Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Pertanian
Sandi Mendengar Cerita Agus Zamroni dan Janji Manis Pemerintah Joko Widodo
2019-02-06 20:17:28
 

 
MADIUN, Berita HUKUM - Agus Zamroni berharap Sandiaga Sandiaga Salahuddin Uno memegang teguh janjinya dalam memajukan produksi dalam negeri. Pemilik pabrik produksi alat-alat pertanian itu mengeluhkan janji pemerintahan sekarang yang membuatnya nyaris bangkrut.

"Saya ingin cerita Pak Sandi, 2015 harapan kami luar biasa ketika Bapak Presiden RI Joko Widodo ingin meningkatkan produksi pertanian dan membutuhkan alat pertanian sebanyak 60 ribu unit mesin pertanian, kami pun didekati bank nasional untuk mendapatkan modal. Saya mendapatkan pesanan seribu, tawaran pinjaman pun saya sambut, namun dari seribu unit, hanya 200 unit yang diambil," jelas pemilik PT Yogya Inovasi Teknologi ( ZIT) dengan merek dagang Zaata tersebut, Rabu (6/2).

Menurut Agus, keberpihakan pemerintah kepada industri dalam negeri masih kurang. Padahal dari produksi dalam negeri ini, bisa menyerap tenaga kerja dan bisa menggerakkan ekonomi para pengusaha menengah juga daerah tersebut.

"Apakah harga kebangsaan kita lebih rendah dari bangsa asing? Saya berharap Allah SWT memberikan ridhonya kepada Pak Sandi agar cita-citanya terwujud. Jika bapak terpilih, beri kesempatan kepada anak - anak negeri, produksi kami sudah masuk e katalog dan bersertifikasi, tolong utamakan produksi dalam negeri," harap Agus.

Sandi meminta Agus tidak menyalahkan pemerintahan sekarang. Jika memang ingin perubahan ekonomi yang lebih baik, perubahan pada pemerintahan yang peduli dengan produksi nasional Sandi berjanji akan melakukan strategi Big Push.

"Dalam visi misi jika Prabowo Subianto dan Sandi, In Shaa Allah terpilih melayani masyarakat Indonesia, kami akan melakukan big push untuk industri pertanian dengan menggunakan alat-alat pertanian, sehingga bisa mendorong 33 persen produksi pertanian kita, dan 15 persen efisiensi," ucap Sandi.(ps/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Gugat Hasil Pilpres ke MK, Prabowo-Sandi Ingin Tegakkan Kedaulatan Rakyat

Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil

AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei

Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh

 

  Berita Terkini
 
5 Hal yang Bisa Anda Lakukan Membantu Mengurangi Pemanasan Global

Prof Amien Rais 'Yatim' Secara Politik?

Ketum KNPI Haris Pertama Sebut Luhut Binsar Pandjaitan Cocoknya Jadi Menteri ESDM atau KLH

Desa Jawi Melalui Dana Desa Memenuhi Kebutuhan PKK

Desa Geramat Bangun Jalan Lingkungan dengan Dana Desa

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2