Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Narkoba
Polisi Ungkap 9.000 Butir Ekstasi Mxe Bentuk 'Diamond dari Jaringan Malaysia, Pontianak, Jakarta
2019-02-25 17:41:28
 

Kasubdit I Ditresnarkoba PMJ AKBP Jean Calvin Simanjutak dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta (Foto: BH /as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap 2 tersangka SS dan ST kasus narkotika jaringan Malaysia, Pontianak, Jakarta. Ada 9.000 butir ekstasi jenis baru mengandung metoksetamina (mxe) berbentuk 'Diamond'.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan bahwa tersangka SS sudah dipantau selama 7 sampai 10 hari dari apartemen Mediterania di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat.

"SS ditangkap ketika bertransaksi bersama rekannya ST dengan barang bukti 9000 butir berbentu diamond berwarna coklat yang masuk kategori jenis narkotika golongan 1," terang Argo di Polda Metro Jaya, Senin (25/2).

Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari area parkir Rumah Sakit Husada daerah Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Selanjutnya dilakukan pengembangan pada 12 Februari 2019 di apartemen Mediterania Jakarta Pusat dan apartemen Green Central City Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat.

Total barang bukti yang berhasil disita 9000 butir ekstasi jenis baru berbentuk diamond, shabu 1,2 kilogram, 54 butir ekstasi dan 135 butir happy five (H5).

Kasubdit I Ditresnarkoba PMJ AKBP Jean Calvin Simanjutak menambahkan SS dan ST mendapat barang bukti dari R yang masuk daftar pencarian orang (DPO) berada di Pontianak.
"Ada dua orang yang masuk DPO, satu lagi N berada di Malaysia. Polisi lagi menyelidiki bukti transfer terhadap N," jelas Calvin.

Efek samping dari ekstasi jenis baru diamond ini bisa menimbulkan halusinasi, bahagia dan paranoid, hingga bunuh diri.

Para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tentang Narkotika, dengan ancaman 10 sampai 20 tahun penjara.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Nanoteknologi untuk Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI

Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!

Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0

 

  Berita Terkini
 
Presiden Jokowi Diharapkan Angkat Jaksa Agung dari Jaksa Karier

Nanoteknologi untuk Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Agustus - September MPR Menggelar Acara Kebangsaan

Parpol Belum Maksimal Melakukan Pendidikan Politik

Sjamsul Nursalim dan Istrinya Bisa Berstatus DPO

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2