Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Pemalsuan
Polrestabes Surabaya Bongkar Praktik Pemalsuan Parfum Terkenal Beromzet Puluhan Juta Rupiah
2017-03-21 09:11:56
 

Tampak parfum palsu barang sitaan yang berhasil disita Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur.(Foto: Istimewa)
 
SURABAYA, Berita HUKUM - Unit Tipidter Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, berhasil mengamankan dua pelaku pemalsuan merek parfum terkenal beromzet puluhan juta rupiah berinisial SR (47) dan MR (42). Kedua pelaku dibekuk karena terbukti melakukan pemalsuan terhadap parfum merek Axe berbagai aroma, Minggu (19/3).

Kepada petugas, SR mengaku, botol parfum bekas dibelinya per botol Rp2 ribu dari seorang penjual di Kawasan Pasar Turi Surabaya. Untuk plastik pembungkus dibelinya di Kawasan Jagalan Surabaya.

"Untuk alat bandrol saya beli bekas di Pasar Gembong. Sedangkan untuk suntikan saya beli di toko minyak wangi," aku SR, Senin (20/3).

Kasat Reskrim Polestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, pengungkapan kasus pemalsuan parfum merek Axe ini berawal saat petugas melakukan razia di akses Jalan Merr Surabaya. Saat itu pelaku MR kedapatan membawa tas hitam dan mencurigakan, setelah dilakukan pemeriksaan pada tas milik tersangka ternyata beriskan 77 buah parfum Axe palsu.

"Setelah dilakukan interogasi, dia mengatakan mendapatkannya dari tersangka SR," jelas AKBP Shinto.

Tersangka SR sendiri memproduksi parfum merk Axe palsu tersebut dengan cara membeli botol parfum bekas kosong merek Axe dari pengepul botol bekas. Untuk bibit parfum sebanyak 12 botol dibeli dari toko parfum Ratu Wangi di Jalan Panggung Surabaya dengan harga antara Rp500 per-cc.

Botol parfum yang sudah terisi parfum sampai penuh kemudian botol parfum diberi label harga Rp35 ribu dan selanjutnya dikemas dengan plastik yang dipanaskan dengan api kompor. Kemudian oleh tersangka MR dijual dengan harga Rp20 ribu kepada konsumen perorangan.

"Aksi keduanya sudah berjalan selama 2 bulan dan sudah produksi sekitar 800 botol, keuntungannya puluhan juta perbulannya," imbuh AKBP Shinto.

Dua pelakunya kini ditahan berikut puluhan botol parfum palsu. Keduanya terancam pidana 15 tahun penjara karena melanggar pasal perlindungan konsumen dan tentang Kesehatan.(HumasPolrestabesSurabaya/tribratanews/bh/sya)




 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Pantau Pelayanan Publik, Ombudsman Sidak Ke Bandara Soekarno Hatta

Habib Rizieq Berharap SP3 Serupa Bisa Diberikan Juga ke Ulama dan Aktivis 212

Kapolri: Secara Umum Arus Mudik Sekarang Sudah Lancar dan Jauh Lebih Baik

Wartawan Tewas di Lapas, SPRI Desak Komnas HAM Bentuk Tim Pencari Fakta dan Libatkan Pers

 

  Berita Terkini
 
Pantau Pelayanan Publik, Ombudsman Sidak Ke Bandara Soekarno Hatta

Hak Angket DPR Segera Bergulir Atas Pengangkatan Iwan Bule

Polres Flores Timur Diduga Petieskan Kasus Tragedi Nimun Lema Anak Lamahala

Liburan Hari Ketiga Lebaran Ribuan Wisatawan Masih Padati Pantai Bira

Ketua MPR Harap Momen Idul Fitri Jadi Ajang Perkuat Persatuan di Tahun Politik

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2