Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Pornografi
Polisi Bongkar Pornografi Anak di Bawah Umur Jaringan Internasional Online
2017-03-14 19:33:54
 

Tampak Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (14/3).(Foto: BH /as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Polda Metro Jaya membongkar praktik pornografi anak di bawah umur secara online melalui akun grup Facebook Official Loly Candy's Group 18+ jaringan internasional.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan mengungkap kasus itu terbongkar dari informasi masyarakat dan kegiatan patroli siber. Grup Facebook tersebut menyajikan foto-foto anak di bawah umur yang berkonten pornografi. Grup tersebut terakhir memiliki 7.497 member.

"Jaringan ini melakukan kejahatan pornografi anak secara online melalui akun grup Facebook Official Loly Candy's Group 18+. Ini nama samaran kegiatan itu," ujar Irjen Pol M Iriawan di Polda Metro Jaya, Rabu (14/3).

Grup Facebook Official Loly Candy's Group 18+ dibentuk September 2014. Di dalam grup Facebook ini para member saling berkomunikasi (chatting), berbagi (sharing), dan menampilkan (upload) foto dan video berkonten pornografi dengan objeknya anak-anak usia sekitar 2-10 tahun.

Dalam kasus ini, Polisi menangkap empat orang pelaku, terdiri dari tiga orang laki-laki, dan satu orang perempuan.

Mereka yakni MBU alias Wawan alias Snorlax (25) yang ditangkap di Malang, Jawa Tengah pada Kamis (9/3); DS alias Illu Inaya alias Alicexandria (27), ditangkap di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Selasa (7/3); SHDW alias Siha Dwiti (16), ditangkap di Tangerang dan DF alias T-Day (17), ditangkap di Bogor, Jawa Barat.

Pelaku tidak saling mengenal, tetapi mereka menjadi administrator dan mengelola grup Facebook tersebut bersama-sama. "Mereka tidak saling mengenal satu sama lain, tetapi karena punya kesamaan orientasi," lanjutnya.

Kapolda menegaskan jika pihaknya masih akan melakukan pengembangan kasus dengan bekerjasama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI). "Dalam mengembangkan kasus ini, kita akan bekerjasama dengan FBI," paparnya.

Iriwan menjelaskan syarat-syarat member di grup FB Official Candy Group diantaranya harus mengupload foto yang sedang melakukan hubungan dengan anak-anak atau pedofilia. "Pelaku di jerat Pasal Undang-Undang Pornografi dan ITE," ungkapnya.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait > Pornografi
 
  Polisi Menangkap 2 Tersangka Pembuat dan Pengiklan Beberapa Situs Pornografi
  Mantan Diplomat Vatikan Ditahan dalam Kasus Dugaan 'Pornografi Anak'
  Krimsus Polres Jakbar Ungkap Penipuan Akun Instagram Fiktif Penyedia Wanita
  Kemenkominfo Didesak Segera Tindak Konten Pornografi di WhatsApp
  VM Gadis Nyaris Telanjang Ternyata Menderita Penyakit Skizoafektif
 
ads

  Berita Utama
Melanggar Pasal, IPW: Komjen M Iriawan Lewati Batas Usia Tertinggi Pj Gubernur

Soal Penggalangan Dana Gerindra, PKS: Ide Kreatif dan Sesuai Generasi Milenial

Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP

Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan

 

  Berita Terkini
 
Dirlantas PMJ Tengah Membahas Pemotor Masih Menerobos JLNT Casablanca

Pengamat: Kontroversi Komjen Pol Iriawan Bisa Jadi Faktor Kemenangan No Urut 3 Asyik

Melanggar Pasal, IPW: Komjen M Iriawan Lewati Batas Usia Tertinggi Pj Gubernur

Polisi Memburu Penyuplai Sabu yang Dibawa Oknum PNS Mabes Polri ke Sel

Tepis Usulan Pengangkatan Iriawan, Jokowi Seharusnya Pecat Mendagri

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2