Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Korupsi
Rudi Manurung Mengapresiasi Putusan Hakim Selama 2 Tahun
2020-09-10 07:05:20
 

Suasana sidang saat majelis hakim membacakan Vonis hukuman.(Foto: BH /ams)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah melalui proses persidangan yang cukup melelahkan, akhirnya majelis hakim yang diketuai Fahzal Hendri, menjatuhkan vonisnya kepada mantan Kasi Penyidikan pada Aspidsus Kejati DKI Jakarta Yanuar Reza Muhammad, dan Kasubsi Tipikor dan Pencucian Uang, Fristo Yan Presanto, beserta Cecep Hidayat, dengan hukuman masing-masing selama 2 tahun penjara dan denda Rp.50 juta.

"Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa masing-masing selama dua tahun penjara dan subsidair lima puluh juta. Apabila denda tidak dibayarkan maka diganti dengan kurungan badan selama satu bulan," ujar Fahzal Hendri, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, pada Rabu (9/9).

Menurut hakim, ketiganya telah terbukti melanggar Pasal 23 undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 412 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Vonis hakim tersebut lebih ringan daripada tuntutan Jaksa, karena sebelumnya mereka dituntut oleh jaksa penuntut umum, dengan hukuman selama 4 tahun 6 bulan. Selain hukuman penjara, mereka juga mewajibkan kepada untuk membayar denda, sebesar Rp.200 juta, subsidair 3 bulan penjara.

Apresiasi

Terkait vonis itu, penasehat hukum Terdakwa Yanuar Rheza Muhammad dan Firsto Yan Presanto, Rudianto Manurung, SH, MH mengatakan bahwa vonis tersebut sudah seusai berdasarkan keyakinan majelis hukum. Kendati demikian, Ia sangat mengapresiasi vonis hakim tersebut.

"Saya sangat mengapresiasi terhadap vonis majelis hakim tersebut, karena memvonis klien kami selama dua tahun penjara," ujar Rudi, seraya mengatakan, akan fikir-fikir terlebih dahulu, apakah nantinya akan banding atau tidak.(bh/ams)



 
   Berita Terkait > Korupsi
 
  Rudi Manurung Mengapresiasi Putusan Hakim Selama 2 Tahun
  Benturan Kepentingan dan Fenomena Korupsi Anak Muda
  Penasihat KPK Sebut Korupsi sebagai Kejahatan Luar Biasa
  Ketika Korupsi Telah Berideologi
  Penegakan Hukum Sektor Kelautan dan Perikanan Era Menteri Susi Pudjiastuti Dinilai Belum Berkeadilan
 
ads1

  Berita Utama
Libur Panjang Oktober 2020, Ditlantas Polda Metro Siagakan 749 Polantas di Lokasi Arus Lalu Lintas dan Tempat Wisata

Pakar Usulkan Vaksin Covid-19 Disuntikkan Dulu ke Pejabat

749 Personel Polda Metro Jaya Siap Kawal dan Amankan Lalu Lintas Selama Libur Panjang

Rocky Gerung Sebut Pihak Asing Bisa Lihat Presiden Jokowi Penuh dengan Kontradiksi

 

ads2

  Berita Terkini
 
Protes Besar di Bangladesh Menentang Kartun Nabi Muhammad, Prancis Serukan Warganya di Indonesia dan Negara Lain Berhati-hati

Polisi: Dari CCTV, Terduga Pelaku Pembegalan Anggota Marinir Ada 4 Orang

Seminar Sosialisasi PP No.39/2020: 'Akomodasi yang Layak Bagi Disabilitas dalam Proses Peradilan'

Wahai Pemuda, Jangan Jadi Pecundang

Dede Yusuf: Pembelajaran Jarak Jauh Belum Efektif

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2