Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Pendidikan
Prof Ueno Berikan Seminar Motivasi di SMAN 1 Sindang, Indramayu
2018-04-30 20:56:09
 

 
INDRAMAYU, Berita HUKUM - Prof. Katsujiro Ueno, pakar pendidikan Jepang yang juga adalah Sekjend PPIT (Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tochigi Jepang) memberikan materi pelajaran dan motivasi belajar bagi siswa SMAN 1 Sindang, Indramayu, Jawa Barat, bertempat di aula serbaguna SMAN 1 Sindang, Senin (30/4).

Acara seminar motivasi ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Sindang, Drs. Win Tomo.

Dalam acara ini hadir juga Kepala Seksi Pendidikan SLTP Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, H. Supardo, S.Pd, M.Pd, para guru SMAN 1 Sindang, dan 70-an siswa-siswi sekolah ini.

Selain para guru dan pejabat Disdik Indramayu, hadir juga Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, yang juga sekaligus menjadi narasumber pendamping bagi Prof. Katsujiro Ueno.

Tujuan utama seminar ini, selain menghadirkan penutur asli bahasa Jepang di komunitas sekolah yang sudah mengajarkan Bahasa Jepang kepada siswanya, juga mengembangkan wawasan berpikir dan pengalaman global bagi para siswa. "Semoga dengan kehadiran _native speaker_ dari Jepang langsung, kita dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi belajar, dan memperluas wawasan global para siswa yang mengikuti seminar ini," ujar Supardo dalam pengantarnya ke materi seminar dimaksud.

Salah satu materi pelajaran yang ditampilkan Prof. Ueno dalam seminar kali ini adalah pemutaran video berisi aktivitas pendidikan usia dini (usia 5-7 tahun) di Jepang. "Sejak kecil, usia dini, anak-anak di Jepang sudah dibimbing untuk mandiri, berani mengatasi masalah yang dihadapi, dan bersemangat memecahkan hambatan yang ada. Jadi otaknya diajak aktif sejak dini," jelas Ueno.

Anak-anak di Jepang juga dididik untuk memperkuat rasa kebersamaan dan bekerjasama dalam mengerjakan tugas-tugas di sekolah maupun di rumah. "Anak-anak Jepang sejak kecil dididik kerjasama, membersihkan kelas dan peralatan di kelas secara bersama-sama, tidak boleh ada yang malas-malasan," imbuh trainer bagi para pemuda magang Jepang saat baru tiba di Negeri Sakura itu.

Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti seminar. Terlihat mereka serius mendengarkan, menonton dan merespon pertanyaan dari narasumber, Prof. Katsujiro Ueno.(APL/Red/PPWI/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Bawaslu: KPU Tidak Professional Gelar Deklarasi Kampanye Damai

SBY dan Zulkifli Hasan Kecewa dan WO Acara Deklarasi Damai karena Pendukung Jokowi-Ma'ruf Langgar Aturan

KPU Sebarkan 'Virus' Kampanye Damai, Aman, Tertib

Gerindra dan Nitizen Kritik Sikap Hormat Jokowi Saat Lagu Indonesia Raya

 

  Berita Terkini
 
Bawaslu: KPU Tidak Professional Gelar Deklarasi Kampanye Damai

Melukis di Atas Media Kipas: Agar Anak-anak Paham Perdamaian dan Persahabatan

Resmi Bercerai, Ada 4 Poin Pernyataan Keras Sule

SBY dan Zulkifli Hasan Kecewa dan WO Acara Deklarasi Damai karena Pendukung Jokowi-Ma'ruf Langgar Aturan

Lomba Melukis di Kodam Jaya Raih Rekor MURI

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2