Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Malaysia
Rakyat Malaysia Gotong royong Menyumbang untuk Bayar Utang Negara
2018-06-01 19:24:54
 

Pada hari pertama penggalangan dana oleh pemerintah, terkumpul tujuh juta ringgit Malaysia.(Foto: Istimewa)
 
MALAYSIA, Berita HUKUM - Warga Malaysia memilih cara yang tidak biasa untuk membantu menangani utang negara, yaitu menggalang dana dari orang per orang atau crowdfunding.

Perdana Menteri Malaysia yang baru, Mahathir Mohammad -yang secara mengejutkan memimpin oposisi mengalahkan pemerintah barisan Nasional, yang sudah berkuasa selama 40 tahun- menempatkan penanganan utang Malaysia sebagai prioritas.

Pria berusia 92 tahun, yang sebelumnya memerintah selama 22 tahun hingga 2003 lalu sebelum terpilih kembali Mei 2018, juga sudah mengungkapkan keyakinan bahwa sebagian uang yang lenyap akibat skandal korupsi 1MDB juga akan bisa dikembalikan untuk mengurangi bebang utang.

Saat ini utang negara diperkirakan sekitar satu triliun ringgit Malaysia (setara Rp3.482 triliun) atau sekitar sekitar 80% dari Produk Domestik Bruto, PDB, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Dan warga Malaysia sudah menyumbang sekitar delapan juga ringgit Malaysia hanya dalam waktu sehari sejak pemerintah mengumumkan penggalangan dana untuk menghimpun uang tunai.

Langkah pemerintah ini ditempuh setelah munculnya prakarsa pribadi dari seorang warga Malaysia berusia 27 tahun, Nik Shazarina Bakti, dengan Please Help Malaysia!

Prakarsa Nik Shazarina Bakti itu berhasil mengumpulkan sekitar US$3.500 atau sekitar 13.938 ringgit.

Malaysia, Kuala LumpurHak atas fotoEPA
Image captionUtang Malaysia diperkirakan mencapai satu triliun ringgit Malaysia.

Pemerintah kemudian menindaklanjuti prakarsa tersebut dengan jaminan transparansi dari Menteri Keuangan, Lim Guan Eng.

"Sejalan dengan perkembangan ekonomi dan peningkatan di kalangan rakyat atas posisi utang negara, ada tanda-tanda kesadaran dari rakyat untuk memberi dukungan kepada pemerintah."

Diberi nama Tabung Harapan Malaysia, pemerintah sudah mengumumkan nomor rekening dan bank yang akan menampung dana dengan sumbangan harus dalam mata uang ringgit.

"Rakyat secara sukarela ingin menyumbang pendapatan mereka kepada pemerintah untuk mengurangi beban," jelas Lim Guan Eng dalam pernyataannya.

Upaya yang ditempuh pemerintah Malaysia ini mengingatkan yang pernah dilakukan rakyat Korea Selatan tahun 1990-an, dengan antri berduyun-duyun untuk menyumbangkan barang-barang berharga, termasuk cincin kawin, guna membantu perekonomian negara dalam menghadapi krisis keuangan Asia.

Langkah Malaysia ini mendapat komentar dari beberapa pengguna Twitter di Amerika Serikat, yang tahun lalu diperkirakan memiliki beban utang sekitar US$20 triliun.

"Dengan defisit AS yang menggelembung, saya tertanya-tanya berapa lama lagi sebelum kita memulai cara ini," komentar salah seorang pengguna Twitter di AS.

Namun pengamat berpendapat penggalangan dana umum seperti yang dilakukan Malaysia tidak akan berdampak besar.

"Amat tidak mungkin, melihat skala utang di Malaysia. Akan lama sekali," kata Krystal Tan, ekonom di Capital Economics.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Malaysia
 
  Rakyat Malaysia Gotong royong Menyumbang untuk Bayar Utang Negara
  Polisi Malaysia 'Sita Puluhan Koper Uang Tunai dan Perhiasan' dari Rumah Mantan PM Najib Razak
  Anwar Ibrahim Dijadwalkan Bebas dari Penjara, Kapan Ia Bisa Menjabat Perdana Menteri Malaysia?
  Ucapan Selamat Muslim Arbi untuk Kemenangan Dr Mahatir Muhammad
  Mantan PM Mahathir Mohamad Ditetapkan sebagai Calon PM Malaysia dari Oposisi
 
ads

  Berita Utama
SBY: Ada Oknum BIN, Polri, TNI Tidak Netral di Pilkada

Melanggar Pasal, IPW: Komjen M Iriawan Lewati Batas Usia Tertinggi Pj Gubernur

Soal Penggalangan Dana Gerindra, PKS: Ide Kreatif dan Sesuai Generasi Milenial

Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP

 

  Berita Terkini
 
SBY: Ada Oknum BIN, Polri, TNI Tidak Netral di Pilkada

Satgas MTF TNI Berikan Latihan Boarding Kepada Tim VBSS LAF Navy

KPPOD: Inspektorat Daerah Tidak Lakukan Pengawasan terhadap Netralitas ASN

Pendiri PKPI Tatto Sugiarto Pradjamanggala Wafat di Usia 80 Tahun

Ingin Melapor ke Menteri LHK? Bisa via Medsos Saja

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2