Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Korea Utara
Rudal Korea Utara Melesat 'Lebih Tinggi' dan 'Bisa Menghantam Seluruh Wilayah AS'
2017-11-30 09:16:14
 

 
PYONGYANG, Berita HUKUM - Korea Utara melakukan uji penembakan rudal balistik jenis baru pada, Rabu (29/11) dini hari waktu setempat, yang disebutkan bisa mencapai seluruh daratan Amerika Serikat.

Ini merupakan peluncuran rudal Korea Utara pertama dalam kurun lebih dari dua bulan.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, James Mattis, mengaku telah menjelaskan kepada Presiden Donald Trump perihal peluncuran roket Korut. Presiden Trump tengah melakukan kunjungan ke Kongres, namun sekarang sudah kembali ke Gedung Putih.

"(Rudal tesebut) melesat lebih tinggi dari peluncuran-peluncuran yang telah mereka lakukan sebelumnya," kata Mattis.

Korut, tambahnya, sedang membuat "rudal-rudal balistik yang mengancam semua pihak di dunia".

Kantor berita Yonhap menyebut rudal diluncurkan dari situs peluncuran Pyongsong, Provinsi Pyongan Selatan, Korut.

Sebagai balasan, Korea Selatan menggelar apa yang mereka gambarkan sebagai latihan serangan rudal terukur.

Pemerintah Jepang memperkirakan rudal Korea Utara ini terbang selama 50 menit dan jatuh di Laut Jepang.

Cara kerja rudal balistik antarbenua

Pernyataan ini diperkuat oleh Kementerian Pertahanan Amerika Serikat yang menyebutkan rudal menjelajah jarak sejauh 1.000 kilometer ke arah Jepang.

Menurut para pejabat Amerika, tes penembakan rudal dilakukan pada pukul 3:30 waktu setempat.

Presiden TrumpHak atas fotoEPA
Image captionPresiden Trump tengah berkunjung ke Kongres ketika Korea Utara melakukan uji penembakan rudal balistik ke arah Jepang.

Pyongyang sudah melakukan beberapa uji penembakan rudal tahun ini, termasuk uji rudal balistik antarbenua yang pertama, di tengah ketegangan yang dipicu oleh program nuklir negara tersebut.

Para analis mengatakan, Pyongyang tengah mengembangkan rudal yang bisa menghantam sasaran di tempat-tempat yang jauh, termasuk daratan Amerika Serikat.

Para pejabat Korea Utara mengklaim bahwa rudal jarak jauh mereka, yang diujicobakan pada bulan Juli, bisa 'mencapai sasaran mana pun di seluruh dunia' namun militer AS menggambarkan rudal ini sebagai rudal jarak menengah.

Rudal yang dimiliki Korut

Uji nuklir terbaru yang dilakukan Pyongyang dilaporkan mencakup bom hidrogen mini yang bisa dipasangkan ke rudal jarak jauh, langkah yang makin memperburuk ketegangan dengan Washington.

Pekan lalu, Washington menerapkan sanksi baru terhadap pemerintah Korea Utara karena program nuklir ini.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik

Tidak Boleh Ada Penjualan Pulau Kepada Asing

Pasca Kebakaran, Sekitar 100 Koleksi Museum Bahari Hangus Terbakar

Komisi II DPR Soroti Keputusan MK terkait Verifikasi Faktual

 

  Berita Terkini
 
Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik

Tidak Boleh Ada Penjualan Pulau Kepada Asing

Waktu Terbatas, Tidak Semua Parpol Diverifikasi Faktual

Telkomsigma Sasar UKM Melalui Solusi 'Mobile Cloud'

Pasca Kebakaran, Sekitar 100 Koleksi Museum Bahari Hangus Terbakar

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2