Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto: Kekayaan Alam Indonesia Hanya Dinikmati Segelintir Orang
2018-05-07 08:21:59
 

Aksi Prabowo Subianto yang Mengejutkan bermain alat musik gendang di Ponpes Sunan Drajat (Foto: twitter)
 
LAMONGAN, Berita HUKUM - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut, kekayaan alam yang dimiliki Indonesia hingga saat ini masih dinikmati oleh segelintir orang.

Hal itu disampaikan Prabowo, pada saat memberikan pidato di hadapan ribuan santri dan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat, yang berada di Dusun Banjar Anyar, Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Lamongan, Sabtu (5/5). Termasuk, para kader Partai Gerindra yang menghadiri acara.

"Amanah pendiri bangsa kita, mewajibkan kita untuk mengelola negeri ini dengan azas kekeluargaan. Bahwa semua sumber daya bumi, air, dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya, harus dikuasai Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," kata Prabowo.

"Tapi kenyataan yang kita lihat sekarang, hanya segelintir saja orang yang menguasai hampir sebagian besar kekayaan Indonesia," sambungnya.

Dikatakan oleh Prabowo, temuan tersebut berdasarkan yang dia dapatkan pada saat berkeliling Indonesia. Karena itu, hingga saat ini kesejahteraan belum dirasakan oleh semua lapisan masyarakat di Indonesia.

"Saya sampaikan hampir setiap hari di media. Bukan dengan tujuan menghasut, bukan dengan tujuan untuk memanas-manasi, tapi dengan tujuan untuk membangkitkan kesatuan, dengan tujuan menggugah, pencerahan. Dengan tujuan, agar rakyat Indonesia mengerti bahwa kekayaannya sedang diambil, dan hal ini akan mengakibatkan suatu bencana bagi rakyat Indonesia, bagi bangsa dan Negara kita," tegas dia.

Apabila kesenjangan terus terjadi, Prabowo meyakini, Indonesia tidak akan mencapai kemakmuran, seperti yang dicita-citakan bersama oleh para pendiri bangsa dan Negara ini beberapa tahun lalu. "Kalau kita tidak mampu menjaga kekayaan kita, di ujungnya kita akan mengalami suatu keadaan yang sangat-sangat tidak kita inginkan," ucap dia. (Kontributor Gresik, Hamzah Arfah)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 'Prabowo: Kekayaan Bangsa Indonesia Hanya Dinikmati Segelintir Orang'.

Sementara, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, KH Abdul Ghofur, berpesan kepada Calon Presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk berhati-hati memilih Calon Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

"Pak Prabowo dulu kalah karena wakilnya, Jokowi menang karena wakilnya, hati-hati pak Prabowo dari wakilnya," ucap KH Abdul Ghofur, di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu, (5/5)

Selain memberikan pesan khusus itu, KH Abdul Ghofur dan para santri Pondok Pesantren Sunan Drajat, juga menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto Djojohadikusumo.

Dalam sambutannya, Prabowo juga sempat menyatakan bahwa dirinya memang memiliki kedekatan dengan para pemangku Ponpes Sunan Drajat.

"Saya memang dekat dengan Sunan Drajat. Saya juga memang dekat dengan keluarga, serta para pemangku pondok pesantren ini. Terima kasih atas perhatian yang telah diberikan," ujar Prabowo.(indonesiaraya/kontan/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Prabowo Subianto
 
  Prabowo: Saya Diejek Orang yang Saya Bantu, Prabowo Sudah Bangkrut
  Prabowo Subianto: Kekayaan Alam Indonesia Hanya Dinikmati Segelintir Orang
  Orasi Ilmiah Prabowo di Wisuda UMJ: Tidak Setuju Pekerja Asing Masuk Indonesia
  Terima Mandat, Prabowo Subianto Resmi Jadi Capres Gerindra di 2019
  Peluang Gatot Dampingi Prabowo, Fadli Zon Sebut Tergantung Koalisi
 
ads

  Berita Utama
Landasan Tidak Jelas, Impor Beras 500 Ton Lagi Harus Dibatalkan

RUU Antiterorisme Disahkan Paripurna DPR

4 Pelaku Pembobol Kantor Pegadaian 3 kali Ditangkap, 1 Tewas Ditembak

Kasus Video Viral Dugaan Penghinaan ke Presiden oleh Anak RJ Tetap Berproses

 

  Berita Terkini
 
Landasan Tidak Jelas, Impor Beras 500 Ton Lagi Harus Dibatalkan

Visa Temukan Fakta-Fakta Baru Perilaku Orang Indonesia dalam Pembayaran

Trilogi Pembangunan, Panduan Partai Berkarya Membangun Indonesia

Komisi VII Desak Ditjen Minerba Evaluasi Izin Ekspor Pertambangan

Komisi VIII: Rekomendasi 200 Mubalig Seharusnya Dihentikan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2