Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Pembunuhan
SatReskrim Polres Pohuwato Berhasil Ungkap Pelaku Pembunuhan dengan Panah Wayer
2019-12-15 10:25:06
 

Korban Panah Wayer dan Pelakunya (Foto: Istimewa)
 
GORONTALO, Berita HUKUM - Kasus pembunuhan dengan panah wayer yang mengakibatkan korban Ahmad Daeng Wandi (35) asal Desa Sejoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah yang terjadi pada Rabu (11/12) malam yang sempat menghebohkan warga Pohuwato, berhasil diungkap oleh satuan Reserse Kriminal Polres Pohuwato dibawah pimpinan AKP I Wayan Sukendar SIK hanya dalam waktu singakt. Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu SIK dalam keterangannya.

"Dalam waktu tidak sampai satu hari, Kasat Reskrim Pohuwato bersama Timnya yang dipimpin langsung oleh Ipda Tamba KBO Reskrim berhasil ungkap kasus pembunuhan dengan panah wayer dengan Korban Ahmad Daeng Wandi yang terjadi pada Rabu malam kemarin di Desa Molosipat, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato. Pelaku berinisial SS (23) asal Desa Boloung Kecamatan Mautong Kabupaten Parimo (Sulteng)," kata Kabid Humas.

Menurut Kabid Humas pelaku ditangkap Tim Reskrim Polres Pohuwato pada Kamis (12/12) pukul 18.00 wita di jalan Trans Sulawesi Desa Boloung, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah saat mengendarai sepeda motor.

"Saat ini Pelaku sudah diamankan di Polres guna pemeriksaan lebih lanjut," kata Kabid Humas.

Peristiwa pembunuhan tersebut berawal dari acara pesta pernikahan di Desa Sejoli Moutong Parimo pada Rabu (11/12), pada pukul 22.30 Wita, disaat Acara Pesta Pernikahan masih berlangsung, terjadi keributan antara anak muda dari Desa Boloung Kec. Moutong (Sulteng) dengan anak muda Desa Molosipat, Akibat kesalahpahaman tersebut terjadi aksi kejar- kejaran antara anak muda dari Desa Boloung Kec. Moutong (Sulteng) dengan anak muda Desa Molosipat dan sempat antar kedua kelompok ini terjadi saling pukul dan saling melempar batu, hingga pada akhirmya satu diantara mereka pelaku (SS) menggunakan panah wayer dan mengenai dada korban Ahmad Daeng Wandi sebelah kiri hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Barang bukti panah wayer dan pelontar serta pakaian korban juga sudah dibawa ke Polres, terhadap tersangka SS terancam pasal 338 KUHP atau 351 (3) KUHP dengan sanksi paling lama 15 tahun." kata Kabid Humas.(bh/ra)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
MUI Desak Aparat Segera Tangkap Perusak Rumah Ketua PA 212

Kelangkaan Gula Pasir Diindikasi Akibat Permainan Mafia

Legislator Minta 'Omnibus Law' Jangan Rusak Lingkungan

Dinilai Hancurkan Kehidupan Buruh Indonesia, KSPI Tegas Menolak Draft RUU Omnibus Law

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kolaborasi POLRI dan TNI, Berhasil Amankan 400 Liter Miras Cap Tikus di Bone Pantai

Bamsoet: Perlu Edukasi Politik agar Rakyat Tidak Salah Pilih Pemimpin

BNN Temukan 1 Ton Ganja Siap Edar di Pool Mobil Truck

Diresnarkoba PMJ Ungkap Home Industri Kosmetik Ilegal, 3 Pelaku Ditangkap

Satgas Antimafia Bola Jilid III Kantongi Daftar Nama Terduga Pengaturan Skor

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2