Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
Ponpes di Garut Tolak Kunjungan Cawapres Ma'ruf Amin
2018-11-29 16:39:12
 

Ilustrasi. Cawapres Ma'ruf Amin.(Foto: Istimewa)
 
GARUT, Berita HUKUM - Kunjungan calon wakil presiden (Cawapres), Ma'ruf Amin ditolak oleh pondok pesantren di Garut, Jawa Barat.

Pondok Pesantren Darul Muwahhidin Garut menolak dikunjungi Ma'ruf Amin pada Minggu (2/12) mendatang. Penolakan itu merupakan jawaban atas surat yang diajukan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut.

PCNU Garut meminta kepada pesantren pimpinan H Asep Zaki Ahmad Mudaki untuk menerima kunjungan ketua umum (nonaktif) Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

"Menindaklajuti surat saudara Nomor 0272/PC/A.II/D-21/XI2018 tanggal 22 November 2018 perihal pemberitahuan kunjungan Pondok Pesantren Cawapres Prof. DR KH Maruf Amin ke Pondok Pesantren Darul Muwahhidin Garut, kami sampaikan bahwa kami mohon maaf sebesar-besarnya tidak bisa menerima kunjungan tersebut," bunyi petikan surat penolakan itu, sebagaimana diterima redaksi beberapa saat lalu, Rabu (28/11).

Pihak pesantren tidak bisa menerima kunjungan itu lantaran pimpinan pondok sudah ada acara di luar.

"Dikarenakan pimpinan Pondok Pesantren kami sudah ada agenda terlebih dahulu dari jauh-jauh hari," sambung surat yang diteke Asep Zaki Ahmad Mudakir tersebut.

PCNU Garut memohon ponpes yang berada di Jalan Pembangunan Sukajaya, Tarongong Kidul, Garut itu untuk menerima kunjungan Ma'uf selama 1,5 jam. Surat permohonan itu ditandatangani Ketua Tandfiziyah PCNU Garut, KH Atjeng Abdul Wahid pada 22 November lalu.(ian/RMOL/bh/sya)




 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?

Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan

Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan

Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka

 

  Berita Terkini
 
Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya

Korban Aksi 21/22 Mei, Anies Baswedan: Enam Orang Meninggal Dunia

FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba

Bawaslu Diimbau Beri Laporan Evaluasi

Fadli Zon Luncurkan Buku 'Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy'

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2