Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Jokowi
Rezim Jokowi 'Anti HAM', Semakin Represif Memukuli dan Menahan Mahasiswa Demo
2018-05-22 11:11:05
 

Petugas membubarkan massa aksi tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam saat aksi Refleksi 20 tahun Reformasi di Depan Istana, Jakarta Pusat, Senin (21/5).(Foto: Tribunnews/Jeprima)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Yudi Syamhudi Suyuti, Ketua Presidium MRI mengungkapkan beberapa hari yang lalu baru saja terjadi dan disaksikan aksi represi dari Rezim Jokowi melalui aparat keamanan yang dituding anti Hak Azasi Manusia (HAM), menurut Yudi , bahwa dirinya merasa aksi represi ini seharusnya tidak akan terjadi, jika Jokowi sebagai pemimpin rezim mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, demikian pernyataan singkat tertulisnya yang dirilis, pada Selasa (22/5).

"Adik- adik mahasiswa yang aksi memperingati 20 tahun reformasi memiliki hak untuk berekspresi dan menyatakan pendapat nya," ungkap Yudi.

Oleh karena itu, kemuka Yudi melanjutkan bahwa, agar jangan karena menyatakan sikap pernyataan nya keras, yang malahan ditanggapi dengan pemukulan dan penangkapan.

"Ini bentuk tindakan yang biadab, menghadapi demonstrasi dengan kekerasan," sambungnya.

Padahal, kemukanya melanjutkan bahwa mahasiswa adalah tulang punggung peradaban bangsa. "Jangan perlakukan adik-adik mahasiswa seperti hewan, baik Dipukul, disiksa lalu dipenjara. Saya minta, Jokowi segera lepaskan adik-adik mahasiswa sekarang juga," pungkasnya.

Sementara, diketahui Aksi unjuk rasa yang dilakukan kelompok Mahasiswa memperingati "Refleksi 20 tahun Reformasi: Jokowi Pemimpin Haram" dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta di depan Istana Negara, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (21/5) siang kemarin.

Awalnya, aksi berjalan damai. Namun seiring berjalanya waktu, situasi demo mulai memanas hingga berujung kericuhan.

Sebanyak 7 Mahasiswa dilaporkan menjadi korban dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat.

Ketujuh mahasiswa itu adalah Al Azhar Musa (Ketua Cabang HMI MPO), Irfan Maftuh (Korlab Aksi/ketua umum Front Nasional MPI), Arnol (HMI MPO), Ahmad Kerley , Alfian, Arif Ibnu Halim dan Lucky Mahendra.(dbs/wa/bh/nmd)




 

 
   Berita Terkait > Jokowi
 
  Harimau Jokowi Layangkan Gugatan Perdata kepada Prabowo terkait Selang Cuci Darah RSCM
  Natalius Pigai: Kompetensi Pengetahuan Jokowi Belum Sampai untuk Seorang Kepala Negara
  Ngawur!, Petani Sawit Butuh Solusi Harga Turun, Kok Malah Diminta Tanam Pete Jengkol
  Jokowi Harus Buktikan Keluarganya Bukan Anggota PKI dengan Tes DNA
  Obor Cina dan Jembatan Terpanjang Dunia, Kita Masih Bicara Sontoloyo dan Genderuwo
 
ads

  Berita Utama
Sandi Effect, Pembeda Pilpres 2019

Netralitas TNI dan Polri pada Pemilu Tentukan Kualitas Demokrasi

Inilah Deretan Penghargaan Diraih Pemrov DKI Jakarta Dibawah Kepemimpinan Anies Baswedan

Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar Acara Millennial Road Safety Festival 2019

 

  Berita Terkini
 
Pertama Kalinya Simulasi Keselamatan Penerbangan Garuda Indonesia, Diikuti oleh Jajaran Direksi

Soal Pembatasan Berbagi Pesan WhatsApp, Pengguna: Tidak Signifikan Jika Hanya Cegah Hoax

Peternak Ayam Petelur Ngadu Sulit Dapat Pakan Jagung

Kocak yang Berfaedah di Film Orang Kaya Baru (OKB)

Banjir Bandang Terjang Gowa, 6 Orang Dilaporkan Meninggal dan 4 Jembatan Putus

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2