Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Narkoba
Polisi Menangkap Pilot Asal Bangladesh Regent Airways dan Oknum PNS Kasus Sabu
2018-08-05 20:53:25
 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Minggu (5/8).(Foto: BH /as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan menangkap GS merupakan pilot dari maskapai asal Bangladesh, Regent Airways yang memberikan sabu kepada BC sebagai PNS Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan yang mengeluarkan lisance.

"Keduanya diamankan di depan pintu masuk parkir VIP Angkasa Pura II Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Minggu (5/8).

Polisi menyita beberapa barang bukti di antaranya satu buah klip bening berisi sabu dengan berat bruto 0,8 gram dan dua buah ponsel saat penangkapan. Sedangkan dari rumah GS di Gandaria Selatan, disita satu buah bong kaca, satu buah cangklong kaca patah, dua buah pipet kaca, 2 buah sedotan plastik, tiga lembar aluminium foil bekas, dan dua buah korek api gas.

Dari rumah BC di Cipayung, Jakarta Timur, polisi menyita tiga buah pipet kaca, dua potongan sedotan plastik, satu bungkus klip bekas, tiga buah sedotan plastik kecil dan sebuah tutup bong botol plastik.

Argo mengatakan, tersangka BC merupakan penguji semua siswa sekolah penerbang dan mengeluarkan license atau izin bagi para penerbang.

"Siswa yang lulus sekolah penerbang, mereka mendaftar lagi ke maskapai dan akan diuji lagi dengan tahap ujian teori, simulator dan menggunakan pesawat. BC punya peran dalam kelulusan uji simulator dan ujian menggunakan pesawat semua pilot di Indonesia setiap enam bulan sekali," kata Argo.

GS berperan sebagai penyedia sabu-sabu untuk BC setiap melakukan tes simulator. "Hasil introgasi yang kami lakukan, sabu-sabu dibeli 2 gram seharga Rp 3,2 juta dari G yang saat ini ditetapkan DPO," jelas Argo Yuwono.

Kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait > Narkoba
 
  Kantongi 5 Gram Sabu Terdakwa Ibrahim Divonis 9 Tahun Penjara
  Sidang Kepemilikan 4,6 kg Sabu dan 540 Butir Ekstasi, Terdakwa Sagiri Dikendalikan Andre
  Polisi Mengungkap Jaringan Malaysia Sabu 30 Kg dan Menyita Uang Rp 2,3 Miliar
  Polisi Menangkap Pilot Asal Bangladesh Regent Airways dan Oknum PNS Kasus Sabu
  Diduga Edarkan Sabu di Komplek Asrama Polri, Pria Ini Dibekuk Polisi
 
ads

  Berita Utama
Ketua DPR Berharap Asian Games Rekatkan Persaudaraan Negara-negara Asia

Demi Sang Merah Putih Berkibar Aksi 'Heroik' Anak SMP di Atambua Panjat Tiang Bendera

Yusril Ihza Mahendra: PBB Tidak Akan Netral di Pilpres 2019

Desa Air Long Membangun Gudang Desa dari Program Dana Desa

 

  Berita Terkini
 
Adegan Jumping Moge Jokowi, Gerindra: Stuntman Saja Impor

Ketum PPP Romahurmuziy Diperiksa KPK Kasus Suap Dana Perimbangan Daerah

Ketua DPR Berharap Asian Games Rekatkan Persaudaraan Negara-negara Asia

Kapolri Melantik 6 Kapolda Baru dan Kadiv Propam Polri di Mabes Polri

Pembuatan Jalan Sentra Produksi Jadi Prioritas Pembangunan Desa

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2