Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Jaksa Agung
Satgas Intelijen Kejagung Bekuk Buron Korupsi
Wednesday 11 Jan 2012 19:47:40
 

Sejak memiliki alat penyadapan, kejaksaan berhasil menangkap sejumlah buron kasus korupsi (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Satuan Tugas Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil menangkap buronan perkara korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) atas nama tersangka Teddy Tandoyo.

Teddy yang buron selama dua bulan tersebut ditangkap Satgas Intel Kejagung di sebuah rumah di kawasan Tangerang, Banten. Rabu (11/1) pukul 01.00 WIB. Saat ini, Teddy ditahan di rumah tahanan Salemba cabang Kejagung. Namun, ttersangka kasus korupis ini segera di terbangkan ke Kupang, NTT pada Kamis (12/1) pagi besok.

"Teddy merupakan buronan kami, setelah dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan dihukum selama satu tahun di tingkat kasasi. Dia akan dikirim ke Kupang untuk menjalani proses eksekusi," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTT Sudiharto didampingi Kabid Hubmedmas Puspenkum, Kejagung, TD Sipahutar.

Ditambahkan Sudiharto, Teddy merupakan rekanan proyek DAK Bidang Pendidikan NTT Tahun Anggaran 2007. Sang buron ini menangani DAK untuk pengadaan komputer bagi 63 sekolah di daerah Sumba Barat, dimana masing-masing sekolah mendapat anggaran sebesar Rp 250 juta. “Setelah tiba di Kupang, Teddy langusng kami eksekusi,” tandasnya.

Dalam kasus tersebut, Teddy Tandoyo, (60) merupakan terpidana kasus korupsi DAK bidang pendidikan, Kabupaten Sumba Barat. Direktur CV Agape melalui perusahaannya,mengerjakan proyek pengadaan komputer untuk 63 Sekolah Dasar di Kabupaten Sumba Barat.

Namun, dalam pelaksanaan proyek itu, Teddy terlambat menghadirkan barang-barang tersebut, dan spesifikasi komputer tidak sesuai dengan lampiran 22 surat edaran Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas (sekarang Kemendikbud).

Teddy dianggap telah merugikan negara hingga Rp 20 Juta. Ia pun telah beritikad baik dengan mengembalikan uang tersebut ke negara. Dalam persidangan tingkat pertama hingga kasasi, Teddy dinyatakan bersalah.(dbs/bie)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Polri Gelar Police Movie Festival 2019: 'Together We are Strong'

Wakil Ketua DPR Minta Kerusuhan Manokwari Ditangani Cepat dan Tepat

Polda Metro Jaya Musnahkan Sabu 71,8 Kg dan 15.326 Butir Ekstasi, Kasus Juni-Agustus 2019

AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Polisi terhadap Jurnalis Meliput Demo di DPR

 

  Berita Terkini
 
Presiden Minta Masyarakat Papua untuk Memaafkan, Gubernur Papua Sebut Jokowi Tidak Tegas

Organisasi Kepemudaan Desak Pengusutan Tuntas Soal Rasial terhadap Mahasiswa Papua

KontraS: Seharusnya Presiden Minta Maaf Bukan Ajak Warga Papua Saling Memaafkan

Perang Saudara di Suriah: Turki Kutuk Serangan Udara oleh Suriah terhadap Konvoinya

Legislator Dorong BPK Bersifat Independen

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2