Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Pemalsuan
Polres Jakbar Menangkap 7 Orang Pengguna Ijazah Palsu Mendaftar Calon Bintara Polri 2017
2017-04-26 17:43:57
 

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Andi Adnan saat jumpa pers.(Foto: BH /as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepolisian Resor Jakarta Barat (Polres Jakbar) bersama Biro SDM Polda Metro Jaya mengungkap tujuh orang pengguna ijazah palsu saat mendaftar sebagai calon Bintara Polri 2017 pada 14 Maret sampai 15 April 2017.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Andi Adnan mengatakan ketujuh pengguna ijasah palsu ini ada yang memalsukan nilai ujian dan ada yang memalsukan tahun lahir. Ketujuh pengguna ijazah palsu tersebut adalah RH (22), SG (22), IP (22), CIM (22), ZP (20), MFH (20) dan LE (21). Tujuh pengguna ijazah palsu terdiri dari enam pria dan satu wanita.

"Ketujuh tersangka memalsukan ijazah dan akte kelahiran palsu," kata Andi Adnan di Polres Jakarta Barat, Rabu (26/4).

Modusnya meninggikan nilai ujian dengan menyesuaikan standar dari Mabes nilai ujian diatas 6,0. Karena rendah, mereka mengganti hasil ujian agar bisa mencapai target.

Selain itu, ada empat orang melewati batas karena umur maksimal 21 tahun. Mereka ganti tanggal lahir di ijazah dan akte lahir.

Kasus ini diketahui setelah dilakukan pengecekan administrasi. Setelah ada kecurigaan, dilakukan pengecekan keaslian kepada Kementerian Pendidikan.

"Untuk membedakan ijazah, kita meminta keterangan ahli dari Kementerian Pendidikan Nasional," ujar Andi.

Pengguna ijazah palsu membayar Rp 50 juta sampai Rp 100 juta rupiah. Sementara polisi masih mengejar pembuat ijazah palsu.

"Mereka hanya pengguna, ada yang membuat dokumen palsu. Pelaku utama sedang kita kejar. Mereka tidak membeli dari satu pembuat," jelas Andi.

Pelaku dijerat dengan pasal 263 ayat 2 KUHP dan atau 266 ayat 2 KUHP tentang Pemalsuan Data dan Dokumen dengan hukuman penjara enam tahun penjara.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait > Pemalsuan
 
  Polisi Menangkap Mafia Tanah, Oknum Camat, Kades dan Sekdes Memalsukan AJB
  Diduga Palsukan Surat, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun Dipolisikan
  Kuasa Hukum: Kasus Sayed Junaidi Sudah SP3
  Polisi Menangkap Pemuda Mendaftar Sekolah Akpol Menggunakan Ijazah Palsu
  Pihak Hewlett-Packard Melaporkan 3 Toko Menjual Produk Tinta Printer HP Palsu
 
ads

  Berita Utama
Tim Siber Bareskrim Polri Menangkap 3 Pelaku Pembobol Kartu ATM Mencapai Rp 2,5 Miliar

Fahri Hamzah Dukung Pansus Tercecernya KTP-el

SAPDA5 Laporkan Hasto ke Bawaslu RI, Diduga Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Lakukan Black Campaign

Inilah 3 Orang DPO Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI di Ciracas, Jakarta Timur

 

  Berita Terkini
 
Legislator Minta Ketegasan Kemenlu Terhadap Penahanan Muslim Uighur di Cina

Persija Pawai Juara, Ditlantas PMJ Lakukan Rekayasa Lantas di SU GBK dan Balaikota

Selangkah Lagi Indonesia Menjadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia 2020

PAN: Pro-Jokowi di Sumsel Bukan Kader, Keterlaluan Bohongnya!, DPW Sumsel Tempuh Jalur Hukum

BPN Prabowo-Sandi: Alhamdulillah, Biang Fitnah Sudah Dukung Jokowi

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2