Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    

Profesional Bakal Banyak Duduki Pos Menteri
Monday 03 Oct 2011 20:39:32
 

Jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II (Foto: Dok. Rumgapres)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Perombakan (reshuffle) kabinet dipastikan akan diumumkan sehari sebelum tahun ketiga pemerintahan SBY-Boediono atau 19 Oktober nanti. "Patokan tanggal (pengumuman reshuffle kabinet) tidak berubah. Presiden telah mengeluarkan ekspresi hari pertama memasuki tahun ketiga pemerintahannya akan ada tim baru dan awak baru," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/10).

Sebagaimana diketahui, pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II itu, tepat memasuki tahun ketiganya pada 20 Oktober mendatang. Berarti, reshuffle menteri akan diumumkan pada 19 Oktober nanti. "Sebenarnya, kami tidak bisa (mengatakan tanggal). Tapi lebih jelasnya sebelum 20 Oktober, karena kabinet memasuki tahun ketiganya pada 21 Oktober 2011," ujarnya.

Menurut dia, Presiden SBY telah mengantongi nama-nama dan masih membahas calon kuat yang akan menduduki kursi menteri. "Keperluan dan kebutuhan merombak kabinet mengindikasikan ada pekerjaan rumah dalam tiga tahun ke depan sangat banyak. Untuk itu diperlukan perubahan besar," jelas dia.

Menurut dia, perombakan nanti akan dikuti muka-muka baru dari kalangan profesional. Indikasi itu terlihat dari parameter yang digunakan untuk menyusun kabinet yang akan dirombak. "Ini (reshuffle) hari yang penting dan genting. Nama-nama sudah di tangan. Presiden sedang mempertimbangkan lebih banyak dari yang diperlukan," kata Daniel.

Untuk itu, imbuh Daniel, Presiden saat ini tengah menyimulasikan beberapa nama yang sudah masuk. "Presiden tengah menyimulasikan nama-nama itu berdasarkan pengalaman, paling lincah, paling gesit, paling cekatan. Sedang disimulasikan perubahannya," katanya.

Reshuffle kabinet akan mempertimbangkan aspek program ke depannya yakni mempercepat kerja untuk mengejar ketertinggalan. Semua sektor akan menjadi perhatian Presiden. Akselerasi itu artinya mempercepat pekerjaan menyangkut tiga pilar, yakni mempercepat pertumbuhan eknomi, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat demokrasi. “Percepatan itu harus memilih orang yang gesit lincah dan mampu lari maraton," ujarnya memberi gambaran.(mic/wmr)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Libur Panjang Oktober 2020, Ditlantas Polda Metro Siagakan 749 Polantas di Lokasi Arus Lalu Lintas dan Tempat Wisata

Pakar Usulkan Vaksin Covid-19 Disuntikkan Dulu ke Pejabat

749 Personel Polda Metro Jaya Siap Kawal dan Amankan Lalu Lintas Selama Libur Panjang

Rocky Gerung Sebut Pihak Asing Bisa Lihat Presiden Jokowi Penuh dengan Kontradiksi

 

ads2

  Berita Terkini
 
1 dari 4 Pelaku Curanmor di Jakarta Timur dan Bekasi Tewas Ditembak, Polisi: Inisial I DPO

Protes Besar di Bangladesh Menentang Kartun Nabi Muhammad, Prancis Serukan Warganya di Indonesia dan Negara Lain Berhati-hati

Polisi: Dari CCTV, Terduga Pelaku Pembegalan Anggota Marinir Ada 4 Orang

Seminar Sosialisasi PP No.39/2020: 'Akomodasi yang Layak Bagi Disabilitas dalam Proses Peradilan'

Wahai Pemuda, Jangan Jadi Pecundang

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2