Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Jokowi
Rocky Gerung Sebut Pihak Asing Bisa Lihat Presiden Jokowi Penuh dengan Kontradiksi
2020-10-22 18:56:20
 

Aktivis Rocky Gerung adalah filsuf Indonesia, akademisi dan intelektual publik.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Aktivis Rocky Gerung menilai sikap kontradiksi Presiden Joko Widodo bisa dilihat oleh pihak asing. Hal ini disampaikannya melalui podcast di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored yang di publikasikan pada Senin (19/10/2020).

Dalam diskusi dengan Akbar Faizal, Rocky Gerung memiliki alasan mengapa dirinya selalu memberi kritikan tajam ke pemerintahan Jokowi. Bahkan dia tidak ingin menyisakan ruang untuk tidak mengkritik Jokowi. Menurutnya, kalau ada ruang yang disisakan, seolah-olah memberi pujian pada kekuasaan.

"Lalu gerombolan penjilat, kaum fanatik yang tanpa argumen mendukung presiden lalu hura-hura," ujar Rocky Gerung, Rabu (21/10).

Rocky Gerung mengatakan, seorang presiden terpilih dengan dua dukungan, yaitu legalitas dan legitimasi.

"Legalitas adalah aturan negara, aturan hukum, beliau terpilih. Tapi bagi saya waktu itu legitimasinya tidak ada atau sangat kurang. Jadi saya ingin tambal legitimasi itu dengan memberi kritik," ucapnya.

Saat ini, Rocky Gerung menilai dalam politik presidennya legal namun legitimasinya drop. Lantas ia mengarah pada pengesahan Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang menurutnya telah menjadi perhatian media-media asing.

"Saya baca gara-gara demo ini, seluruh pers dunia dari Yerussalem sampai Washington, dari Moskow sampai Melbourne, itu menghujat pemerintah Indonesia. Dengan satu kesimpulan, demokrasi hilang di dalam pemerintahan presiden," ungkap Rocky.

Maka dari itu, jika media asing yang menyorot perihal aksi tersebut, Rocky mengatakan pasti bukan bersumber dari kritiknya.

"Pasti mereka bukan karena saya komporin kan, jadi itu situasi politik yang riil yang memerlukan evaluasi dengan tingkat kedinginan berpikir, bukan karena marah-marah," kata dia.

Lebih lanjut, Rocky menegaskan tidak melayangkan kritik kepada Jokowi sebagai pribadi. "Saya nggak pernah marah pada Pak Jokowi sebagai manusia, yang saya marah adalah jalan pikiran kabinet dalam mengatasi problem sosial. Dan saya terangkan itu dengan argumentasi dengan logika," ujarnya.

"Kalau orang nggak setuju ya saya anggap bahwa memang harus ada yang nggak setuju, kalau semua orang setuju pada saya, saya jadi otoriter dalam argumentasi," sambungnya.

Rocky Gerung juga berpendapat Presiden Jokowi tidak memiliki semacam otonomi untuk menentukan kebijakannya sendiri.

"Saya duga dan ini adalah dugaan yang saya susun agar supaya tidak menjadi delik, yaitu beliau menerima semua bisikan sehingga yang keluar di publik adalah kontradiksi," kata dia.

Jadi, kata dia, satu waktu presiden milih soal justice, habis itu presiden ngomong tentang bahaya makar. "Jadi nggak ada spektrum yang bisa orang pegang, itu kritik saya dari dulu," tuturnya.

Rocky menyebut kritikan tersebut juga dimasukkan dalam sebuah buku ciptaan orang asing, berjudul Man of Contradictions: Joko Widodo and the Struggle to Remake Indonesia dan Buku tersebut ditulis oleh Ben Bland.

"Akhirnya terbukti kan, bukan karena saya berkolaborasi dengan penulis, tapi orang asing bisa melihat presiden penuh dengan kontradiksi dalam mengambil kebijakan," ujarnya.

"Nah itu tentu ada asal-usul politik mengapa begitu, mungkin karena ada banyak faktor yang harus beliau layani," sambungnya.

Lebih lanjut, Rocky menegaskan tidak melayangkan kritik kepada Jokowi sebagai pribadi. "Saya nggak pernah marah pada Pak Jokowi sebagai manusia, yang saya marah adalah jalan pikiran kabinet dalam mengatasi problem sosial. Dan saya terangkan itu dengan argumentasi dengan logika," ujarnya.

"Kalau orang nggak setuju ya saya anggap bahwa memang harus ada yang nggak setuju, kalau semua orang setuju pada saya, saya jadi otoriter dalam argumentasi," sambungnya.

Rocky Gerung juga berpendapat Presiden Jokowi tidak memiliki semacam otonomi untuk menentukan kebijakannya sendiri.

"Saya duga dan ini adalah dugaan yang saya susun agar supaya tidak menjadi delik, yaitu beliau menerima semua bisikan sehingga yang keluar di publik adalah kontradiksi," kata dia.

Jadi, kata dia, satu waktu presiden milih soal justice, habis itu presiden ngomong tentang bahaya makar. "Jadi nggak ada spektrum yang bisa orang pegang, itu kritik saya dari dulu," tuturnya.

Rocky menyebut kritikan tersebut juga dimasukkan dalam sebuah buku ciptaan orang asing, berjudul Man of Contradictions: Joko Widodo and the Struggle to Remake Indonesia dan Buku tersebut ditulis oleh Ben Bland.

"Akhirnya terbukti kan, bukan karena saya berkolaborasi dengan penulis, tapi orang asing bisa melihat presiden penuh dengan kontradiksi dalam mengambil kebijakan," ujarnya.

"Nah itu tentu ada asal-usul politik mengapa begitu, mungkin karena ada banyak faktor yang harus beliau layani," sambungnya.
Berikut pernyataan Rocky Gerung pada Youtube akun Akbar Faizal Uncensored : Rocky Gerung: Banyak Sampah di Istana | Akbar Faizal Uncensored ft. Rocky Gerung:

https://www.youtube.com/watch?v=lEx69MphWJk&feature=emb_logo
atau
Klik disini.

(akurat/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Jokowi
 
  Sebelum ke Pernikahan Atta Aurel, Presiden Jokowi Ternyata Jadi Saksi Nikah Puteri Idris Laena
  Jokowi Minta Dikritik, Langsung Disamber JK: Bagaimana Caranya Tanpa Dipanggil Polisi?
  Bicara Kondisi Bangsa, Amien Rais dkk Minta Jokowi Mundur atau Rekonstruksi Ulang
  Jokowi Gagal Menarik Simpati Dunia untuk Beri Utangan
  Di Era Jokowi, Kebobrokan Negara Terbongkar
 
ads1

  Berita Utama
Beda dengan Kapolri, Pengamat Terorisme Sebut Teroris ZA Bukan 'Lone Wolf'

Habib Salim Segaf Aljufri: Tugas Parpol Melakukan Pendidikan Politik Etika

Bocor Lagi, 533 Juta Nomor Ponsel dan Informasi Data Pengguna Facebook Dicuri

Polri-Bea Cukai Gagalkan Peredaran 42 Kg Sabu dan 85 Ribu Butir Ekstasi Jaringan Malaysia-Batam-Medan

 

ads2

  Berita Terkini
 
Luncurkan Sekolah Tani, Muhammadiyah Dipuji Menteri, Gubernur Hingga Bupati

Pentingnya Koordinasi untuk Pulihkan Ekonomi Nasional

Jelang Ramadan, Gubernur Anies Imbau Pengurus Masjid Disiplin Protokol Kesehatan

Mesir Temukan 'Kota Emas yang Hilang' Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu, Temuan Paling Penting setelah Makam Tutankhamun

Mulyanto Nilai Penggabungan Kemenristek - Kemendikbud Sebuah Langkah Mundur

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2