Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
    
Sembako
Polisi Menangkap 2 Tersangka Praktik Penyelewengan Minyak Goreng Curah
2017-04-21 18:26:12
 

Tampak Direskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wahyu Hadingrat saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (21/4).(Foto: BH /as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, menangkap dua tersangka praktik penyelewengan minyak goreng curah di kawasan Cakung-Cilincing, Jakarta Timur.

"Subdit Sumdaling berhasil mengungkap kasus terkait pengawasan distribusi sembako. Kami telah melakukan tangkap tangan pendistribusian minyak goreng yang diselewengkan," ujar Direskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wahyu Hadingrat di Polda Metro Jaya, Jumat (21/4).

Unit 3 Subdit 3 Sumdaling melakukan penangkapan terhadap dua orang berinisial KS selaku sopir truk (tersangka penggelapan) dan TA sebagai penampung (tersangka penadah).

"Dua orang kami tetapkan sebagai tersangka. Satu sopir dan satu penadahnya," ungkapnya.

Wahyu menjelaskan modusnya sopir berinisial KS awalnya membawa truk tangki berisi sekitar 16 ton minyak goreng curah dari PT AA di daerah Margonda untuk dikirim menuju Bandung. Namun, di tengah jalan tersangka KS membelokan truk ke penadah TA, di kawasan Cakung-Cilincing, Jakarta Timur.

"Mereka merusak segel dan menggunakan pompa untuk mengeluarkan minyak goreng sekitar 90 sampai 100 kilo. Istilah mereka 'kencing'," katanya.

Menurutnya, pelaku sudah menjalankan aksi menyelewengkan minyak goreng itu selama 2 tahun. Setiap bulan, pelaku bisa mengumpulkan minyak hingga 10 ton.

"Pelaku menjual ke penadah Rp 6.500 perkilo. Sementara, penadah jual keluar Rp 9.000. Padahal harga dipasaran sekitar Rp 11.000," jelasnya.

Wahyu memaparkan minyak goreng curah ini seharusnya didistribusikan langsung ke masyarakat. Akibat ulah para tersangka tentunya distribusi minyak ke masyarakat bisa berkurang.

"Kemudian harga pasar juga sangat terpengaruh karena nilai jual oleh pelaku. Si penadah beli Rp 6.500 per liter. Kemudian dari Rp 6.500, dijual ke masyarakat atau ke pengepul lain, sebesar Rp 9.000. Sedangkan, harga di luar kan di atas itu. Sehingga di sini ada selisih harga sekitar Rp 2.500 per liter, itu yang menjadi keuntungan buat pelaku," terangnya.

Wahyu menuturkan, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memang sedang menggelar operasi terkait distribusi sembako menjelang bulan Ramadhan.

Pelaku dijerat Pasal 374 KUHP Juncto Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 32 ayat 2 Juncto Pasal 30, Pasal 31 UU RI No.2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan Pasal 62 ayat 1 Juncto Pasal 8 ayat UU RI No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait > Sembako
 
  Polisi Menangkap 2 Tersangka Praktik Penyelewengan Minyak Goreng Curah
  Hidup Sudah Terlalu Sulit, Rakyat Tak Bisa Lagi Penuhi Ajakan Presiden
  Kelangkaan Sembako Permainan Spekulan
  Jipur Peduli Lingkungan Bagikan Sembako
 
ads

  Berita Utama
Partai Gerindra Tolak Hak Angket KPK

Polres Jakbar Menangkap 7 Orang Pengguna Ijazah Palsu Mendaftar Calon Bintara Polri 2017

Koarmabar TNI AL Gelar Latihan Siaga Tempur di Perairan Natuna

Deklarasi Arus Baru Ekonomi Indonesia pada KEU Jadi Momentum Penguatan Basis Perekonomian

 

  Berita Terkini
 
Pimpinan DPR RI Terima Surat Terkait Hak Angket

Partai Gerindra Tolak Hak Angket KPK

Pangkoopsau II Pimpin Sertijab 9 Pejabat di Jajaran Makoopsau II

DHO WNA Nigeria Pemilik Sabu 2 Kg dari China Tewas di Tembak Polisi

Dirjen Pemasyarakatan: Lapas Kita Belum Sanggup Penuhi Kebutuhan Biologis Narapidana

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2