Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Pemalsu Materai
Polisi Ringkus Kawanan Pemalsu Materai
Wednesday 21 Mar 2012 21:14:29
 

materai palsu (Foto: BeritaHUKUM.com/eko)
 
BEKASI (BeritaHUKUM.com) - Satuan Reskrim Polsektro Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, berhasil meringkus tiga pemalsu materai. Para tersangka itu berinisial IS, RF dan EI. Selain menangkap palku, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa 830 lembar materai dengan nilai satuan Rp 6.000 dan 190 lembar materai benilai Rp 3.000.

“Ini merupakan hasil observasi yang kami lakukan terhadap seorang pelaku yang akhirnya dikembangkan mendapat kedua pelaku lagi," kata Kapolsek Metro Cikarang Barat Kompol Zulham Efendi dalam keterangan persnya di Mapolsektro Cikarang Barat, Bekasi, Rabu (21/3).

Semula pelaku enggan mengakui perbuatannya. Tapi setelah dibawa ke kantor pos setempat, diketahui bahwa materai itu palsu dan dia pun tidak berkutik. “Pegawai kantor pos menyatakan materai tersebut adalah palsu. Kami lakukan pengembangan dan berhasil meringkus dua pelaku lainnya.

“Mereka selama ini memperjualbelikan materai palsu itu di sejumlah toko yang ada di Kabupaten Bekasi. Bahkan, mereka juga menyebarkanluaskan hingga ke luar wilayah Bekasi. Aksi ini sudah mereka lakukan, sejak dua bulan terakhir,” jelas Zulham

Materai tersebut dijual mereka di bawah harga pada umumnya. Untuk materaidengan nilai nominal Rp 6.000, hanya dijual Rp 3.500 per lembar. Sedangkan materai bernilai nominal Rp 3.000, dijual seharga Rp 1.600 per lembarnya. "pemalsuan yang mereka lakukan dengan cara mendaur ulang materai asli dengan peralatan penunjang yang sudah disiapkan,” imbuhnya.

Selain barang bukti materai, kata Zulham, jajarannya juga menyita peralatan lainnya berupa dua botol cairan spirtus, selembar kapas, satu botol cairan kaporit, satu botol cairan aseton, satu botol lem kayu merek FOX dan satu buah tatakan kayu. "Atas perbuatannya ini, mereka dijerat dengan pasal 253 KUHP jo pasal 260 KUHP tentang pemalsuan yang dapat diancam 3-7 tahun penjara,” jelasnya.(eko)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil

AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei

Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh

Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?

 

  Berita Terkini
 
Pengamat: Rusuh 22 Mei Diharapkan Jadi Momen Perubahan Budaya Politik

Ini Tanggapan Presidium Alumni 212 Soal People Power dan Rusuh di Bawaslu

Pemprov DKI Jakarta Gelar Lomba Foto dan Vlog

AJI: Kekerasan terhadap 20 Jurnalis Saat Aksi 22 Mei Harus Diusut

Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2