Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    

RI Prioritaskan Lima Bidang Kerja Sama dengan Jerman
Thursday 01 Dec 2011 15:15:33
 

Presiden SBY dan Presiden Christian Wulff saat melakukan pertemuan empat mata di Ruang Jepara, Istana Merdeka (Foto: Presidensby.info)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Christian Wulff di Istana Merdeka, Kamis (1/12). Presiden SBY menyambut kedatangan Presiden Christian di tangga sayap kanan Istana Merdeka, ketika Presiden Christian turun dari kendaraannya. Ini adalah kunjungan kenegaraan Presiden Christian yang pertama ke Indonesia.

Kedua kepala negara berdiri di podium di tangga Istana Merdeka ketika lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan, disertai dengan dentuman meriam kehormatan sebanyak 21 kali. Kemudian Presiden SBY mengajak Presiden Christian untuk menginspeksi pasukan kehormatan.

Upacara dilanjutkan dengan perkenalan Presiden Christian kepada para anggota Kabinet Indonesia bersatu II yang hadir, dan demikian juga sebaliknya, Presiden Christian memperkenalkan anggota delegasi yang menyertai kunjungannya kepada Presiden SBY.

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY mengusulkan lima prioritas kerja sama strategis yang bisa dilakukan antara Indonesia dan Jerman kepada Presiden Christian Wulff. Prioritas tersebut antara lain adalah dalam bidang perdagangan, kesehatan, serta riset dan teknologi.

"Pertama Investasi dan perdagangan, meskipun berkembang baik, sekarang volume perdagangan mencapai 6 miliar dollar AS, naik 22 persen dari tahun sebelumnya. Investasi tahun terakhir mencapai 300 juta dollar AS lebih, tetapi kedua angka ini masih sangat bisa ditingkatkan lebih tinggi lagi," jelas SBY seperti dikutip laman resmi kepresidenan.

Bidang kedua yang diusulkan Presiden SBY adalah kesehatan, dimana teknologi dan manajemen kesehatan Jerman dianggap sangat maju. Pendidikan juga menjadi salah satu hal bidang yang diajukan Presiden SBY. Meskipun saat ini cukup banyak warga negara Indonesia yang menuntut ilmu di Jerman, Presiden SBY berharap kerja sama di bidang ini bisa lebih erat lagi.

"Kami ingin kerja sama ini antara lain menyangkut pada pendidikan di bidang teknologi. Kami membutuhkan ribuan insinyur yang akan membangun infrastruktur, mengembangkan industri dan konektifitas di Indonesia 10, 20, 30 tahun mendatang," jelas SBY.

Dua bidang lain dalam prioritas kerja sama dengan Jerman ini adalah mengenai energi bersih, khususnya dari sumber Geotermal dan kerja sama dibidang industri pertahanan. "Saya mengusulkan kerja sama yang strategis dan jangka panjang, misalnya bukan hanya procurement, pengadaan, tetapi juga joint investment dan juga ada joint production," ungkap Presiden SBY.

Sementara itu Presiden Christian Wulff mengucapkan terima kasih atas hubungan baik Indonesia dan Jerman yang sudah berjalan hampir 60 tahun ini. Dalam kesempatan tersebut, melalui Presiden Christian Wulff, Presiden SBY juga mengundang Kanselir Jerman Angela Merkel untuk berkunjung ke Indonesia dan berharap undangan tersebut dapat dipenuhi.(wmr)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Pemindahan Ibu Kota Butuh Kajian Mendalam

PAN Siap Ikuti Langkah PKS sebagai Oposisi

Pelaku Penganiyaan Wartawan Media Online Divonis 1 Bulan Penjara

Polisi Bongkar Kasus Penipuan CPNS yang Telah Berlangsung Sejak 2010

 

  Berita Terkini
 
Soal Jaksa Chuck, Larangan Presiden Soal Ego Sektoral Diabaikan Jaksa Agung

Ini Pesan Moral Pimpinan Kejaksan Agung di HUT Ke-74 Kemerdekaan RI

Ketua MPR: MPR Tak Larut Dalam Polarisasi Politik

Pemindahan Ibu Kota Butuh Kajian Mendalam

Presiden Jokowi Minta Izin dan Dukungan Memindahkan Ibu Kota ke Pulau Kalimantan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2