Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Hoax
Polda Metro Jaya Deklarasikan Perlawan Terhadap Hoax, Virus Pemecah Bangsa
2018-03-12 13:44:16
 

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis dan jajaran saat foto bersama pada acara mendeklarasikan perlawan terhadap Hoax. di Polda Metro Jaya, Senin (12/3).(Foto: BH /as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Polda Metro Jaya mendeklarasikan perlawan terhadap hoax, virus pemecah bangsa. Deklarasi dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Metro Jaya dan Kapolres wilayah hukum Polda Metro Jaya, di depan Gedung Promoter Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengatakan, saya perintahkan seluruh anak buahnya untuk menangkap oknum yang ingin memecah belah bangsa dan negara. Nantinya, polisi akan menyambangi masyarakat untuk bersamanya menjaga kesatuan bangsa dan negara.

"Nanti akan diikuti oleh seluruh jajaran Kapolres dengan modul dan klausul yang sama. Kemudian membagikan stiker yang nantinya, akan dibagi ke seluruh pengguna jalan," ujar Idham Azis di Polda Metro Jaya, Senin (12/3).

Secara berjenjang ke depan kita akan membagikan kaos-kaos ini kepada seluruh komponen masyarakat. PMJ: Stop Hoax Virus Pemecah Bangsa; Lawan - Kejar - Tangkap - Adili.

"Contonya komunitas masyarakat, bahkan masuk ke sekolah SMP, SMA dan Universitas, tujuannya adalah agar negara kita bisa bebas dari hoaks, karena hoaks ini sangat berbahaya dan bisa jadi virus pemecah belah belah bangsa," ungkapnya.

Menurut Idham, dengan memakai tagline Lawan, Kejar, Tangkap, Adili telah memiliki tim untuk bersama-sama menangani kasus hoax.

"Semua dilakukan sesuai dengan prosedur, tentu dalam proses sesuai hukum dan aturan main, tidak akan keluar dari aturan main baik yang ada di KUHAP maupun yang ada di Undang-undang ITE," tegasnya.

Program ini tidak ada kaitan dengan masalah pilkada dan masalah pilpres. "Kita memulai deklarasi ini, agar situasi di Jakarta sebagai barometer pengamanan nasional ini bisa kita kelola dengan baik," paparnya.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait > Hoax
 
  Kasus Jurnalis Yusro Hasibuan, Lemkapi: Wartawan Harus Bisa Memilah Tugas Jurnalistik dengan Penyebaran Berita Bohong
  Polda Metro Jaya Melimpahkan Berkas Perkara Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan Tinggi DKI
  Simpatisan Prabowo Laporkan Akun Twitter @HusinShihab Diduga Provokatif Penebar Fitnah
  Pihak IndonesianLeaks Sesalkan Bawa Karya Jurnalistik ke Proses Hukum
  Laporan Indonesianleaks Buku Merah: Antara Berita dan Bukti Hukum
 
ads

  Berita Utama
Polisi Melakukan 20 Adegan Rekonstruksi Pengeroyokan Anggota TNI oleh Juru Parkir

Demo SP JICT ke BUMN: Kembalikan JICT Koja ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Kapolri Tito Karnavian Meminta Seluruh Jajaran Divisi Humas Polri Mendekatkan Diri dengan Media

Gedung Sasono Utomo TMII Akan Menjadi Saksi Sejarah Pembentukan Dewan Pers Independen

 

  Berita Terkini
 
Polisi Melakukan 20 Adegan Rekonstruksi Pengeroyokan Anggota TNI oleh Juru Parkir

Demo SP JICT ke BUMN: Kembalikan JICT Koja ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Kapolri Tito Karnavian Meminta Seluruh Jajaran Divisi Humas Polri Mendekatkan Diri dengan Media

Palestina jadi Isu Utama Agenda Diplomasi Parlemen

Ikut Gerad Pique, Shakira Didakwa Menggelapkan Pajak di Spanyol Rp 233 M

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2