Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Turki
Presiden Turki Tuduh Amerika Serikat Bermental 'Penginjil dan Zionis'
2018-08-02 10:07:20
 

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.(Foto: Istimewa)
 
TURKI, Berita HUKUM - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menuduh Washington memperlihatkan "sifat penginjil, Zionis" terkait dengan pemenjaraan seorang pastor Amerika.

Andrew Brunson sudah ditahan di Turki selama hampir dua tahun atas dugaan melakukan tindak terorisme. Saat ditangkap, dia menjadi salah satu dari 50.000 orang yang dituduh terlibat dalam upaya kudeta.

Gedung Putih menyatakan tuduhan tersebut tidak berdasar dan mengancam akan mengenakan sanksi terhadap Ankara jika pastor tersebut tidak dibebaskan.

Erdogan mengatakan Turki menolak diancam ataupun mengkompromikan kemandirian lembaga peradilannya.

Brunson yang menjalankan gereja Protestan di Izmir, dituduh mendukung kudeta yang digagalkan pada tahun 2016 dan pemberontak Kurdi. Dia telah menyangkal berbagai tuduhan tersebut.

Pada tanggal 25 Juli, Andrew Craig Brunson dikawal polisi Turki menjalani tahanan rumah di Izmir.Hak atas fotoAFP/GETTY IMAGES
Image captionPastor Andrew Craig Brunson yang dituduh terlibat kudeta gagal dikawal polisi Turki menjalani tahanan rumah di Izmir.

Pengacara Brunson, Cem Halavurt, menyebutkan tuduhan terhadap kliennya "sama sekali tidak terbukti".

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyambut baik pemindahan Brunson dari penjara menjadi tahanan rumah. Namun, sebagaimana dicuitkannya di Twitter, langkah itu "tidak cukup" mengingat "tiada bukti kredibel" terhadap Brunson.

Pastor tersebut telah dipindahkan dari penjara menjadi tahanan rumah karena alasan kesehatan, tetapi pengadilan di Izmir menolak usaha banding guna membebaskannya.

Brunson ditempatkan sebagai tahanan rumah dan harus memakai perangkat elektronik pada pergelangan kaki agar aparat bisa terus memantaunya.

Faktar bahwa kedua sekutu NATO ini terlibat dalam saling memaki ini menunjukkan seriusnya krisis hubungan AS-Turki, kata wartawan BBC, Mark Lowen.

Erdogan mengaitkan pembebasannya dengan desakan terhadap Washington untuk mengekstradisi ulama Turki, Fethullah Gulen, yang diduga mengatur usaha kudeta dan kini tinggal di Pennsylvania, AS.

Kebijakan yang dikecam sebagai "diplomasi sandera" membuat hubungan dua negara yang penting ini merosot ke titik baru terendah. Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, dijadwalkan akan berunding dengan Menteri Luar Negeri AS, Michael Pompeo, di sela-sela pertemuan ASEAN di Singapura, akhir pekan ini.

Sebelumnya, Amerika Serikat sudah dibuat jengkel oleh keputusan Turki membeli rudal-rudal antipesawat buatan Rusia, bukan dari sesama anggota NATO.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Harapan Tokoh Papua ke Mahasiswa yang Kuliah Diluar Papua

MPR Sepakat Perlunya Haluan Negara

Terungkap! Tanah Rencana Ibu Kota Baru RI Dikuasai Taipan Sukanto Tanoto

Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta

 

  Berita Terkini
 
Masyarakat Sipil dan NGO Deklarasi Komitmen Bersama Pencegahan Terorisme

Harapan Tokoh Papua ke Mahasiswa yang Kuliah Diluar Papua

Airlangga Hartarto Dinilai Tak Layak Lagi Jadi Ketum Golkar

Seperti Arjuna, Ketua PN Jakpus Dr Yanto: Raja atau Pemimpin Harus Memiliki 8 Sifat Alam

Buka FKSPK DPR, Ketua DPR Apresiasi Sinergi DPR - Wartawan Parlemen

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2