Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Hoax
Rumah Ratna Sarumpaet Digeledah Polisi
2018-10-05 06:56:25
 

Tampak Ratna Sarumpaet dibawa guna pemeriksaan barang bukti di rumahnya.(Foto: BH /hmb)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Polisi pada Jumat (5/10) dinihari mendatangi rumah Ratna Sarumpaet di Jalan Kampung Melayu Kecil 5 Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

Kedatangan Polisi untuk menggeledah dan mencari bukti tambahan kasus dugaan hoax penganiayaan dengan tersangka Ratna Sarumpaet.

Ratna Sarumpaet ikut dibawa dan dihadirkan dalam pemeriksaan barang bukti di rumahnya. Ia dibawa ke lokasi sesaat setelah diamankan di bandara Sukarno Hatta saat sudah dipesawat yang akan terbang ke Chile.

Setelah dua jam, Polisi menyita sejumlah alat bukti dari dalam kamar Ratna Sarumpaet seperti laptop, handphone dan buku tabungan.

Insank Nasruddin, Kuasa Hukum percaya alat bukti yang diamankan tidak ada kaitanya dengan kasus hoax penganiayaan.

"Kamarnya Ratna digeledah, dan yang disita polisi untuk dijadikan barang bukti adalah laptop dan beberapa dokumen, salah satu diantaranya buku tabungan," ucap Insank kepada awak media setelah Ratna kembali digiring ke Polda Metro Jaya, Jumat (5/10) dinihari.

Sementara sebelumnya, berdasarkan spridik bukti yang banyak dan saksi-saksi, serta surat cekal, Polda Metro Jaya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik menangkap Ratna Sarumpaet di bandara Soekarno Hatta yang hendak pergi ke Chili.

"Ratna Sarumpaet dikenakan pasal 14 KUHP No.1 tahun 1946 dengan ancaman 10 tahun," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (4/10).

Polisi menyebut bahwa kasus Ratna Sarumpaet bisa dikenai dua pasal. Yang pertama ialah pasal tentang menyiarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran di hadapan publik. Kedua pasal penebaran ujaran kebencian atau permusuhan individu berdasarkan SARA di media elektronik dengan pasal 28 UU ITE.

Ketika Ratna Sarumpaet tiba di Polda Metro Jaya diam seribu bahasa dan tidak memberikan penyataan resmi kepada rekan media. Dia digiring ke ruang unit 1 subdit 4 Jatanras.(bh/hmb/as)



 

 
   Berita Terkait > Hoax
 
  Boni Hargens: Politik Indonesia Sudah Masuk era 'Post-Truth Society'
  Siarkan Berita Hoax Prabowo Kampanye di Padang, Andre Rosiade Akan Laporkan Metro TV ke Dewan Pers
  Arief Poyuono: Pertengkaran dan Adu Domba Dirinya di Twitter dengan Ferdinan Hutahaean Adalah Hoax
  FSP LEM SPSI DKI Jakarta Deklarasikan Pemilu Damai Tanpa Hoax
  Khilafatul Muslimin Dukung Pemilu 2019 Damai Tanpa Hoaks
 
ads

  Berita Utama
BPN Ajak Pendukungnya Doakan Putusan Hakim Bukan Mahkamah Kalkulator

Said Didu: Butuh Semangat Kepahlawanan Menjadi Saksi Sidang PHPU di MK

Komisi IV Pertanyakan Informasi Impor Minyak Kayu Putih

Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya

 

  Berita Terkini
 
Ternyata, Jokowi Pernah Teken PP Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama dengan BUMN

MK akan Percepat Putusan Sengketa Pilpres Menjadi Kamis 27 Juni

BPN Ajak Pendukungnya Doakan Putusan Hakim Bukan Mahkamah Kalkulator

BW Sindir Mafhud MD Soal Masalah NIK dan DPT Pilpres 2019

Krisis Teluk: AS Meluncurkan Serangan Siber terhadap Sistem Senjata Iran

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2