Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Beras
Polisi Bongkar Gudang Pengoplos Beras di Dadap
2016-04-26 19:04:49
 

Tampak Beras oplos saat di gelar di acara press realese pengungkapan tindak pidana dibidang Diperindag oleh Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Selasa (26/4).(Foto: BH/as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktorat Industri dan Perdagangan (Indag) Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membongkar gudang pengoplos Beras tidak layak konsumsi yang dicampur dengan bahan kimia pemutih beras.

Dalam penggerebekan petugas berhasil mengamankan satu orang pelaku yaitu AM yang merupakan pemilik gudang yang berlokasi di area Pergudangan Pantai Indah Dadap, Blok BM No. 20, jalan Raya Dadap Prancis Kosambi Timur, Kabupaten Tangerang yang digerebek petugas pada, Kamis (21/4) lalu.

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Mujiono mengatakan kalau beras yang dijual adalah beras tidak layak konsumsi.

"Pelaku mencampur beras Vietnam yang sudah rusak dan tidak layak konsumsi dengan beras menir. Kemudian dioplos lagi dengan beras Slyp Super cap Kembang, lalu dikarungi beras Bulog dengan berat per-15 kilogram," ujar Kombes Mujiono, Jakarta, Selasa (26/4).

Ditambahkan Mujiono bahwa, penggerebekan ini berkat adanya laporan yang mengatakan kalau beras yang dijual berkutu dan berbau."Setelah dilakukan pengecekan di laboratorium ternyata beras tersebut mengandung bahan kimia pemutih beras, yang jelas berbahaya untuk kesehatan tubuh," tegasnya.

Sementara itu, menurut Kasubdit Indag AKBP Agung Marlianto mengatakan pihaknya masih meneliti beras oplosan tersebut, guna mengetahui efek samping bagi masyarakat yang mengonsumsi dalam jangka panjang.

"Kita masih melakukan pemeriksaan beras oplosan ini di Labfor Mabes Polri. Kita sudah tahu siapa oknum yang telah melancarkan beras Vietnam, yang tak layak dikonsumsi ini masuk ke Indonesia" ungkapnya.

Pelaku pengoplos beras mengaku baru beroperasi selama setahun dengan omset perbulan mencapai 1,4 miliar.

Sedangkan Kanit I Subdit Indag Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Doffie Fahlevi Sanjaya menambahkan beras itu merupakan pesanan Bulog yang didatangkan dari Vietnam. Sehingga saat beras datang ke Indonesia menggunakan karung Bulog.

"Setelah tiba di bulog akan di tes. Begitu di tes barang ini cacat semua. Rusak. Perjalanan kapal laut berhari-hari kena panas, hujan air laut, cacat, beras kayak baru menempel-nempel, di reject dibuang," katanya.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'

Satu Lagi Janji Ditunaikan: Ini Syarat untuk Miliki Rumah DP Nol Rupiah

Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik

Tidak Boleh Ada Penjualan Pulau Kepada Asing

 

  Berita Terkini
 
SBY: Pemerintah Jangan Sedikit-sedikit Kriminalisasi Ulama

Ribuan Warga ke Monas Ajukan Paspor Kilat di Acara Festival Keimigrasian 2018

Berikut Tanggapan Ketum 'Aisyiyah Mengenai Dinamika Politik Pilkada 2018

Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'

PBB Riau Resmi Mendukung Pasangan Firdaus-Rusli Menjadi Gubernur

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2