Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Wikileaks
Reaksi Apple, Samsung dan Microsoft atas Wikileaks terkait CIA
2017-03-09 08:03:36
 

CIA dilaporkan menggunakan cacat yang sebelumnya tidak diketahui pada sistem operasi iOS Apple.(Foto: Isimewa)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Sejumlah perusahaan teknologi yang produknya diduga dibobol CIA telah bereaksi.

Wikileaks menerbitkan ribuan dokumen yang diberitakan merinci cara peretasan badan mata-mata Amerika Serikat pada hari Selasa (7/3).

Di antaranya adalah dugaan CIA mengembangkan sejumlah cara untuk mendengarkan pembicaran di telepon pintar dan mikrofon TV pintar.

Pernyataan Apple adalah yang paling rinci dengan menyatakan pihaknya telah menangani sejumlah kecatatan tersebut.

"Teknologi pada iPhone saat ini merupakan pengamanan data terbaik yang tersedia bagi konsumen dan kami terus-menerus bekerja ke arah itu," kata perusahaan itu.

"Produk dan perangkat lunak kami dirancang untuk segera menaruh perbaikan pengamanan kepada para konsumen, hampir 80% pemakai menggunakan jenis terbaru sistem operasi kami.

"Sementara analisa pendahuluan kami mengisyaratkan sejumlah hal yang dibocorkan hari ini telah diatasi iOS terbaru, kami akan terus bekerja untuk segera mengatasi masalah apapun.

"Kami juga selalu mendesak para pelanggan untuk mengunduh iOS terbaru untuk memastikan mereka mendapatkan langkah pengamanan terbaru."

Pernyataan Samsung, yang televisi seri F8000-nya dilaporkan diretas lewat alat berdasarkan USB yang dikembangkang bersama badan MI5 Inggris, lebih singkat.

"Melindungi ruang pribadi konsumen dan keamanan alat kami adalah prioritas utama Samsung," kata perusahaan itu.

"Kami menyadari laporan yang dibicarakan dan segera mengkajinya."

Kebocoran tersebut juga menyatakan CIA telah menciptakan yang ditujukan pada sistem operasi komputer pribadi yang menggunakan Windows Microsoft.

"Kami menyadari laporan itu dan sedang mengkajinya," kata juru bicara Microsoft.

Google menolak berkomentar terkait dugaan CIA dapat "menembus dan menguasai" telepon Android karena temuannya dan penguasaan cacat yang sebelumnya dikenal pada kode sistem operasi.

Linux Foundation belum mengeluarkan reaksi tehadap dugaan badan tersebut menciptakan "sistem penyerangan dan penguasaan" yang dapat membajak komputer bertenaga perangkat lunak berdasar Linux.

World Wide Web Foundation, yang mengkampanyekan ruang pribadi internet, menyatakan pemerintah AS perlu menjawab secara rinci.

"Pemerintah seharusnya mengamankan ruang pribadi dan keamanan warganya, tetapi dugaan tindakan yang dilakukan CIA justru kebalikannya," kata direktur kebijakan organisasi tersebut, Craig Fagan.

"Mempersenjatai barang sehari-hari seperti TV dan telepon pintar, dan tidak mengungkapkan kepekaannya ke para pembuatnya, adalah berbahaya dan hanya melihat jangka pendek.

"Jika tuduhan-tuduhan baru ini benar, kami mendesak pemerintah Trump dan pemerintahan-pemerintahan lain untuk menghentikan praktek seperti ini."

cia, samsungHak atas fotoSAMSUNG
Image captionCIA diduga menemukan cara untuk merekam pembicaraan di dekat TV pintar Samsung.


'Sangat merusak'
CIA belum memastikan apakah dokumen-dokumen yang diberitakan dari dari tahun 2013 sampai 2016 tersebut memang asli.

Tetapi salah satu mantan pemimpinnya menyatakan kekhawatiran terkait penerbitan tersebut.

"Jika apa yang saya baca benar, maka ini sepertinya adalah suatu pembocoran yang sangat merusak terkait dengan taktik, teknik, prosedur dan alat yang digunakan Central Intelligence Agency untuk melakukan intelijen asing yang sah," kata mantan direktur, Michael Hayden, kepada BBC.

"Dengan kata lain, ini membuat negara saya dan negara teman-teman saya kurang aman,"

Tetapi seorang pengamat mengatakan kenyataan bahwa CIA menyasar skala teknologi yang begitu luas tidaklah mengejutkan.

"Beritanya bukanlah CIA meretas warga. Tentu saja mereka melakukannya; para pembayar pajak berhak merasa terganggu jika itu tidak dilakukan," tulis Nicholas Weaver, peneliti keamanan di International Computer Science Institute, Berkeley, AS lewat blognya.

"Pekerjaan CIA, pada akhirnya adalah mengumpulkan intelijen dan meskipun perhatian utamanya adalah intelijen manusia, sistem peretasan berhubungan secara sinergis dengan pengumpulan itu.

"Berita utamanya disini sebenarnya adalah seseorang ternyata berhasil membobol ruang pengembangan CIA yang Paling Rahasia, menyusupkan keseluruhan materi dan sekarang mengungkapkannya ke dunia...sekarang dunia ingin mengetahui siapa, dan bagaimana, dan mengapa."(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil

AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei

Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh

Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?

 

  Berita Terkini
 
Pengamat: Rusuh 22 Mei Diharapkan Jadi Momen Perubahan Budaya Politik

Ini Tanggapan Presidium Alumni 212 Soal People Power dan Rusuh di Bawaslu

Pemprov DKI Jakarta Gelar Lomba Foto dan Vlog

AJI: Kekerasan terhadap 20 Jurnalis Saat Aksi 22 Mei Harus Diusut

Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2