Agama

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2